Hai, Takaiters!

Istilah takjil sudah tidak asing lagi bagi kamu bukan? Yup, selama ini takjil lebih dikenal dengan makanan pembuka puasa, padahal arti sebenarnya dari kata takjil yang dalam bahasa arab disebut ‘ajila adalah menyegerakan.

Jadi, takjil adalah menyegerakan untuk berbuka puasa. Nabi Muhammad saw. menganjurkan umatnya yang berpuasa untuk menyegerakan berbuka ketika waktu berbuka tiba. Beliau biasanya berbuka dengan rhutab (kurma muda) atau dengan tamr (kurma matang) jika tidak ada keduanya, Nabi Muhammad saw. hanya meneguk beberapa teguk air saja sebelum magrib.

Seiring berkembangnya zaman, hidangan pembuka puasa atau takjil pun selalu disiapkan oleh mereka yang berpuasa. Beragam hidangan takjil mulai dari yang manis, gurih, ataupun yang segar-segar banyak dijumpai saat bulan Ramadan. Mereka yang berpuasa akan membayangkan nikmatnya menyantap takjil yang lezat. Takjil pun menjadi salah satu hal yang istimewa saat bulan Ramadan tiba.

Berbagi takjil juga sangat dianjurkan lo, Guys. Mau tahu kenapa? Simak, ya.

Mendapatkan Pahala Sama Seperti Orang yang Berpuasa

Source: purpose.firstservice.com

Orang yang memberikan takjil atau makanan kepada orang yang sedang berpuasa maka pahalanya sama seperti orang yang sedang berpuasa tersebut. Seperti dalam sebuah hadis Rasullullah saw. bersabda Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga. (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Salah Satu Bentuk Ibadah yang Dianjurkan

Source: foodindustryexecutive.com

Berbagi takjil merupakan salah satu bentuk ibadah sunah yang sangat dianjurkan. Seperti juga dalam sabda Rasulullah saw. “Maka barangsiapa memberi makanan pada 36 orang yang berpuasa setiap tahun, maka seakan-akan ia puasa satu tahun (karena kebaikan dilipatgandakan pahalanya sepuluh kali). Dan barang siapa memperbanyak memberi takjil atau makan dan minum orang-orang yang berpuasa atas dasar niat ini, Allah mencatat baginya puasa berabad-abad dan bertahun-tahun.” Jadi, jelaslah bahwa berbagi takjil dengan niat ikhlas karena Allah akan mendatangkan pahala yang berlipat.

Melatih Bersedekah

Foto: republika.co.id

Berbagi takjil kepada mereka yang kurang mampu ataupun dengan memberikannya di masjid-masjid untuk para jamaah ataupun musafir yang berpuasa dengan tidak langsung akan melatih diri untuk ikhlas bersedekah. Dalam islam sendiri bersedekah sangat dianjurkan karena pahalanya tidak akan putus.

Memupuk Kepedulian Sosial

Foto: berita24.id

Tidak hanya sebagai bentuk ibadah manusia kepada Tuhannya, tetapi dengan membiasakan berbagi takjil juga akan memupuk jiwa kepedulian sosial terhadap sesama. Jiwa kepedulian yang semakin tergerus oleh peradaban sudah seyogyanya di tumbuhkan kembali dan dilestarikan hingga anak cucu nanti.

Takaiters, ayo berlomba-lomba mencari keberkahan dengan berbagi takjil, mumpung masih Ramadan, nih, bulan yang penuh berkah untuk bersedekah. Tunggu apa lagi?