Hi, Takaiters!

Tahu enggak apa yang bikin kesel selain patah hati? Ya, banyak! Cuma ada satu hal yang setidaknya bisa dijadikan contoh. Ada sebuah kabar yang mengejutkan, unik, dan mampu mengundang banyak perhatian, misalnya. Berita itu sudah kamu sebarkan kesana-kemari lewat tarian jempolmu di layar ponsel. Rasanya seperti sedang jatuh cinta, bukan?

Namun, sudah capek-capek nyebarin, eh malah itu berita ternyata hoax. Dan, di situlah kamu merasa patah hati untuk kesekian kalinya. Bagaimana rasanya dibohongi? Pola semcam itulah yang bikin berita palsu membohongi kita. Sebelum mengetahui bahwa berita yang kita konsumsi itu palsu, kita cenderung begitu merasa heboh dan perlu banget buat nyebarin.

1. Kabar Hoax Tentang Bayi di India

Hoax yang baru-baru ini berhasil diidentifikasi adalh informasi tentang kemunculan bayi aneh di India. Berita bodong ini sukses menduduki tangga viral di jagat maya, termasuk di kalangan netizen Indonesia. Kendati demikian, belum ada yang tahu, nih, siapa yang jadi sumber awal berita ini mulai menyebar.

Disebut Sebagai Bayi Monster

Takaiters sendiri mungkin udah tahu kalau informasi viral satu ini mengenakan narasi yang sebenarnya tidak lucu, bahkan tidak masuk akal. Dalam informasinya, bayi yang dimaksud disebut sebagai bayi aneh yang menyerupai monster.

Diceritakan kalau bayi ini dikandung selama 11 bulan. Anehnya, monster kecil ini juga diceritakan memakan usus ibunya. Oke, dari sini tuh khas banget sama ciri-ciri hoax yang sering berkeliaran memang.

Informasi Lengkap yang Terdengar Meyakinkan

Supaya terdengar meyakinkan, ceritanya pun dilanjutkan dengan beberapa detail. Hari Jumat, dipilih sebagai hari di mana bayi itu lahir. Proses kelahirannya sendiri dituturkan perlu melewati proses operasi.

Fenomena Bayi tersebut disebut-sebut terjadi di India. Lagi-lagi, negara asal Shahrukh Khan tersebut jadi korban ‘iseng’ si penyebar hoax.

Lanjutan Cerita yang Hoax Banget

Ceritanya pun berlanjut, setelah sang bayi lahir. Disebutkan juga kalau berat sang bayi itu 8 kg. Kejutan bombastis lanjut lagi ketika berat bayinya disebutkan naik menjadi 13 kg setelah tiga jam! Bagaimana bisa? Namanya, juga hoax.

Enggak cuma itu, selepas dilahirkan, bayi aneh ini dikatakan menggigitkan tangan salah seorang perawat. Sang perawat pun meninggal tiga jam setelahnya.

Sertaan Video Bikin Informasinya Makin Ajib!

Informasinya ditutup dengan kisah yang menyebutkan kalau bayi aneh itu dibunuh oleh tim dokter dengan suntik mematikan. Kalimat terakhirnya tertulis: “Ini kisah benar-benar terjadi di India.”

Video yang disertakan dalam informasinya pun seakan memberikan kesan bahwa berita itu asli. Dalam videonya, bayi ditunjukkan dengan ciri-ciri fisik kulit pecah-pecah berwarna kekuningan, mata merah, dan mulut yang lebar.

Harus Sebel Sama Hoax

Tahu enggak apa yang aneh dari fenomena yang viral ini? Ya, netizen yang masih saja terjebak oleh berita heboh seperti ini. Giliran baru ngeh kalau informasinya ternyata palsu, barulah sakit hati yang dirasa.

Hmm… Takaiters jangan sampai begitu, ya. Kita perlu membiasakan diri untuk mengkritisi setiap informasi baru yang kita terima, apalagi di zaman yang serba digital seperti sekarang ini.

2. Berita Hoax itu Jumlahnya Banyak

Sampai tahun 2019, Menkominfo sudah menghimpun setidaknya 771 konten yang terlacak sebagai informasi hoax. Jumlah itu baru yang berhasil diidentifikasi saja. Bagaimana yang belum teridentifikasi?

Dan, bagaimana nasibnya? Angka yang diperoleh bisa saja jauh lebih tinggi dari itu. Lantas bagaimana cara kita membentengi diri dari informasi bodong seperti berita bayi aneh tadi? Apa lagi nih, jumlah informasi yang bertebaran itu jumlah buanyak banget, lho!

Jangan Pernah Berhenti Penasaran

Ada banyak cara yang bisa kita tempuh untuk memperlebar peluang untuk terhindar dari informasi Hoax. Sebelum menelan informasi mentah-mentah, jangan pernah berhenti bersikap penasaran. 

Sikap ini bakal ngebantu kita untuk terus bertanya-tanya. Setiap judul berita yang terlalu lebay perlu diperhatikan juga. Terus, jangan lupa perhatikan sumbernya. Pastikan sumber dari informasi yang ditemukan itu kredibel, oke?

Lacak Keaslian Informasinya

Kalau perlu nih, Takaiters juga bisak kok mencari sumber-sumber lain untuk melacak keaslian informasinya. Hal ini termasuk sebagai langkah literasi dalam menerima setiap informasi yang berseliweran di jagat maya.

Sikap kritis ketika mengkonsumsi berita itu juga perlu. Siapa tahu aja, kita sukses menemukan kebenaran di balik berita yang kita terima. Dan, ini tuh bisa jadi hobi ‘detektif’ baru selain jadi selebgram tukang endorse di Instagram. Hehehe…

3. Kebenaran di Balik Hoax Bayi

Dengan daya melawan hoax yang sudah tertanam di benak kita, bukan enggak mungkin kita juga mengetahui sebuah informasi yang menjelaskan kenapa berita bayi tadi adal informasi palsu. Alih-alih bener-bener terjadi, berita itu adalah sebenar-benarnya palsu.

Menurut beberapa sumber yang ada, bayi yang ada di dalam video itu bukanlah bayi monster atau apalah nama yang disematkan dalam narasi hoax yang digunakannya. Hoax yang viral itu sebenarnya punya penjelasan yang sebenarnya.

4. Informasi Disulap Jadi Hoax Bayi

Bayi dalam video tersebut diketahui menderita kondisi genetik yang langka. Kondisi itu dikenal sebagai Harlequin Ichthyosissebagaimana dilansir dari laman Genetic and Rare Diseases Information Center (GARD).

Kelainan genetika ini sendiri merupakan sindrom langka yang menimbulkan banyak gangguan serius. Kabar bohong mengenai bayi yang tersebar di media sosial itu nyatanya adalah informasi yang aslinya berisi tentang gambaran kondisi pengidap kelainan genetik tersebut.

Informasi itu disulap oleh oknum yang tidak bertanggung jawab untuk membohongi kita semua. Tanpa disadari, kita yang sempat membagikannya justru semakin menambah efek dominonya ke banyak orang.