Halo, Takaiters!

Liburan sekolah tahun 2019 ini panjang, ya, libur Lebaran berlanjut libur kenaikan kelas, totalnya sekitar 6 minggu. Seperti kita ketahui, menyambut Lebaran kita membutuhkan alokasi dana yang tidak sedikit. Padahal, setelah Lebaran ini masih ada libur kenaikan kelas. Menghadapi liburan yang lumayan lama anak-anak pasti merasa bosan bila hanya berteman dengan TV dan gawai. Jalan-jalan ke mal juga membutuhan dana yang cukup besar, bukan?

Takaiters, salah satu alternatif untuk menyiasati liburan panjang supaya seru tapi ramah kantong bahkan gratis adalah mengajak anak-anak untuk mengunjungi tempat seperti taman kota, museum, dan perpustakaan. Jika Takaiters berada di Surabaya, tempat-tempat berikut bisa menjadi pilihan:

1. Wisata Alam

Foto: youtube.com

Dengan mengunjungi alam, Takaiters bisa merefresh pikiran dan mengembalikan mood, sebagai modal mengawali aktivitas kembali saat liburan usai.  Surabaya memiliki banyak tempat bertema alam, yaitu: Kebun Bibit Wonorejo, Kebun Bibit Bratang/Taman Flora, Taman Prestasi, Taman Mundu, Hutan Mangrove, Hutan Bambu, Taman Sakura, dan masih banyak lagi. Semuanya terawat dan tertata asri,  dijamin kamu bakal betah berlama-lama, Guys! Di sana akan mudah ditemui anak-anak yang bermain, orang berbincang, berolahraga atau sekadar membaca buku. Dan semua taman itu bisa dikunjungi secara gratis.

Bila Takaiters punya hobi fotografi, cocok sekali menyalurkan hobi di Hutan Bambu, Taman Sakura, Kebun Bibit Wonorejo, dan Hutan Mangrove Wonorejo. Tempat-tempat tersebut menjadi favorit bagi calon pengantin yang melakukan sesi foto pre-wedding.

Hutan Bambu Sukolilo, Foto: koleksi pribadi

Kedua tempat ini berseberangan, berlokasi di Keputih, Surabaya Timur. Hutan Bambu dengan hamparan bambu yang  ditata berjajar sedemikian rupa, akan memberikan kesan unik, laksana di Jepang bila difoto. Taman Sakura dengan bunga warna-warni yang tertata indah, akan menambah kesan romatis pada foto yang dihasilkan.

Kebun Bibit Wonorejo

Foto: wisataindonesia.com

Sesuai dengan namanya, kebun ini sebenarnya adalah kebun pembibitan dan pembudidayaan tanaman milik Pemkot Surabaya. Sebagian besar tanaman di kebun ini dilengkapi dengan informasi tentang identitas tanaman tersebut. Sehingga bisa menjadi tujuan belajar bagi anak-anak. Salah satu yang dibudidayakan di sini adalah bunga Tabebuya Chrysotrica, sebuah varian bunga sakura yang berasal dari Brazil. Bunga Tabebuya Chryotrica ditanam di sepanjang jalan kota Surabaya. Sehingga ketika bermekaran, Surabaya makin cantik laksana di luar negeri. Beritanya sempat viral, lo, Guys!

Taman ini dilengkapi pula dengan alat permainan anak seperti ayunan, jungkat-jungit, perosotan, kotak pasir, flying fox. Tersedia juga alat-alat olahraga. Yang menjadi istimewa, Kebun Bibit Wonorejo memiliki danau yang terletak di tengah taman. Pokoknya indah dan instagramable, Guys !

Karena luas, taman ini juga sering dipilih sebagai lokasi out-bound, persami, dan lokasi berlatih fotografi. Pada Minggu pagi, biasanya ada senam aerobic bersama. Mulai anak-anak hingga dewasa terfasilitasi di sini. Lengkap kan, Guys!

Hutan Mangrove Wonorejo

Hutan Mangrove (sumber: dinata.my.id)

Berawal dari keinginan untuk mencegah tergerusnya tanah (abrasi) oleh air laut, maka ditanamlah bakau. Karena tempat dan suasananya menyenangkan lambat laun banyak dikunjungi, hingga akhirnya dikembangkan menjadi tempat wisata.

