Hola, Takaiters!

Sepertinya aura sukacita perayaan Lebaran masih akan bergema dalam waktu dekat ini. Bagi masyarakat Jawa, Lebaran diadakan dua kali, lo. Lebaran pertama adalah Idulfitri 1 Syawal dan kedua adalah lebaran ketupat pada 8 Syawal, setelah puasa sunah enam hari Syawal. Adapun pencetus ide Lebaran Ketupat berasal dari salah satu walisongo yang terkenal, yaitu Sunan Kalijaga.

Saat itu Sunan Kalijaga menggunakan dua istilah, Bakda Lebaran danBakda Kupat. Bakda Lebaran adalah perayaan Idulfitri yang diisi dengan salat Id dan silaturahim. Sementara Bakda Kupat dilakukan tujuh hari setelahnya. Masyarakat kembali membuat ketupat untuk diantarkan kepada sanak kerabat sebagai tanda keberasamaan.

Versi lain menyebutkan, lebaran ketupat diangkat dari tradisi pemujaan Dewi Sri; dewi pertanian dan kesuburan, pelindung kelahiran dan kehidupan, kekayaan dan kemakmuran. Dewi Sri adalah dewi tertinggi dan terpenting bagi masyarakat agraris. Dewi Sri dimuliakan sejak masa kerajaan kuno seperti Majapahit dan Pajajaran.

Saatnya Takaiters mengetahui, mengapa ketupat wajib digunakan sebagai salah satu instrumen penting dalam lebaran? Ternyata ada beberapa filosofi mulia yang terkandung di dalam ketupat, lho. Check it out!

1. Sebagai Saran Pengakuan Dosa

Ternyata ketupat memiliki arti tersendiri dalam masyarakat Jawa. Nama ketupat mengacu pada parafrase “ngaku lepat” atau mengaku bersalah. Ketupat diberikan ke tetangga maupun kerabat sebagai wujud permintaan maaf dan mengaku dosa atas segala kesalahan yang telah diperbuat, baik yang disengaja ataupun tidak disengaja.

2. Saran untuk Mengingat Sang Pencipta

Bentuk ketupat pun tidak tercipta secara sembarangan. Wujud persegi pada  ketupat juga diartikan masyarakat Jawa sebagai perwujudan kiblat papat limo pancer. Ada yang memaknai kiblat papat limo pancer ini sebagai keseimbangan alam: 4 arah mata angin utama, yaitu timur, selatan, barat, dan utara. Semua arah ini saling melengkapi, sehingga bila salah satu hilang– keseimbangan alam akan terganggu.
Ketupat menjadi sebuah pertanda bahwa ke mana pun manusia pergi, ia tidak boleh melupakan sebuah kiblat terpenting, yaitu Tuhan yang Maha Kuasa. Pencipta adalah dasar dan pusat dari segala sesuatu yang ada di bumi ini.

3. Menjadi Simbol Metamorfosis Manusia

Ada beberapa proses penyempurnaan diri manusia yang dapat dipelajari dari sebuah ketupat. Yang pertama adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia. Hal ini dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua.
Poin ketiga berbicara tentang pencerminan akan kesempurnaan. Hal ini terlihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.
Ternyata ketupat bukanlah sekadar satu sarana pemuas perut belaka, Guys. Ada banyak nilai luhur yang terkandung dari ketupat itu sendiri. Semoga Takaiters makin merasa terberkati di Lebaran tahun ini, dan selamat menyempurnakan diri serta menghidupi kemenangan besar!