Halo, Takaiters!

Sudah mengunjungi Pasar Papringan? Pasar yang berada di Ngadiprono, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, ini benar-benar unik.

Sesuai namanya, Pasar Papringan, pasar ini berlokasi di kawasan tanaman bambu. Para pedagang menggelar dagangannya di bawah pohon bambu.

Apa saja keunikannya? Yuk, kita simak bersama!

1. Pintu Masuknya Berupa Gapura dari Susunan Keranjang Bambu

Foto: youtube.com

Baru masuk saja sudah kelihatan uniknya, bukan? Gapura yang menjadi pintu masuk pasar ini bukan gapura biasa, tapi gapura yang terbuat dari susunan keranjang bambu. Dengan empat kaki gapura, dua kanan dua kiri, kemudian bertemu di tengah.

Di tengah gapura terpasang tampah, yaitu anyaman bambu berbentuk lingkaran, bertuliskan nama Pasar Papringan.

2. Hanya Buka pada Minggu Wage dan Minggu Pon

Foto: tribratanews.temanggung.jateng.polri.go.id

Apa itu Wage dan Pon? Dalam budaya Jawa, selain tujuh hari mulai Senin sampai Minggu, dikenal pula lima pasaran yaitu Paing, Pon, Wage, Kliwon dan Legi.

Setiap hari mempunyai pasangan pasaran yang berbeda. Senin Pon, Selasa Wage, Rabu Kliwon, Kamis Legi, Jumat Paing, Sabtu Pon, Minggu Wage, dan seterusnya.

Nah, saat pasaran Minggu itu adalah Wage atau Pon, barulah pasar ini buka. Maka pastikan kamu melihat pasaran juga, untuk nmemastikan bahwa pasar ini buka bila ingin ke sana.

3. Alat Pembayaran Berupa Koin Bambu

Foto: wisatane.com

Pastikan kamu memiliki koin bambu untuk membeli apapun yang kamu inginkan, karena alat pembayaran yang diterima di sana hanyalah koin bambu yang disediakan pihak pasar.

Jangan khawatir, koin bambu bisa kamu dapatkan dengan cukup murah. Hanya Rp2000, 00 saja per koin.

4. Ada Alunan Gamelan

Foto: evazahra.com

Alunan gamelan yang dibawakan oleh bapak-bapak berseragam beskap dan blangkon ini membuat suasana makin tentram. Kamu bisa jadi betah berlama-lama di sana karena terhibur oleh alunan musik tradisional ini.

5. Tempat Belanjaan adalah Keranjang Bambu

Foto: jateng.tribunnews.com

Di sana, belanjaan kita tidak diwadahi kantong plastik, melainkan keranjang bambu. Bagus juga untuk mengurangi pemakaian plastik yang limbahnya sudah cukup memusingkan ini.

Itulah keunikan yang ada di Pasar Papringan, Guys. Bagaimana, sudahkah mengagendakan untuk berkunjung ke sana?