Hai, Takaiters!

Melancong, bertualang, traveling atau jalan-jalan sudah jadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan manusia, bahkan di zaman dulu, kegiatan melanglang buana, datang ke satu tempat ke tempat lainnya hingga lintas benua sudah banyak dilakukan.

Kita mungkin pernah dengar nama Ibnu Batuta, seorang tokoh, seorang pemikir muslim yang banyak melakukan perjalanan. Pendek kata, Ibnu Batuta, seorang traveler. Seorang pelancong.

Namun, yang mungkin membedakan, di setiap perjalanan, di setiap tempat yang disinggahi, Ibnu Batuta banyak mencatat. Mendokumentasikan jejak perjalanannya, baik dari sisi budaya, agama, dan kehidupan sosial masyarakatnya. Ia tidak semata, menikmati keindahan alamnya.

Jejak Ibnu Batuta kemudian banyak diikuti generasi berikutnya. Dari era ke era, dari masa ke masa, kegiatan traveling terus berkembang. Gaya traveling juga kian beragam seiring dengan perkembangan zaman. Ditambah, kian hari, alat dan perangkat untuk mendukung sebuah perjalanan makin canggih dan mudah saja.

Sudah ada pesawat dan kereta cepat. Mencari tempat menginap pun gampang saja seiring dengan menjamurnya aplikasi yang bisa diakses dengan mudah via handphone. Kegiatan traveling pun sudah lahan bisnis yang menggiurkan. Bernilai miliaran dolar. Sudah jadi sumber devisa banyak negara. Termasuk Indonesia tentunya yang juga mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber devisa.

Kembali ke zaman dulu. Mereka yang berani melancong tak hanya para lelaki, tetapi banyak juga para wanita yang jadi traveler. Kaum hawa yang berani berpetualang, melanglang buana, dari satu tempat ke tempat lain bahkan dari satu negara ke negara lain. Dari satu benua meloncat ke benua lain. Hebatnya, itu dilakukan di zaman yang masih serba sulit. Di zaman yang belum ada aplikasi macam Traveloka atau PegiPegi dan sejenisnya. Berikut 4 traveler wanita yang berani melancong di zamannya.

Gertrude Bell

Sumber foto: en.qantara.de

Gertrude Bell dikenal sebagai wanita pertama yang lulus dari jurusan sejarah Oxford University, Inggris. Dia juga dikenal sebagai traveler wanita hebat. Dua kali, ia melakukan perjalanan keliling dunia.

Gertrude yang merupakan wanita kelahiran 14 Juli 1868 ini, punya ketertarikan pada budaya dan politik Timur Tengah dan yang menarik ternyata ada andil dia dalam pembentukan Negara Irak. Gertrude sendiri meninggalkan dan dimakamkan di Baghdad, Irak.

Kira Salak

Sumber foto: Kirasalak.com

Traveler wanita yang mengagumkan lainnya bernama Kira Salak. Wanita kelahiran 4 September 1971 ini selain dikenal sebagai traveler sejati, dia juga seorang penulis jempolan.

Kira Salak pernah menjelajahi daratan Papua Nugini seorang diri. Bayangkan seorang diri dia berkelana. Padahal siapa pun tahu, Papua Nugini masih jadi salah satu negara dengan tingkat kriminalitas tertinggi di dunia. Meski memang Papua Nugini juga negara yang eksotis.

Selain pernah menjelajah Papua Nugini, Kira Salak juga pernah melancong ke Peru, Bhutan, Iran, Mali, Libya, dan Burma. Tulisan perjalanannya banyak dimuat di National Geographic Adventure dan National Geographic.

Mary Kingsley

Sumber foto: Kumparan.com

Mary Kingsley, wanita kelahiran Inggris 13 Oktober 1862 ini merupakan penulis buku Travels in Africa, salah satu buku traveling legendaris.

Buku ini menceritakan perjalanan Mary Kingsley selama tinggal di benua Afrika. Mary Kingsley sendiri datang ke benua Afrika untuk melanjutkan penelitian yang pernah dirintis ayahnya. Setelah sekian lama menjelajah Afrika, Mary Kingsley meninggal di Afrika Selatan karena terserang penyakit tipes.

Louise Boyd 

Sumber foto: Saturdayeveningpost.com

Traveler wanita hebat lainnya adalah Louise Boyd. Dia, dicatat sebagai wanita pertama yang mencapai kutub Utara. Louise Boyd sampai ke kutub Utara pada tahun 1926. Setelah itu, berkali-kali Louise Boyd yang merupakan perempuan dari keluarga kaya raya memimpin ekspedisi ke Greenland dan untuk menghormati jasanya, satu daerah di Greenland dinamai dengan namanya.

Nah, Takaiters, itulah 4 profil singkat traveler wanita yang hebat. Bagi kamu para traveler, semoga bisa berpetualangan kembali setelah panndemi ini berlalu. Keep healthy and stay safe.