Hai, Takaiters!

Kalau mendengar nama Inem biasanya akan ingat dengan sosok pembantu rumah tangga. Maklum, nama Inem pernah populer karena sinetron lama di era tahun 1997 yang diperankan oleh artis Sarah Vi dengan judul Inem Pelayan Seksi.

Namun, di Yogyakarta ada Inem bukanlah sosok seorang pelayan rumah tangga melainkan seorang wanita dengan dandanan bak badut dan citra ‘wong edan’ (orang gila) melekat padanya. Kenalan lebih dekat yuk, sama Inem ‘si wong edan’.

1. Sosok Cantik di Balik Inem

Foto: suara.com

Di balik sosok Inem yang sering di sebut wong edan berhati mulia itu adalah seorang wanita cantik yang bernama Made Dyah Agustina. Inem Jogja sering kali berjalan-jalan di berbagai lokasi guna berbagi dengan pedagang jalanan.

2. Membawa Tas

Foto: Tribunnews.com

Jika menjadi Inem, wanita cantik berdarah Bali ini selalu membawa tas yang biasanya diisi dengan nasi bungkus dan hal kecil lain yang berguna. Tidak hanya memberi makanan atau barang-barang kecil saja, Inem bahkan sering meluangkan waktu untuk berbincang dengan pedagang asongan dan mendengarkan keluh kesah mereka.

3. Sering Mendapat Perlakuan Buruk

Foto: kabarhariankini.com

Tujuan mulianya itu tidak selalu berujung baik, sering kali Inem mendapat perlakuan kurang menyenangkan dari masyarakat karena dianggap orang gila. Ia pernah diusir dan dilempari es batu oleh pedagang es, karena dianggap meresahkan pembelinya. Namun, hal itu tidak menyurutkan niat Inem untuk membantu sesama. Bagi Made, berubah menjadi sosok Inem Jogja bisa membuka jalan untuk berbagi.

4. Inem adalah Transformasi Dosen ISI Yogyakarta

Foto: suara.com

Made Dyah Agustina bukanlah wanita biasa. Ia adalah seorang mantan dosen dan sarjana Magister Pertunjukan Seni dari Institusi Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Made, merasa tidak nyaman dengan profesinya sebagai dosen dan lebih memilih meninggalkan pekerjaan itu. Berawal dari kesukaannya jalan-jalan, ia berinisiatif untuk keliling Yogyakarta sambil membantu orang-orang yang membutuhkan.

Kini sosok Inem Jogja menjadi viral dan banyak dinantikan kehadirannya oleh masyarakat. Bagi Made, menjadi Inem adalah wujud rasa terima kasihnya untuk Yogyakarta yang sudah membuatnya mencapai kesuksesan.

Nah, Guys, pelajaran buat kita untuk tidak melihat seseorang dari tampangnya saja. Sama seperti Inem yang memiliki hati mulia meski berdandan layaknya orang gila. Semoga bermanfaat.