Halo, Takaiters!

Bahagia sekali rasanya tahun ini kita masih dipertemukan dengan bulan suci Ramadan. Dibulan yang penuh rahmat ini Allah janjikan untuk melipatgandakan pahala, Masyaallah. Nah, Takaiters, seharusnya momen ini benar-benar bisa kita manfaatkan. Jangan sampai kesibukan dan hiruk-pikuk dunia membuat kita terlena dan melewatkan kesempatan untuk mendulang pahala sebanyak-banyaknya. Boleh sibuk bekerja, boleh sibuk menuntut ilmu, pun boleh sibuk mengurus anak. Namun, bukan berarti kita lupa kepada Sang Pemilik Hidup. Ibadah jadi terlewatkan, malah kadang perkara wajib menjadi terbengkalai. Konon lagi melakukan amalan sunah. Bisa jadi kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang merugi. Jangan sampai, ya, Takaiters!

Di dalam bulan suci Ramadan ini, ada baiknya kita introspeksi diri, kuatkan niat untuk mendekatkan diri pada Allah diiringi dengan niat untuk meningkatkan nilai ibadah.

Berikut ini 6 tips jitu yang bisa Takaiters coba agar di tahun ini bisa memanfaatkan momen bulan suci Ramadan dan menjadi pribadi yang berkualitas di mata Allah.

1. Paksakan Diri untuk Beribadah

Foto: saioi.net

Sebagai manusia biasa, terkadang kita tidak luput dari rasa malas, termasuk malas beribadah. Misal, ketika azan salat subuh berkumandang, mata masih terpejam, badan masih tetap meringkuk di dalam selimut.

Takaiters, setiap kali rasa malas itu menghampiri, lawan rasa malas itu. Paksakan diri untuk beribadah, terutama untuk perkara-perkara wajib. Setiap kali malas dan keinginan menunda-nunda ibadah, ingat dosa dan kehidupan akhirat. Karena tujuan akhir kita adalah di sana. Dari yang awalnya terpaksa, lama kelamaan akan terbiasa dan merasa sedih jika meninggalkannya.

2. Dekatkan diri pada Lingkungan yang Senang Beribadah

Foto: twitter.com

Takaiters, tidak ada salahnya di tengah kesibukan duniawi, kita tetap teguh dalam melakukan ibadah. Carilah lingkungan yang bisa mendekatkan diri kepada Allah. Lingkungan yang bisa membawa kepada kebaikan. Salah satu caranya adalah berteman dengan orang baik, yang mau mengingatkan kita untuk beribadah dan menjauhi segala bentuk keburukan.

Contoh sederhananya, teman yang mengingatkan kita untuk salat duha di pagi hari. Tidak hanya mengingatkan, namun juga melakukannya bersama di kantor. Masyaallah, indahnya persahabatan seperti ini.

3. Selalu Bersyukur dan Memperbanyak Istigfar

Foto: aswaja.com

Bersyukur dan istigfar adalah dua hal yang harus dilakukan setiap saat. Bersyukur karena Allah masih memberikan hidup dan kesehatan di bulan suci Ramadan tahun ini agar kita senantiasa semangat dalam melakukan ibadah.

Kebayang, enggakTakaiters, kalau seandainya kita sakit, belum tentu kita bisa maksimal dalam beribadah. Oleh karena itu, manfaatkanlan kesempatan yang ada sekarang. Diiringi dengan selalu beristigfar, memohon ampunan, dan meminta pertolongan pada Allah agar hati selalu dilembutkan dalam mengerjakan ibadah.

4. Jangan Pernah Melupakan Al-Qur’an

Foto: belitung.tribunnews.com

Takaiters, waktu setengah jam yang kita gunakan untuk membaca dan mempelajari Al-Qur’an jauh lebih berharga dari sekadar membuka facebook, instagram, atau media sosial lainnya. Kadang hati ini lebih condong pada benda kecil ciptaan manusia daripada Al-Qur’an yang Allah turunkan sebagai pedoman hidup.

Takaiters, walaupun saat ini sudah memasuki pekan kedua Ramadan, tidak ada salahnya untuk menguatkan niat membaca Al-Qur’an setiap hari. Pernah dengar, dong, one day one juz. Jika terasa berat, satu hari satu lembar saja. Jangan pernah meninggalkan membaca Al-Qur’an setiap hari. Toh, di zaman modern sekarang ini, sudah ada Al-Qur’an digital yang bisa kita unduh di smartphone sehingga memudahkan kita membaca di mana saja dan kapan saja.

5. Kekuatan Doa

Foto: khazanahrepublika.co.id

Takaiters, begitu mulianya bulan suci Ramadan. Pintu kebaikan terbuka lebar, Allah lipat gandakan pahala. Momen ini juga bisa kita gunakan untuk senantiasa berdoa kepada Sang Maha Pengasih dan Penyayang. Mohon kebaikan untuk diri kita, keluarga, hingga untuk bangsa dan negara. Banyak waktu mustajab yang Allah siapkan untuk berdoa. Terkadang, ketika ada mau pada manusia kita harus merayu, apalagi pada Allah. Perbanyak doa dan permintaan kepada Allah, tentunya diiringi dengan meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan kita.

6. Jangan Pernah Merasa Puas dengan Kebaikan yang Telah Dilakukan

Foto: mualaf.com

Takaiters, semoga kita dijauhkan dari sifat ini. Merasa puas apalagi sombong dengan semua kebaikan yang kita lakukan. Padahal kita sebagai manusia biasa jauh dari kesempurnaan. Bisa jadi sifat puas ini akan menimbulkan penyakit ujub hingga malas beribadah. Tidak ada salahnya jika kita melupakan setiap kebaikan yang pernah kita lakukan. Namun sebaliknya, cobalah untuk senantiasa memperbaiki diri dan kualitas ibadah. Dengan begitu, kita selalu berusaha memperbaiki diri dan tidak pernah puas untuk selalu berbuat baik.

Nah, Takaiters, semoga kita bisa memanfaatkan momen bulan suci Ramadan yang tersisa ini untuk menjadi pribadi yang berkualitas. Kita semua berharap agar puasa yang kita jalani tidak hanya sekadar menahan haus dan lapar, lebih dari itu kita menjadi pribadi berkualitas.