Jangan ngaku orang Minang, jika kamu nggak tahu salah satu Festival terbesar di Sumatera Barat ini. Yapptt, Tabuik! Tabuik merupakan perhelatan akbar atau tradisi tahunan yang selalu rutin dilakukan oleh masyarakat minangkabau khususnya di Kota Pariaman.

Perhelatan akbar ini diselengarakan untuk memperingati hari wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW. yaitu Hussein bin Ali yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Berdasarkan sejarah yang pernah dicatat, Hussen dan keluarganya wafat saat peperangan di padang Karbala.

Festival Tabuik ini sudah dilakukan secara turun-temurun olah masyarakat Pariaman dan sudah ada sejak abad ke-19 masehi. Tabuik sendiri berasal dari bahasa Arab yakni “tabut” yang memilik arti perti kayu. Nama tersebut ditunjukkan kepada legenda tentang munculnya makhluk yang berwujud kuda bersayap  dan berkepala manusia yang disebut buraq.

festival tabuik pariaman
Foto : travelagent.co.id

Legenda tersebut mengisahkan setelah wafatnya sang cucu Nabi, kotak kayu berisi berisi potongan jenazah Hussein diterbangkan ke langit oleh buraq. Berdasarkan kepercayaan legenda tersebut, masyarakat Pariaman setiap tahunan selalu membuat tiruan buraq yang sedang mengusung tabut di punggungnya.

Pilihan Editor

Rangkaian Festival Tabuik memiliki tujuh tahapan ritual yaitu mengambil tanah, menebang batang pisang, mataam, mengarak jari-jari, mangarak sorban, tabuik naik pangkek, hoyak tabuik, dan membuang tabuik ke laut.

festival tabuik pariaman
Foto : korpri.online

Dengan rincian prosesi, kegiatan mengambil tanah pada hari 1 muharram, kegiatan menebang batang pisang dilakukan pada hari 5 muharram, mataam pada hari ketujuh muharram,  dan akan dilanjutkan kegiatan mengarak jari-jari pada malam harinya, dan dilanjutkan ritual mangarak sorban pada keesokan harinya.

Untuk acara puncak perhelatan akbar tersebut jatuh pada 10 muharram, dengan melaksanakan prosesi tabuik naik pangkek dan dilanjutkan ritual hoyak tabuik. Sebagai penutup perhelatan akbar tradisi tahunan tersebut, tabuik setinggi 12 meter diarak oleh seluruh masyarakat Pariaman menuju pantai dan setelahnya tabuik tersebut dilarungkan ke laut.

festival tabuik pariaman
Foto : unwto.org

Sejak tahun 1982, perhelatan Festival Tabuik ini sudah dijadikan sebagai kalender pariwisata lokal di Kabupaten Padang Pariaman. Bahkan setiap tahunya puncak acara Festival Tabuik dikunjungi oleh ribuan pengunjung dari berbagai pelosok nusantara.

Pengunjung tersebut bukan hanya warga-warga lokal saja melainkan ada yang berasal dari luar daerah dan tak sedikit juga turis-turis asing yang juga menikmati acara puncak Festival Tabuik tersebut.

festival tabuik pariaman
Foto : webicdn.com

Semua pengunjung tersebut berkumpul di salah satu ikon wisata paling terkenal di Kota Pariaman yaitu Pantai Gandoriah. Pantai Gandoriah terkenal akan keindahan panorama laut dan pantainya. Sehingga menambah semarak perhelatan akbar tahunan tersebut.

Dengan adanya Festival Tabuik ini, tentu sedikit banyaknya akan mempengaruhi jumlah wisatawan yang akan berkunjung ke Kota Pariaman, apalagi acara tersebut hanya dilangsungkan setiap setahun sekali tentu saja akan menyita perhatian publik nasional maupun internasional, jadi bisa kamu bayangkan bukan betapa ramainya acara puncak Festival Tabuik tersebut?

Bagi kamu yang ingin tahu atau ingin menyaksikan secara langsung prosesi acara bersejarah dan unik tersebut dari awal hingga akhir, tidak ada salahnya memilih Kabupaten Padang Pariaman sebagai destinasi kamu selanjutnya.