Hai, Takaiters!

Tak terasa, ya, Takaiters, bulan Ramadan atau yang lebih dikenal dengan bulan puasa sudah di depan mata. Sudah menyiapkan apa saja, nih, buat sambut bulan puasa? Masyarakat muslim di Indonesia selalu antusias dalam menyambut datangnya bulan suci ini. Bahkan, tak sedikit yang menggelar sejumlah acara tertentu berbentuk tradisi unik untuk menyambut bulan puasa.

 

Meski bukan negara Islam, mayoritas masyarakat Indonesia memang menganut agama Islam. Masing-masing daerah biasanya memiliki kebiasaan tersendiri dalam menyambut datangnya bulan penuh berkah tersebut. Tradisi tersebut memiliki satu tujuan sebagai ucapan syukur bahwa bulan Ramadan akan segera tiba.

Berikut ini ada beberapa tradisi unik dari berbagai daerah di Indonesia dalam rangka menyambut bulan puasa.

Tradisi Unik Meugang di Kalangan Masyarakat Aceh

Hasil gambar untuk tradisi meugang aceh
Foto: okezone.com

Tradisi unik untuk sambut datangnya bulan Ramadan di Serambi Mekah ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Tradisi ini bermula pada masa Kerajaan Aceh dalam pimpinan Sultan Iskandar Muda. Pada masa itu, Sultan Iskandar Muda melakukan pemotongan hewan ternak dalam jumlah besar yang kemudian membagi-bagikannya kepada seluruh masyarakat.

Hewan ternak yang disembelih dalam tradisi Meugang pun beragam seperti sapi, kambing, serta ayam. Masyarakat Aceh biasanya memasak daging tersebut kemudian membawanya ke masjid untuk dinikmati bersama kerabat, keluarga, serta anak yatim piatu. Tradisi tersebut menjadi suatu ungkapan syukur karena diberi kesempatan selama sebelas bulan mencari nafkah dan bertemu dengan bulan puasa.

Sebenarnya tradisi Meugang di Aceh di gelar sebanyak 3 kali yaitu pada saat menjelang bulan puasa, Idulfitri, serta Iduladha. Waktu pelaksanaan tradisi Meugang sendiri beragam. Masyarakat pedesaan kebanyakan menggelar acara ini satu hari menjelang bulan puasa. Sedangkan masyarakat kota umumnya melaksanakan acara ini dua hari sebelum bulan puasa.

Balimau Tradisi Unik Masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat

Hasil gambar untuk tradisi balimau minangkabau
Foto: ngeksplore.com

Beda daerah biasanya akan berbeda pula tradisinya. Bila di Aceh masyarakatnya menyambut bulan puasa dengan menggelar Meugang, maka masyarakat Minangkabau di Sumatera Barat memiliki tradisi unik yang dikenal dengan Balimau. Tradisi Balimau ini merupakan suatu ritual mandi memakai jeruk nipis baik di tempat pemandian ataupun kawasan aliran sungai.

Tradisi ini bermula karena adanya keinginan untuk membersihkan diri saat menjelang bulan Ramadan. Jeruk nipis digunakan dalam tradisi mandi ini karena sudah dipakai sejak belum ada sabun. Inilah mengapa jeruk nipis yang oleh masyarakat Sumatera Barat dikenal dengan limau ini dijadikan pilihan untuk membersihkan diri ketika mendekati bulan puasa.

Masyarakat Betawi Jakarta Sambut Bulan Puasa dengan Menggelar Tradisi Nyorog

Foto: merahputih.com

Masyarakat Betawi di Jakarta juga memiliki tradisi unik dalam rangka menyambut datangnya bulan Ramadlan. Tradisi tersebut dikenal dengan istilah Nyorog. Dalam tradisi ini biasanya orang yang lebih muda membawakan makanan khas Betawi kepada yang lebih tua untuk dinikmati bersama. Tradisi ini dipercaya sebagai ungkapan untuk saling mengingatkan bahwa bulan puasa akan segera tiba.

Namun sayangnya, tradisi ini sudah hampir punah dan kini mulai tergantikan dengan berbagi bingkisan seperti kue, sembako, sirup, ataupun lainnya yang mana ini bukanlah ciri khas dari makanan Betawi.

Tradisi Unik Perlon Unggahan bagi Masyarakat Banyumas, Jawa Tengah

Foto: inovasee.com

Tradisi Perlon Unggahan merupakan sebuah tradisi unik dalam rangka menyambut datangnya bulan puas bagi masyarakat Desa Pekuncen, Jatiwalang, Banyumas, Jawa Tengah. Tradisi ini biasanya dilakukan sekitar satu minggu jelang puasa dan telah dilakukan sejak ratusan tahun silam.

Perlon Unggahan merupakan sebuah ritual ziarah kubur ke makam Bonokeling tanpa menggunakan alasa kaki sambil membawa nasi ambeng. Para pengikut tradisi ini biasanya akan berjalan kaki dari Cilacap dan melintasi perbukitan yang memisahkan antara Cilacap dan Banyumas sekitar 30 kilometer.

Sesampai di makam Bonokeling maka akan diadakan doa bersama yang dipimpin  oleh enam kasepuhan yaitu Kasepuhan Kyai Mejasari, Kyai Padewira, Kyai Padawitama, Kyai Wiryatpada, Kyai Wangsapada, dan Kyai Naya Leksana. Setelah doa bersama maka akan digelar makan besar yang diramaikan warga sekitar. Hidangan makanannya pun sangat beragam mulai serundeng sapi, sayur kuah, serta nasi bungkus. Dalam tradisi ini biasanya juga ada perebutan makanan yang diyakini akan menambah berkah dalam menjalani bulan puasa.

Megengan Tradisi Sambut Ramadlan di Jawa Timur

Hasil gambar untuk tradisi megengan
Foto: nusantara.news

Tradisi unik sambut bulan Ramadan ini biasanya dilakukan masyarakat Jawa Timur seperti Surabaya, Madiun, Tuban, dan Malang. Dalam tradisi ini, masyarakat akan makan bersama dengan sanak saudara serta kerabat dengan melakukan kenduri di musala. Selain itu, dalam tradisi ini juga akan dilakukan ziarah kubur ke makam keluarga. Sayangnya, tradisi ini kini mulai punah. Kebanyakan masyarakat pedesaan yang masih rutin menggelar tradisi ini dalam menyambut bulan Ramadan.

Sebenarnya masih banyak tradisi unik dari berbagai daerah lain yang ada di Indonesia dalam menyambut datangnya bulan puasa mengingat budaya negara ini yang begitu kaya. Tradisi ini merupakan warisan leluhur yang sudah sepatutnya dijaga serta dilestarikan. Kira-kira tradisi seperti apa yang masih ada di kawasan kamu saat jelang bulan Ramadan?