Hallo, Takaiters!

Mobil merupakan salah satu moda transportasi favorit warga Jerman. Kebanyakan mereka lebih memilih moda ini untuk liburan keluarga. Selain karena flexibilitas yang tinggi, Jerman memiliki jalan bebas hambatan (Autobahn) yang menghubungkan kota-kota lain di Jerman dan Eropa.

Sampai saat ini, terdapat lebih dari 130.000 km jaringan jalan bebas hambatan di Jerman. Sebagai contoh, perjalanan dari ibu kota Jerman, Berlin, yang berjarak 655 km dengan Amsterdam, Belanda, dapat ditempuh dalam waktu 6 sampai 7 jam perjalanan. Cepat, ya!

Namun, walaupun ada banyak jalan bebas hambatan bukan berarti berkendara di Jerman adalah suatu hal yang mudah. Kamu memerlukan keahlian dan keberanian yang tinggi karena pengemudi di Jerman termasuk pengemudi yang agresif. Mereka suka sekali mengemudi dengan kecepatan tinggi, apalagi dibeberapa ruas jalan bebas hambatan (Autobahn) tidak ada batas kecepatan.

Dan inilah hal-hal ekstrem yang bisa kamu rasakan ketika berkendara di Jerman

1. Mobil Bisa Melaju sampai Batas Kemampuan Mobil Tersebut

Foto: dw.com

Tahukah kamu, dibeberapa ruas jalan bebas hambatan di Jerman tidak ada batas kecepatan sehingga mobil bisa melaju sampai batas kemampuan mobil tersebut. Jadi, untuk meningkatkan keselamatan berkendara, pemerintah Jerman menetapkan rekomendasi kecepatan di beberapa ruas jalan. Misalnya 130 kmh (kilometer per hour) di jalan yang lurus atau 80 kmh di tikungan dan jembatan. Namun, diruas jalan tanpa rekomendasi batas kecepatan, kamu bisa melaju secepat apapun.

2. Mendahului Mobil Lain Menggunakan Lajur Kiri dan Harus dengan Cepat Kembali ke Lajur Kanan

Foto: ardisfamily.blogspot.com

Jika kamu pendatang baru, sebelum mengemudi di jalan bebas hambatan (Autobahn), kamu harus tahu aturan-aturan mengemudi di Jerman. Ketika mengemudi lebih lambat atau setara dengan 80 kmh, kamu harus mengunakan lajur yang paling kanan, yaitu jalur truk dan kendaraan gandeng. Lajur kiri hanya digunakan untuk menyalib kendaraan lain dan kemudian harus secepat mungkin bergeser ke lajur kanan jika sudah selesai menyalib.

Kemampuan mengkalkulasi kecepatan sangat dibutuhkan,  Takaiters. Selain itu, kamu juga harus bisa membaca marka jalan dan terbiasa membaca informasi jalan dengan cepat, tidak boleh ada kesalahan ketika mengemudi di jalan bebas hambatan.

3. Mengendarai Mobil di Wilayah Pemukiman Menjadi Tantangan Tersendiri

Foto: parkingmadrid.com

Selain mengemudi di jalan bebas hambatan, hal yang membuat pengalaman menyetir di Jerman berbeda dengan Indonesia adalah ketika kamu menemui jalan yang sangat sempit di wilayah pemukiman. Batas kecepatan yang digunakan memang hanya 30 kmh, tetapi jalan di pemukiman sangat sempit. Biasanya bagian kanan jalan dipakai untuk parkir parallel penduduk setempat.

4. Pada Situasi Macet, Pengemudi Wajib Menyediakan Jalur Emergency untuk Ambulance

Foto: bogor.tribunnews.com

Jika kamu mendengar suara ambulance saat berkendara, kamu harus cepat mengantisipasi arah datangnya ambulance tersebut dan bergeser ke kiri atau ke kanan jalan. Pada situasi macet, pengemudi wajib menyediakan jalur emergency (Rettungsgasse). Kamu akan terkena denda jika tidak mengikuti aturan ini, lo.

Nah, itulah beberapa hal ekstrim yang bisa kamu temui saat mengendarai mobil di Jerman. Tapi jangan khawatir, Takaiters, warga Jerman dapat diacungin jempol dengan ketertiban mereka mengemudi, kok. Semoga bermanfaat.