Hallo, Takaiters!

Bila kamu melihat seseorang dengan ciri fisik berkulit putih alias bule, berambut pirang, berhidung mancung, lalu bermata biru atau coklat, apa yang kamu pikirkan tentangnya? Tentu kamu akan berpikir bahwa dia adalah seseorang dengan ras kaukasoid, alias orang yang berasal dari Eropa, atau negara-negara di barat sana.

Namun, ternyata di Indonesia ada, lho, sebuah daerah yang penduduknya memiliki ciri-ciri seperti tersebut diatas. Daerah tersebut tepatnya, berada di Kecamatan Lamno, yang terletak di daerah pesisir barat Aceh. Penasaran tentang mereka? Yuk, simak bersama, 5 fakta berikut ini.

1. Bergaris Keturunan Portugis

Mungkin kamu berpikir, bahwa penduduk daerah ini adalah masyarakat yang secara genetika memiliki kekurangan produksi melanin, atau lebih dikenal sebagai albinisme atau albino. Bila berpendapat demikian, maka kamu salah, Guys! Mereka ternyata memang memiliki garis keturunan dari orang-orang Portugis  zaman perang dulu, yang terdampar di Aceh.

Menurut sejarah, orang-orang Portugis itu banyak yang memutuskan beragama Islam, lalu, menyunting gadis-gadis asli Lamno, hingga mereka memiliki banyak keturunan. Keturunan-keturunan mereka itulah yang menjadi cikal bakal penduduk Lamno, sekarang.

2. Populasi yang Semakin Menurun

Kecamatan Lamno, yang terdiri dari beberapa desa yang masih masuk dalam Kerajaan Daya, dulu memiliki populasi “bule” yang cukup banyak. Namun, ketika bencana Tsunami di Aceh pada tahun 2004, sekitar 60 persen penduduk kecamatan ini hilang atau meninggal. Sehingga hanyak tersisa sedikit penduduk Lamno yang tersebar di beberapa desa saat ini.

3. Menutup Diri dari Dunia Luar

Takaiters, menjadi sebuah aturan tak tertulis di dunia ini tampaknya, bila sekelompok orang yang berbeda dengan kelompok lain, maka akan dianggap minoritas bagi kelompok lainnya. Begitu juga dengan para “bule” di kawasan Lamno, Aceh, ini.

Sering menjadi pusat perhatian, karena orang-orang sebenarnya mengagumi kecantikan mereka, rupanya membuat penduduk berkulit putih ini, merasa jengah. Sehingga, mereka lebih nyaman bila hidup berkelompok dengan sangat bersahaja, dengan sesama mereka saja. Itulah sebabnya, betapa sulit untuk dapat menemui serta berbicara dengan mereka.

4. Muslim yang Taat

Walau memiliki ciri fisik serupa dengan orang-orang Eropa, mereka tetaplah orang Aceh yang hidup berdasarkan hukum Islam. Kehidupan sederhana seperti masyarakat desa di Aceh pada umumnya, itulah yang sejak dulu dilakukan serta diajarkan oleh nenek moyang mereka. Maka, jangan bermimpi untuk melihat warna rambut gadis-gadis di sana, ya, Guys. Mereka sangat menjaga hijab mereka, sesuai dengan syariat Islam.

5. Kecantikan Gadis Lamno, Memikat Banyak Pemuda Aceh

Memiliki kulit putih, bermata biru atau coklat muda, membuat gadis-gadis Lamno, terlihat sangat cantik. Maka tak heran, bila kemudian banyak pemuda Aceh yang ingin menyunting mereka. Tidak sedikit, lho, Guys, pemuda Aceh yang datang ke desa-desa di Lamno, bahkan sampai menetap disana. Mereka berharap dapat menyunting gadis-gadis dari wilayah tersebut.

Bagaimana, Guys? Tertarik untuk menyunting gadis-gadis bule di sana? Cobalah berkunjung ke Lamno, siapa tahu, kamu dapat mengambil hati salah satu dari mereka.