Halo, Takaiters!

Pemerintah Indonesia memiliki tujuan meningkatkan kesejahteraan warga negara melalui berbagai upaya, salah satunya melalui program transmigrasi. Transmigrasi adalah suatu program yang dibuat oleh pemerintah Indonesia untuk memindahkan penduduk dari suatu daerah yang padat penduduk ke daerah lain di dalam wilayah Indonesia. Dan penduduk yang melakukan transmigrasi disebut transmigran.

Mengingat bahwa Indonesia terdiri dari ribuan pulau yang penduduknya belum merata, maka transmigrasi dipandang sebagai program yang strategis dalam pemerataan penduduk sekaligus kesejahteraannya. Pertanyannya apakah program transmigrasi ini masih relevan saat ini? Ternyata masih sangat relevan, Guys, karena program transmigrasi memberikan banyak manfaat bagi bangsa Indonesia.

Pemerataan Penduduk

Foto:tumoutounews.com

Saat program transmigrasi dimulai hingga saat ini penduduk terbanyak ada di pulau Jawa. Bisa dibayangkan ‘kan Guys, Data Badan Pusat Statistik menyebutkan  bahwa pada tahun 2019, pulau Jawa yang luasnya hanya 128.297 km² harus menampung 150,4 juta jiwa atau hampir separuh seluruh penduduk Indonesia. Sementara pulau Kalimantan yang luasnya 743.330 km² atau 6 kali lipat pulau Jawa jumlah penduduknya hanya 16,23 juta jiwa atau 6% dari seluruh penduduk Indonesia yang berjumlah 267 juta jiwa.

Bisa kamu bayangkan bagaimana pulau Jawa yang begitu sempit harus menampung sebagian besar penduduk Indonesia. Oleh karena itu, sampai saat ini pemerintah masih melaksanakan program transmigrasi, Guys, supaya penduduk Indonesia merata di semua pulau.

Pemerataan Kesejahteraan

Foto: naila-sholihah.blogspot.com

Pulau Jawa adalah pusat pemerintahan, pusat pendidikan, dan perekonomian di Indonesia, sehingga tidak heran jika penduduk Pulau Jawa terus bertambah baik penduduk asli, pendatang dari luar Jawa atau warga negara asing yang bekerja dan menetap di Pulau Jawa. Tidak heran jika kesejahteraan penduduk di pulau Jawa terus meningkat secara signifikan.

Sebenarnya kesejahteraan penduduk Indonesia yang berada di luar Jawa  juga selalu diupayakan oleh pemerintah, tetapi kendala yang dihadapi adalah keterbatasan sumber daya manusia, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Pemerintah terus mendorong agar anak-anak muda dari luar Pulau Jawa menuntut ilmu ke Pulau Jawa dan setelah itu kembali ke daerah asal dengan memberikan beasiswa yang besifat mengikat.

Dari sisi kuantitas, penduduk Jawa yang memiliki ketrampilan mengolah tanah tetapi tidak memiliki lahan harus dimobilisasi ke luar Jawa melalui program transmigrasi. Diharapkan kesejahteraan penduduk di luar Pulau Jawa akan terus meningkat dengan bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kualitas sumber daya manusianya.

Akulturasi Budaya

Foto:wartakota.tribunnews.com

Penduduk asli dan penduduk pendatang dari Pulau Jawa pasti memiliki budaya dan tradisi yang berbeda. Perbedaan ini akan menjadikan Indonesia lebih kaya karena akulturasi budaya di lokasi transmigrasi. Akulturasi budaya ini akan menyebabkan munculnya budaya dan tradisi baru yang beberapa tahun ke depan akan menjadi kebanggaan bangsa, Guys.

Dalam program transmigrasi, bukan hanya petani yang menjadi transmigran, tetapi beberapa profesi bahkan diikutsertakan seperti guru, paramedis, dan Tentara Nasional Indonesia. Akulturasi budaya dan tradisi yang muncul tidak merusak kearifan lokal yang sudah ada karena adanya kontrol oleh sumber daya manusia yang lebih baik.

Persatuan dan Kesatuan Bangsa

Foto: mediaindonesia.com

Beberapa kalangan menganggap Pulau Jawa lebih diistimewakan oleh pemerintah dibandingkan pulau lainnya, padahal tidak seperti itu kenyataannya. Pemerintah terus memacu pembangunan baik infrastruktur, pendidikan, kesehatan maupun sumber daya manusia. Jika penduduk Indonesia sudah merata dari secara kualitas dan kuantitas, maka tidak ada lagi kecemburuan antara penduduk Jawa dan luar Jawa. Cita-cita persatuan dan kesatuan Indonesia bukan lagi angan-angan, tetapi akan menjadi kenyataan yang tak terbantahkan, Guys.

Benteng Pertahanan Indonesia

Foto: nasional.okezone.com

Saat ini program transmigrasi baru dilaksanakan dengan memindahkan penduduk pulau Jawa ke pulau-pulau besar seperti Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Ternate, Papua, dan pulau-pulau di Nusa Tenggara. Namun ke depan, bukan tidak mungkin akan dilakukan ke pulau-pulau terluar Indonesia dan wilayah perbatasan, sehingga menjadi benteng pertahanan Indonesia. Seperti kita ketahui, pulau-pulau terluar dan wilayah perbatasan Indonesia sering menjadi wilayah sengketa dengan negara lain karena tidak adanya penduduk Indonesia yang tinggal di wilayah tersebut.

Nah, Takaiters, sudah tahu ‘kan kenapa program transmigrasi masih relevan dilaksanakan saat ini? Program transmigrasi ini memberikan fasilitas yang cukup untuk para transmigrans, Guys, berupa lahan seluas 2 hektar yang menjadi hak milik, jaminan hidup selama 3 bulan sejak penempatan, dan bantuan peralatan untuk membuka dan mengolah lahan yang diberikan. Menjelang Hari Bakti Transmigrasi tangggal 12 Desember ini, yuk, kita dukung program pemerintah.