Hai, Takaiters!

Sebel enggak, sih, kalau hari-hari kamu selalu dikepoin orang? Apalagi sekarang zamannya media sosial. Makin maraknya media sosial sebagai sarana komunikasi dan informasi, memang sangat memudahkan penggunanya untuk share apapun tentang kegiatan kesehariannya.

Tujuan pengguna media sosial share juga pastinya sangat beragam. Jika postingan yang di share berupa foto-foto, bisa jadi mereka hanya ingin nge save foto-foto mereka saja, ada juga yang sengaja ingin menunjukkan ini, lo, kegiatan-kegiatan aku atau yang bertujuan berbagi kebahagiaan dengan pengguna media sosial lain.

Jika bentuk postingan berupa kata-kata atau tulisan bentuknya juga beragam, ada yang menulis dengan bahasa yang sopan, penuh motivasi, dan juga sarat makna. Ada juga yang menulis dengan bahasa yang kasar, mengandung hujatan atau provokasi.

Nah, yang sering jadi masalah itu para pengguna media sosial lain yang melihat postingan tersebut menjadi kepo. Kalau sekadar kepo mungkin wajar, ya, Guys? Tetapi tidak jarang kepo mereka sudah sangat kelewatan, berusaha mengorek-ngorek semua tentang postingan seseorang bahkan sampai dikait-kaitkan dengan hal-hal yang sebenarnya enggak ada kaitannya sama sekali dan inilah yang akan jadi fitnah yang merugikan orang lain. Agar kamu tidak ikut-ikutan kepo terhadap urusan orang lain, sebaiknya kamu harus tahu bahaya suka kepo. Simak, yuk, Guys, bahayanya!

Kepo Itu Penyakit

Foto: oketekno.com

Orang yang suka kepo pasti akan selalu menanti postingan-postingan orang yang sedang diincarnya. Terkadang sudah di blokir pun akan menggunakan cara lain agar tetap bisa mengikuti akun yang memblokirnya. Hal ini sudah merupakan penyakit karena sehari-hari dia akan penasaran akan postingan orang yang diincarnya, berusaha mencari-cari tahu apa pun kegiatan orang tersebut.

Jika dia melihat postingan tersebut adalah postingan kebahagaiaan dia akan merasa benci, iri, dan dengki. Namun, jika postingan orang tersebut berupa kesedihan dia akan merasa senang dan tertawa puas. Inilah yang tanpa dia sadari merupakan penyakit hati yang bersarang ditubuhnya. Jika penyakit ini dibiarkan takutnya malah akan mengganggu kejiwaannya karena hari-harinya dibayangi oleh kegelisahan, kecemburuan, dan kedengkian pada orang lain.

Kepo Bisa Menjadi Fitnah

Foto: independent.co.uk

Saat melihat postingan orang di media sosial, pastinya akan muncul asumsi-asumsi yang berbeda dari masing-masing orang. Orang yang kepo cenderung akan berasumsi negatif dengan berprasangka yang tidak-tidak. Jika kepo sudah berlebihan seperti ini ujung-ujungnya bisa menjadi fitnah. Bahaya fitnah sudah jelas, yaitu akan menimbulkan permasalahan baru yang merugikan banyak pihak.

Kepo Bagian dari Ghibah

Foto: independen.ie

Pikiran yang aneh-aneh yang melintas di kepala orang yang kepo pasti akan mengarah pada prasangka buruk. Mereka tentunya akan menceritakan lagi apa yang dilihatnya di media sosial kepada orang lain dengan cerita yang telah dibumbuinya. Inilah yang akan mengarah pada ghibah (menggunjingkan orang lain yang tidak sesuai dengan faktanya). Ghibah dalam agama adalah perbuatan yang sangat dilarang.

Yup, jadi jelas, ya, Takaiters? Kepo adalah perbuatan yang sebenarnya harus dihindari. Boleh kepo, tetapi kepo yang pada tempatnya, jangan terlalu ingin tahu urusan orang yang menjadi privasi dari orang tersebut apalagi sampai mengorek-ngorek dan menceritakan yang tidak sesuai faktanya. Ingat, Guys, kepo seperti ini adalah penyakit kejiwaan, so, stop kepo!