Halo, Takaiters!

Puasa yang dilakukan selama bulan Ramadan membuat buka puasa dan sahur menjadi momen yang tak bisa terlewatkan. Lain halnya dengan buka puasa yang dinantikan waktunya, waktu sahur seringkali sulit dilakukan mengingat waktu sahur yang berkisar antara pukul 3 dan pukul 4 pagi.

Waktu tersebut merupakan waktu yang sulit untuk bangun dan bisa dibilang sebagai jam yang nikmat untuk tidur. Oleh karena itu, banyak dari kita yang kembali tidur setelah makan sahur dan salat Subuh. Namun, tahukah kamu bahaya yang ditimbulkan dari tidur setelah sahur ini? Yuk, simak penjelasan berikut ini!

Risiko Kenaikan Berat Badan

Foto: trubus.id

Dampak yang paling sering terjadi adalah kenaikan berat badan. Kebiasaan tidur setelah makan tentunya akan membuat hal ini semakin mudah terjadi. Kalori yang dikonsumsi lebih banyak dari yang dibakar atau dikeluarkan membuat kenaikan berat badan sering terjadi terutama di bulan Ramadan ini. Penyebab lainnya yakni kurangnya aktivitas fisik yang menyebabkan lemak menimbun dalam tubuh.

Gastro-esophageal Reflux Disease (GERD)

Foto: alodokter.com

GERD dapat terjadi karena katup antara lambung dan kerongkongan tidak menutup sepenuhnya. Hal ini biasanya disebabkan oleh pengaruh gravitasi yaitu perubahan posisi menjadi telentang.

Posisi ini akan menyebabkan makanan yang belum sepenuhnya dicerna di lambung mudah naik ke kerongkongan yang bisa memicu asam lambung jika dibiarkan dalam waktu yang lama. Panas di dada dan tenggorokan, mual, bersendawa, dan mulut pahit adalah gejala yang menunjukkan refluks.

Asam Lambung Meningkat

Foto: yawmiyati.com

Peningkatan asam lambung juga bisa kamu alami jika kamu langsung tidur setelah makan sahur. Gejala yang dirasa saat asam lambung naik yakni nyeri di sekitar lambung atau perut kiri atas atau bisa juga terasa sensasi panas di dada.

Gangguan Kualitas Tidur

Foto: unsplash.com

Rasa kenyang yang timbul setelah makan sahur akan menyebabkan rasa kantuk. Namun, gangguan yang terjadi akibat tidur setelah makan sahur ini justru akan membuatmu tidak nyaman, seperti sakit perut, kembung hingga menimbulkan rasa nyeri dan tidak nyaman. Hal ini justru akan membuatmu gelisah hingga mudah terbangun saat tidur.

Peningkatan Risiko Strok

Foto: medicalnewstoday.com

Menurut sebuah penelitian, Ketika tubuh bekerja keras mencerna makanan dan jika kamu tidur setelah makan, ada kemungkinan peningkatan tekanan darah, gula darah, dan kadar kolesterol yang mengarah pada peningkatan risiko terkena strok.

Menu makan sahur yang kamu konsumsi akan membutuhkan waktu cerna di dalam tubuh setidaknya tiga jam sampai makanan turun sempurna ke lambung. Jika kamu tidur kurang dari waktu cerna, maka akan berdampak pada sistem pencernaan dan penyerapan nutrisi dalam tubuhmu. Jika kamu akan pergi tidur setelah makan sahur, setidaknya tunggu sampai 3 jam setelahnya dan ada baiknya mengusahakan untuk tetap aktif selama 3 jam tersebut setelah makan sahur.