Halo, Takaiters!

Bisa berwisata keliling benua Eropa memang menjadi impian banyak orang. Kamu juga kan, Takaiters? Senang rasanya jika bisa melihat-lihat cantiknya rumah yang berwarna-warni di pelabuhan Nyhavn di Copenhagen atau menyusuri gedung parlemen yang terkenal dengan menara Victoria dan menara “Big Ben” di London. Takaiters berniat mengagumi gereja katedral Santiago de Compostela di Spanyol dan membayangkan berendam air hangat di kolam Széchenyi di Budapest?

Takaiters bisa menemukan semuanya di Mini-Eropa di Brussel. Satu negara yang dikunjungi, seluruh negara Uni-Eropa dinikmati. Kenapa tidak, iya ‘kan?

Nah, sebelum ke sana ada baiknya kamu mengetahui apa saja yang Takaiters perlu perhatikan. Simak yang berikut ini, yuk!

1. Lokasi dan Tiket Masuk

Foto: minieurope.com

Mini-Eropa Brussel terletak di Brupack-1020 Brussel. Kamu cukup menggunakan Kereta M6 tujuan Roi Baudouin dari Brussel Midi/Süd dan turun di stasiun Heizel. Bagi orang dewasa, tiket masuk dikenakan €15.80 dan anak-anak dikenakan €11.80. Tidak terlalu mahal ‘kan?

2. Mini-Eropa sebagai Pengingat Perang Dunia I (1914-1918)

Foto: minieurope.com

Buat kamu yang menyukai sejarah, kamu bisa menemukan saksi penting sejarah perang dunia I disepanjang rute kunjungan. Taman miniature yang dibuka tahun 1989 ini memang dibangun untuk mengingatkan masa krisis dan masa kelam di Eropa. Karena itu banyak monumen-monumen bukti sejarah masa perang dunia I diikutsertakan dalam seleksi pembangunan Mini-Eropa.

2. Mini-Eropa sebagai Ilustrasi Peradaban Bangsa-Bangsa

Foto: minieurope.com

Bukan hanya sejarah perang dunia I saja, lo, Takaiters, Mini-Eropa yang terletak di lahan seluas 24000 m2 ini juga menyajikan warisan-warisan peradaban Eropa. Kamu bisa melihat monument warisan Yunani di Austria, warisan romawi di Polandia, warisan viking di Denmark, warisan renaisans di Malta, warisan kolonialisme di Italy, dan warisan revolusi Perancis yang di Perancis.

3. Proses Seleksi dan Pembangunan Miniatur Memakan Waktu Lama

Foto:tripadvisor.ie

Proses pemilihan bangunan dan karya seni yang akan dijadikan miniature di Mini-Eropa dilakukan dengan seleksi yang ketat. Miniatur yang dipilih harus memiliki nilai-nilai sosial budaya dan arsitektur yang tinggi.

Proses pembangunan satu miniature bisa memakan waktu yang sangat lama, lo, Takaiters. Contohnya untuk membangun miniature gereja Santiago de Compostela di Spanyol, dibutuhkan waktu dengan total 24.000 jam kerja. Waktu itu setara dengan satu orang bekerja selama 13 tahun. Lama, ya!

4. Mini-Eropa sebagai Pusat Edukasi

Foto: koleksi pribadi

Selain pengunjung yang ingin menikmati Eropa dalam sehari, Mini-Eropa juga menjadi tempat kunjungan utama siswa-siswi, lo. Hampir setiap hari, ada saja rombongan siswa-siswi dari sekolah di Brussel dan sekitarnya. Terang saja, karena Mini-Eropa menyajikan informasi yang lengkap mengenai negara-negara di Uni-Eropa. Mulai dari luas area, populasi, kepadatan penduduk, lagu nasional, hingga fakta-fakta menarik dan penting mengenai negara tersebut. Yang jelas Mini-Eropa selalu ramai pengunjung.

Bagaimana Takaiters, berniat mengunjungi dan belajar mengenai negara -negara Uni-Eropa dalam sehari? Ke Mini-Eropa di Brussel saja. Kamu juga bisa cek informasi lengkapnya di minieurope.com, ya! Selamat berpetualang.