Hai, Takaiters!

Istilah social distancing di tengah pandemi COVID-19 mendadak populer. Kemudian, diikuti oleh istilah physical distancing. Physical distancing merujuk pada tindakan agar kita selama pandemi COVID-19 ini untuk menjaga jarak, minimal 2 meter saat berinteraksi dengan orang lain. Misalnya, saat kamu terpaksa harus kerja karena tempat kamu bekerja belum menerapkan sistem work from home.

Nah, ketika ada di ruang publik, di tempat keramaian, ingat mesti jaga jarak. Minimal 2 meter ya. Kenapa harus begitu? Agar kamu tak berpotensi tertular virus. Sebab.  COVID-19 ini bisa ditularkan lewat droplet atau cairan yang dikeluarkan orang yang terinfeksi lewat terbersin bersin atau ketika dia batuk dan jangan lupa wajib pakai masker.

Jika tak punya masker medis, gunakan masker kain. Rajin cuci tangan pakai sabun, bahkan perlu juga jika pergi ke luar rumah, misal terpaksa harus kerja bawa hand sanitizer. Karena acapkali, di tempat umum, kita tak menemukan cairan sabun dan air. Meski pemerintah telah berusaha banyak menyediakan itu di tempat-tempat keramaian. Misal di stasiun kereta api atau di tempat yang banyak disinggahi orang.

Lalu, apa manfaatnya tetap di rumah saja dan melakukan physical distancing saat di luar rumah? Berikut beberapa alasan, kenapa kita harus menerapkan physical distancing dan berdiam diri di rumah saat pandemi COVID-19 berlangsung.

Agar Virus Tidak Menyebar

Foto: Pixabay.com

Pemerintah mengimbau, jangan banyak keluar rumah saat pandemi COVID-19 berlangsung. #Dirumahaja sangat disarankan. Kenapa kita harus #dirumahaja?

Jika kita #dirumahaja, setidaknya kita tak berpotensi tertular. Artinya, kita membantu pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran virus. Karena kalau kita misal masih kelayapan atau masih sering keluar rumah, bisa saja kita tak sengaja memegang benda yang sudah terkontaminasi virus.

Jika sudah seperti itu, besar kemungkinan, kita juga akan ikut terinfeksi. Sebab, COVID-19 ini, bisa bertahan lama di permukaan benda. Misal, pada besi atau pegangan pintu dan lain sebagainya. Dengan kita berdiam di rumah, setidaknya, kita terhindar dari kemungkinan memegang benda yang kita tak tahu sebenarnya telah terkontaminasi virus.

Dengan #dirumahaja, Kita Lebih Bisa Menjaga Kebersihan dan Kesehatan

Foto: Pixabay.com

Imbauan pemerintah rajin cuci tangan. Pakai sabun dan dengan air mengalir. Nah, ketika kamu #dirumahaja, kamu bisa lebih mengontrol kebersihan. Bisa dengan disiplin menerapkan pola hidup sehat. Rajin cuci tangan sebelum dan sesudah makan. Makan makanan yang bergizi. Rajin berolahraga dan istirahat yang cukup. Intinya, dengan diam #dirumahaja, kamu setidaknya kecil kemungkinan tertular virus.

Rumah Lebih Aman daripada di Luar Rumah

Foto: Pixabay.com

Alasan lain menapa kita harus #dirumahaja, ya, agar kita tidak keluar rumah. Karena di luar rumah, segala kemungkinan bisa terjadi. Sebab, COVID-19 ini tidak terlihat. mereka bisa ada di kursi kereta, bus atau di bangku halte penumpang.

Nah, kalau kamu di rumah saja, setidaknya kamu terhindar dari kemungkinan memegang benda yang bisa saja sudah tertempel virus. Kamu juga tak harus waspada tingkat tinggi ketika berdekatan dengan orang misal saat menunggu kereta atau bus. Sebab, bisa saja diantara penumpang itu ada yang telah terinfeksi, tapi gejalanya tidak nampak.

Dengan #dirumahaja, Kamu Juga Membantu Para Tenaga Medis

Foto: Pexels.com

Dengan kamu #dirumahaja, setidaknya kamu membantu meringankan tugas para dokter dan perawat di rumah sakit yang sedang berjibaku siang dan malam menangani pasien COVID-19. Kenapa begitu?

SEbab, jika kamu #dirumahaja, kamu ikut membantu memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Jika mata rantai penularan virus terputus, otomatis orang yang terjangkit pun akan berkurang. Dengan begitu, yang masuk rumah sakit juga akan menurun. Dokter dan perawat pun ikut terbantu, tidak kewalahan lagi menangani banyaknya pasien yang masuk ke rumah sakit.