Hai, Takaiters!

Siapa yang tak tahu WhatsApp, salah satu aplikasi yang banyak digandrungi orang untuk berkomunikasi. Hadirnya aplikasi ini, tentu sangat membantu kita untuk tetap terhubung dengan sanak keluarga nun jauh di sana. Hadirnya WhatsApp pun menggeser pola komunikasi lewat pesan singkat atau yang lebih dikenal dengan sebutan SMS (Short Message Service).

Dulu, orang mengunakan SMS untuk bisa tetap terhubung dengan sanak keluarga maupun mengetahui kabar keluarga di kampung. Kini, kegitan itu mulai ditinggalkan. Orang-orang sudah beralih dari SMS-an ke chattingan menggunakan aplikasi chatting seperti WhatsApp.

Dengan menggunakan aplikasi ini, kita bisa tahu dengan cepat apakah pesan yang dikirim sudah sampai atau belum. Pun, kita bisa tahu apakah pesan yang dikirim dibaca atau tidak. Selain itu, keunggulan WhatsApp yang lain adalah kita bisa melakukan video call untuk mengetahui keadaan keluarga secara langsung. Tentu hal itu tak dapat dilakukan jika menggunakan SMS. Sayangnya, ada beberapa fitur dari aplikasi ini yang kadang tidak digunakan secara bijak. Berikut fitur-fitur tersebut.

Mensetting Ceklis menjadi Abu-Abu

Foto: Pixabay.com

Sebagian orang mungkin sudah familier dengan fitur satu ini. Ya, fitur untuk mengubah ceklis biru menjadi abu-abu. Ceklis dua biru menandakan pesan telah dibaca, sedangkan ceklis dua abu-abu menandakan kalau pesan sudah sampai. Namun, ceklis dua abu-abu pada fitur ini berbeda. Jika seseorang mengaktifkan fitur ini, maka baik si pengirim maupun penerima pesan tidak akan bisa tahu apakah pesannya dibaca atau tidak.

Sebagian orang menggunakannya dengan alasan sibuk atau demi menjaga privasi, tetapi, menurut penulis hal tersebut agak kurang etis. Sebab, yang namanya komunikasi harus terjadi setidaknya dua arah. WhatsApp hadir sebagai solusi agar berkomunikasi bisa dilakukan secara cepat dan efisien. Jika mengaktifkan fitur ceklis abu-abu, tentu komunikasi akan sedikit terganggu karena masing-masing pihak tak bisa mengetahui pesannya telah dibaca. Ini seperti dua orang yang sedang mengobrol, tetapi keduanya sibuk dengan hp masing-masing. Bukankah hal itu kurang etis?

Menyembunyikan Last Seen (Terakhir Dilihat)

Foto: Pixabay.com

Fitur last seen (terakhir dilihat) berfungsi agar kita tahu kapan seseorang itu online menggunakan WhatsApp. Jadi, kita bisa mengetahui waktu-waktu seseorang itu online sehingga bisa mengatur waktu komunikasi di saat ia memang sedang online. Jika fitur ini disembunyikan, tentu kita tidak bisa mengetahui kapan orang itu aktif. Pun, kita jadi ragu-ragu untuk mengirim pesan. Khawatir kalau sedang tidak aktif atau kita merasa takut mengganggu.

Menyembunyikan Foto Profil

Foto: Unsplash.com

Fitur ini bisa digunakan jika ada seseorang yang menyimpan nomor kita, tetapi kita tak menyimpan nomor dia. Alhasil, jika fitur ini diaktifkan, dia tak bisa melihat foto profil kita. Hanya siluet berwarna putih. Fitur ini jika digabungkan dengan dua fitur di atas, maka seolah-olah akun WhatsApp kita sudak tidak aktif lagi atau dianggap telah ganti nomor. So, repot kan jika ada seseorang yang ingin mengirim pesan dan penting? Kita bakalan tak tahu ada informasi penting.

Bagaimana jika ada keluarga yang sakit? Tentu, mereka jadi ragu ingin mengabari. Gawat, kan? kita juga yang bakal repot jadinya. Betul?

Nah, itulah 3 fitur Whatsapp yang kadang disalahgunakan. Bijaklah dalam menggunakan fitur yang ada agar komunikasi bisa tetap harmonis.