Halo, Takaiters!

Ada ungkapan yang mengatakan bahwa,

“Turis belum benar-benar berkunjung ke Bali jika belum datang ke Tanah Lot.”

Tidak bisa dipungkiri, Bali memang menjadi surga istimewa yang sarat dengan destinasi wisata jempolan. Namun, bisa jadi ikon Pulau Dewata ini akan bertambah, tidak hanya Pantai Sanur maupun Tanah Lot, siapa tahu Bali akan semakin terkenal berkat sebuah mahakarya unggul bernama Garuda Wisnu Kencana?

Garuda Wisnu Kencana adalah proyek ambisius sekaligus prestisius yang seyogyanya mampu menaikkan pamor Bali maupun Indonesia, sebagai lokasi destinasi wisata dunia.  Ide pembuatan patung raksasa ini digagas oleh I Nyoman Nuarta, pada 1993 lalu. Ide brilian tersebut bertujuan untuk menciptakan landmark baru di pulau Bali.

I Nyoman Nuarta adalah seorang seniman asal Tabanan yang sarat dengan prestasi. I Nyoman Nuarta telah berkarya sejak lama menghiasi berbagai kota di Indonesia. Beberapa hasil karyanya adalah Monumen Jalasveva Jayamahe di Surabaya, Monumen Proklamasi Indonesia di Jakarta, Patung Wayang di Solo, Patung Puteri Melenu di Kalimantan, dan Patung Timika di Papua.

Hingga kini, beliau telah menelurkan ratusan patung dan membuat sebuah galeri taman patung yang diberi nama NuArt Sculpture Park di Bandung yang berisi seluruh hasil karya terbarunya. Namun walaupun begitu, Garuda Wisnu Kencana tetap dianggap sebagai masterpiece dari seniman kelahiran Tabanan ini.

Pilihan Editor

I Nyoman Nuarta memiliki konsep matang dalam pembuatan patung berukuran 150 meter dan lebar 64 meter. Patung tersebut seakan memiliki kisah tersendiri, sebuah patung Dewa Wisnu digambarkan sedang menaiki burung garuda. Kedua patung tersebut dilapisi emas yang menandai tahta kekayaan Dewa Wisnu.

I Nyoman Nuarta telah diakui prestasinya di dunia internasional. Sebagai bukti nyata, beliau telah tergabung dalam organisasi seni patung internasional, International Sculpture Center Washington, Royal British Sculpture Society dan Steering Committee for Bali Recovery Program.

Tidak hanya sebagai pematung, I Nyoman Nuarta juga mengepakkan sayap  sebagai seorang wirausaha ternama. PT Garuda Adhimatra dan PT Nyoman Nuarta Enterprise merupakan “anak-anak asuhannya.”

Meskipun mahakarya I Nyoman Nuarta ini sempat mangkrak, tetapi Garuda Wisnu Kencana akan kembali digarap dengan visi lain. Patung ini digadang-gadang akan menjadi patung terbesar dan termegah di dunia, bahkan mengalahkan Patung Liberty. Bahkan, Garuda Wisnu Kencana hanya akan “kalah” 8 meter saja dari tinggi patung tertinggi di dunia, yaitu Spring Tempel Buddha di China yang memiliki ketinggian 218 meter.

Saat ini, pembangunan terus dikebut untuk mencapai target penyelesaian di akhir tahun 2017 atau awal 2018. Patung dan bangunan gedung sebagai pondasi telah selesai delapan puluh persen. Tinggal pemasangan dan penyatuan bagian-bagian patung dari tembaga dan baja seberat 4000 ton yang masih terpotong-potong.

Setelah jadi, patung garuda wisnu kencana akan dapat dilihat dengan mudah sejauh 20 kilometer dari segala penjuru. Bahkan, diperkirakan dapat terlihat jelas dari pura tanah lot di kabupaten Tabanan sampai daerah Budugul di pegunungan bagian tengah pulau Bali.

Patung ini juga akan menjadi bentuk penyambutan simbolis bagi para wisatawan yang masuk ke pulau Bali dari Bandara Internasional Ngurah Rai. Patung Dewa Wisnu menunggang garuda akan terlihat jelas saat pesawat hendak mendarat dan akan menambah kesan mengagumkan bagi pulau Bali dimata wisatawan.

Betapa bangganya kita memiliki seniman tanah air yang genius seperti I Nyoman Nuarta, ya?