Takaiters bisa berjalan kaki dalam menikmati sensasi suasana hutan bakau, karena telah dibangun jembatan kayu yang cukup panjang. Tidak perlu risau karena jembatan itu dibuat dari kayu pilihan, sehingga kuat, aman dan nyaman. Untuk menikmati hutan mangrove hingga di sini, tidak dikenakan biaya apapun.

Foto: koleksi pribadi

Pengelola juga menyediakan perahu motor, bila Takaiters ingin menyusuri sungai hingga sampai di pinggir laut. Sepanjang perjalanan, Takaiters bisa menikmati pemandangan hutan bakau di kiri kanan dengan sekumpulan burung putih yang hinggap dan berterbangan.

Perjalanan ini ditempuh kurang lebih 20 menit, dan Takaiters akan tiba pada sebuah dermaga. Dari dermaga, Takaiters berjalan kaki kurang lebih 5 menit, dan akan sampai pada beberapa gazebo yang cukup besar. Di sini, Takaiters bisa beristirahat sambil menikmati pemandangan laut lengkap dengan semilir angin.

Jangan lupa membawa bekal air minum dan makanan secukupnya, karena tidak ada pedagang makanan di sana. Untuk naik perahu pulang pergi, per orang dikenakan tarif sebesar Rp25.000,00  dan Rp15.000,00 untu anak-anak. Worth it, karena pemandangannya bikin nagih, Guys!

2. Perpustakaan

       Foto: koleksi pribadi

Sedikitnya ada 2 Perpustakaan yang ramah anak di Surabaya, yaitu Perpustakaan Balai Pemuda dan Perpustakaan Umum Kota Surabaya.

Ruang baca anak di 2 perpustakaan tersebut memang didesain khusus untuk anak. Temboknya dicat warna ceria, bergambar karikatur khas anak-anak, dan dilengkapi meja rendah untuk lesehan. Selain buku, juga tersedia mainan seperti: boneka, lego, puzzle, balok  kayu, dll. Dengan lesehan, anak-anak bisa leluasa bermain dan membaca dengan santai.

Bila bosan membaca dan bermain, disediakan pula ruang komputer. Petugas akan melayani dengan ramah. Untuk menikmati layanan ini tidak perlu syarat apapun.  Kecuali bila ingin meminjam buku untuk dibawa pulang, diwajibkan untuk menjadi anggota. Caranya pun sangat mudah, hanya menunjukkan KTP/KK, mengisi formulir dan berfoto. Kartu anggota akan jadi saat itu juga. Semua itu free, Guys!

Perpustakaan juga memiliki program pelatihan menulis dan ketrampilan-ketrampilan lain untuk anak-anak, seperti bahasa asing, jurnalis, story telling, dan masih banya lagi.  Dan lagi-lagi free! Keren kan?

3. Museum

Museum Sepuluh November. Foto: koleksi pribadi

Surabaya memiliki sekitar 9 museum, 2 diantaranya cocok untuk anak, yaitu:

Lokasinya 1 area dengan  Tugu Pahlawan.  Berisi tentang sejarah pertempuran 10 Nopember  1945, yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan. Selain melihat benda-benda bersejarah berkaitan dengan Pertempuran 10 Nopember 1945, Takaiters bisa menonton film pendek tentang Hari Pahlawan.

Foto-foto Walikota Surabaya dari yang pertama hingga sekarang di musium Surabaya. Foto: koleksi pribadi

Museum yang menempati Gedung Bekas Siola ini terletak di ujung jalan, pertemuan antara Jalan Tunjungan dan Jalan Gentengkali.  Museum Surabaya menyimpan sejarah kota Surabaya sejak jaman kolonial hingga sekarang.

4. Bis Suroboyo

Foto: goodnewsfromindonesia.id

Takaiters bisa mengajak anak-anak menikmati sensasi naik bis keliling Surabaya. Bisnya bersih, nyaman, dan dikendarai dengan santai, menjadikan kita benar-benar bisa menikmati pemandangan kota Surabaya secara langsung. Berbayar? iya! Tapi alat pembayarannya bukan uang, melainkan kemasan bekas air minum. Untuk 1 kali perjalanan dengan durasi 2 jam, Takaiters bisa menukarnya dengan  gelas bekas air minum gelasan, atau 5 botol ukuran tanggung atau 3 botol ukuran besar.

Ada banyak pilihan kan, Guys? Semuanya seru dan memberikan pengalaman baru untuk anak-anak, dan tetap gratis. Tidak ada alasan untuk menjadi bosan. Happy holiday, Takaiters!