Hai, Takaiters!

Januari, awal tahun 2020 sebagain besar wilayah Indonesia mengalami hujan. Hujan deras di daerah Jabodetabek berpotensi terjadinya banjir dan longsor.

Semoga daerah yang mengalami banjir, saat ini kondisi airnya sudah surut. Turut berduka untuk korban banjir dan longsor, semoga keluarga korban diberi kesabaran dan dapat kembali beraktivitas seperti sediakala.

Saat hujan dan banjir melanda daerah Jabodetabek, Bendung Katulampa menjadi perbincangan. Nah, Guys, kondisi ketinggian air di Bendung Katulampa ini, menjadi informasi dini potensi banjir di Jakarta.

Berikut lima info menarik tentang Bendung Katulampa.

1. Letak Bendung Katulampa

Foto: kumparan.com

Bendung Katulampa terletak di Jawa Barat, tepatnya di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

2. Sekilas Sejarah Bendung Katulampa

Foto: news.detik.com

Pembanguan Bendung Katulampa sudah direncanakan sejak tahun 1889. Pembangunan ini direncanakan karena pada tahun 1872 Jakarta pernah dilanda banjir besar. Pembangunannya dimulai tahun 1911 dan selesai pada tahun 1912.

Konstruksi peninggalan zaman kolonial ini, merupakan hasil rancangan insinyur sipil Belanda bernama Prof. Ir. Hendrik van Breen. Beliau seorang ahli pengairan dan lingkungan, serta guru besar Technische Hoogeschool te Bondoeng (sekarang ITB). Bangunan ini, memiliki panjang total 74 meter dan menghabiskan biaya 80.000 gulden untuk pembangunannya.

3. Bendung Katulampa Bukan Bendungan Katulampa

Foto: akuratnews.com

Bendung dan bendungan berbeda, ya, Guys. Bendung (weir) merupakan bangunan yang dibuat melintang melintasi aliran sungai. Pada bendung, air tetap mengalir ke saluran irigasi. Bendung memiliki dua jenis, yaitu bendung perpintu dan bendung tetap. Bendung berpintu memiliki pintu air yang dapat mengatur ketinggian air. Bendung tetap, tidak memiliki pintu air. Bangunan melintang di Katulampa ini, melintasi aliran sungai yang memiliki pintu. Jadi, tepatnya disebut Bendung Katulampa, ya, Guys.

Bendungan (dam) merupakan bangunan untuk menampung aliran air menjadi suatu waduk. Bendungan dilengkapi pintu air untuk mengalirkan air secara bertahap.

4. Fungsi Bendung Katulampa

Foto: hallobogor.com

Bendung Katulampa berfungsi untuk sistem pengairan sawah (irigasi). Selain itu, bendung ini berfungsi sebagai pemantau tinggi muka air saat musim hujan sebagai peringatan dini potensi terjadinya banjir.

5. Status Siaga Pintu Air di Bendung Katulampa

Foto: bogoronline.com

Informasi tentang ketinggian air di pintu air Bendung Katulampa menjadi peringatan dini terhadap potensi terjadinya banjir. Peringatan itu biasanya dikenal dengan istilah status siaga, meliputi siaga 1, 2, 3, dan 4.

Siaga 4, menginformasikan tentang debit air yang tidak terlalu berarti. Tinggi muka air kurang dari 79 cm.

Siaga 3, kondisi hujan yang menyebabkan debit air meningkat di pintu air, kondisinnya belum mengkhawatirkan, tetapi tetap berhati-hati kemungkinan terjadinya banjir. Tinggi muka air 80–149 cm.

Siaga 2, terjadinya hujan yang menyebabkan debit air tinggi yang mencakup wilayah yang luas. Kondisi ini mendekati kritis dan perlu kewaspaan. Tinggi muka air 150–199 cm.

Siaga 1, kondisi di mana debit air tinggi dan tidak surut dalam waktu enam jam. Kondisi seperti ini termasuk kritis dan perlu kewaspadaan yang tinggi. Tinggi muka air lebih dari 200 cm.

Semoga info tentang Bendung Katulampa ini dapat bermanfaat. Apabila kamu jalan-jalan ke Bogor, silakan mampir ke Bendung Katulampa. Di sekitar Bendung Katulampa tersaji berbagai kuliner khas Bogor dan ada kampung warna-warninya juga, lo, Guys.