Halo, Takaiters!

Tahukah kamu bahwa sekitar 8,8 juta metrik ton plastik terbuang ke laut setiap tahunnya? Selain itu, plastik membutuhkan waktu hingga 700 tahun untuk dapat terurai sehingga para peneliti memperkirakan bahwa di tahun 2050, akan ada lebih banyak plastik di laut daripada ikan.

woman-collecting-plastic-bottle-garbage
Foto: freepik.com

Plastik memang merupakan salah satu komponen yang menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Selain praktis dan murah, plastik memiliki sifat fleksibel dan dan dapat dimanfaatkan menjadi apa saja, di antaranya botol minuman kemasan.

Menggunakan botol minum refillable alias botol yang dapat diisi ulang adalah cara yang lebih ramah lingkungan. Namun, air kemasan yang instan selalu dibutuhkan karena dianggap lebih praktis. Untuk itu, kita membutuhkan alternatif pengganti plastik untuk air minum kemasan. Salah satunya adalah boxed water.

Boxed water adalah air minum dalam kemasan yang menggunakan bahan dasar kertas karton. Yang menjadi pelopor pertama kali adalah brand Boxed Water Is Better. Yuk, simak 3 fakta menarik tentang boxed water berikut ini.

1. 74% Terbuat Dari Kertas

Boxed Water Between Bottled Water
Foto: citylab.com

Berbeda dari air kemasan pada umumnya yang biasa menggunakan bahan kaca atau plastik, boxed water menggunakan kemasan dari bahan kertas. Bukan hanya sekadar kertas biasa, tetapi kertas yang digunakan adalah kertas karton yang tebal.

Salah satu brand yang terkenal adalah Boxed Water Is Better. Yang menarik, kertas kotak kemasan dari brand Boxed Water Is Better diperoleh dari sustainable forest, yaitu hutan buatan yang berkelanjutan. Hutan ini memang difungsikan untuk memanen pohon sehingga  dijamin tidak ada hutan lindung ataupun hutan alami yang ditebang untuk memproduksi kertas kemasan boxed water ini.

2. 100% Dapat Didaur Ulang

Boxed Water
Foto: bevnet.com

Oleh karena terbuat dari kertas, tentu saja kemasan air boxed water ini 100% dapat didaur ulang (recycleable). Secara struktur, satu kemasannya terdiri dari 74% kertas, 20% plastik, dan 6% aluminium. Meski terdapat plastik dan aluminium, tetapi kedua komponen tersebut lebih sedikit bagiannya dan masih dapat didaur ulang.

Setelah ketiga bagian utama dari kemasan tersebut dipisahkan, kemasan dapat didaur ulang menjadi kemasan air kembali, ataupun diguna ulang menjadi produk lainnya. Contohnya, sampah paperboard alias kertas karton dari kemasan minuman ini dapat diubah menjadi material bangunan seperti ubin untuk langit-langit.

3. Memiliki Jejak Karbon Lebih Kecil

Foto; unsplash.com

Jejak karbon adalah total emisi yang dihasilkan dari suatu aktivitas oleh seseorang atau suatu pihak, yang dinyatakan dalam senyawa karbon dioksida ekuivalen. Dibandingkan air kemasan botolan, air kemasan dalam kotak jauh lebih ramah lingkungan karena memiliki jejak karbon yang lebih kecil.

Hal ini karena kemasan botol plastik yang umumnya terbuat dari minyak mentah dapat mengemisikan gas rumah kaca yang berdampak pada ozon. Sedangkan bahan kemasan yang terbuat dari kertas dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil dan minyak mentah, sehingga dapat mengurangi dampak bagi lapisan ozon.

Selain itu, desain kemasannya yang berbentuk kotak membantu menghemat ruang pengemasan dan pengepakan. Sehingga proses pengangkutan air kemasan dalam kotak bisa lebih efisien dibanding air kemasan dalam botol. Otomatis, bahan bakar fosil yang digunakan dalam proses transportasinya pun lebih sedikit, dan dapat membantu mengurangi jejak karbon ke udara.

Beberapa orang ragu mencoba boxed water karena khawatir rasa airnya akan berbeda dengan air minum biasa. Tapi tenang, rasanya sama saja seperti air kemasan pada umumnya. Selamat mencoba, ya, Takaiters!