Hai, Takaiters!

Hari Raya adalah perayaan atau hari besar agama yang selalu dinanti oleh seluruh umat beragama di dunia. Untuk umat muslim, ada dua hari raya yang selalu ditunggu kedatangannya, salah satunya yaitu Iduladha.
Pada dasarnya perayaan Iduladha di semua daerah di Indonesia sama, yaitu menyembelih hewan kurban seperti sapi atau kambing, kemudian daging hewan tersebut dibagikan ke orang-orang yang dianggap tidak mampu.

Tapi, Guys, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi unik dalam menyambut dan merayakan Iduladha. Apa saja, sih, yuk simak ulasan di bawah ini.

1. Grebeg Gunungan di Yogyakarta

Tradisi Iduladha
Foto: hipwee.com

Ritual ini sudah dilakukan para penghuni Keraton sejak puluhan tahun lalu, dan menjadi tradisi tahunan keraton Yogyakarta. Tiga buah gunungan grebeg diarak di atas kuda dengan dikawal dua prajurit kerajaan.

Dari arah Keraton membentuk arak-arakan melewati alun-alun utara menuju masjid. Setelah di bacakan doa satu buah gunungan lanangan dan dua gunungan putri menjadi incaran para warga. Gunungan yang diperebutkan konon bisa mendatangkan berkah seperti yang diceritakan oleh para leluhur. Tradisi grebeg gunungan ini sudah berjalan secara turun- temurun.

2. Tradisi Manten Sapi di Pasuruan

Tradisi Iduladha
Foto: surabaya.tribunnews.com

Di Pasuruan, Jawa Timur ada tradisi idul adha yang unik yaitu manten sapi atau pengantin sapi, tradisi ini cara warga untuk menghormati hewan kurban. Layaknya seperti sepasang pengantin, sapi-sapi ini akan dirias semenarik mungkin. Sapi yang akan disembelih, dikalungi rangkaian bunga tujuh rupa agar terlihat layak seperti pengantin. Kemudian, tubuh para binatang yang akan disembelih ini ditutupi dengan sehelai kain putih.

Setelah proses menghias sapi sudah selesai, sapi-sapi tersebut diarak oleh warga menuju masjid untuk diserahkan ke panitia kurban. Selain itu, para ibu-ibu juga ikut meramaikan dengan membawa peralatan dapur untuk persiapan penyembelihan hewan tersebut, seru, ya, Guys.

3. Tradisi Apitan di Semarang

Foto: alif.id

Tradisi menjelang idul adha selanjutnya yaitu dikenal dengan istilah sedekah bumi apitan. Tradisi ini dilakukan dengan mengarak tumpeng dan hasil bumi di jalan raya. Hal ini bertujuan sebagai bentuk rasa syukur mereka kepada Allah atas limpahan rezeki kepada mereka.

Biasanya tradisi apitan dilaksanakan di kantor kelurahan dan diakhiri dengan pembacaan doa bagi keselamatan seluruh warga. Bentuk syukur itu disimbolkan dengan arak-arakan hasil bumi yang disusun bertumpuk, seperti misalnya padi, cabe terong, jagung, tomat, kacang panjang, timun, dan wortel. Dilanjutkan dengan warga yang berebut untuk mendapatkan hasil bumi yang disusun membentuk gunungan.

Nah, itulah tradisi unik untuk menyambut hari raya Idhuladha di Jawa. Di daerah kamu bagaimana penyambutanya, Guys.