Hallo, Takaiters!

Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki aneka ragam budaya dan aneka ragam kuliner istimewa, termasuk di dalamnya aneka makanan pokok yang mudah didapatkan di seluruh nusantara.

Jika kamu seorang pencinta nasi sejati, sudah saatnya melirik makanan pokok lainnya sehingga saat travelling kamu bakal menikmati makanan setempat. Yuk, simak makanan pokok jenis lain yang ada di Indonesia ini.

Singkong

Foto: endeustv.com

Singkong merupakan salah satu umbi-umbian yang tak kalah baik untuk tubuh dari pada beras. Singkong juga banyak dikonsumsi menjadi makanan pokok Indonesia. Singkong bisa dibuat menjadi berbagai macam olahan seperti singkong rebus, singkong goreng, singkong bakar atau nasi singkong.

Singkong utuh memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi sehingga cocok dijadikan makanan pokok pengganti nasi. Selain itu, singkong sangat baik dikonsumsi oleh orang orang yang sedang menjalankan program diet karena tidak memiliki kandungan lemak dan kolesterol. Untuk meningkatkan nilai jualnya saat ini singkong diolah menjadi tepung mocaf yang dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan roti, cake, dan aneka kue lainnya.

Ubi Jalar

foto: draxe.com

Ubi jalar merupakan salah satu makanan pokok Indonesia yang banyak dikonsumsi selain nasi. Biasanya, ubi jalar banyak dikonsumsi oleh masyarakat di Papua dan Maluku. Ubi jalar ini nantinya diolah dengan cara dibakar, direbus atau dikukus.

Ubi jalar biasanya dikonsumsi oleh masyarakat Papua yang tinggal di daerah pegunungan. Kandungan karbohidrat pada ubi jalar lebih tinggi daripada singkong, selain itu ubi jalar juga memiliki kandungan vitamin A yang bisa mencukupi kebutuhan vitamin harian kamu, Guys. Selain itu, ubi memiliki rasa yang lebih manis dari makanan pokok Indonesia pengganti nasi lainnya.

Jagung

Foto: doktersehat.com

Jagung mungkin merupakan salah satu makanan pokok Indonesia paling populer setelah nasi. Namun, jagung tidak cukup terkenal sebagai makanan pokok, kecuali di daerah Madura, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi, dan Jawa Tengah.

Biasanya, jagung diolah menjadi nasi jagung. Berbeda dengan sagu, jagung sangat kaya akan vitamin dan mengandung karbohidrat yang cukup untuk kebutuhan harian tubuh. Selain itu, jagung juga mengandung zink, fosfor, dan kalsium yang cukup tinggi yang bahkan bisa menurunkan kadar kolesterol

. Jagung juga diolah menjadi tepung jagung atau maizena yang fungsinya sangat beragam dalam pembuatan aneka kudapan yang ada saat ini.

Kentang

 

Foto: pikiranrakyat.com

Hayo, siapa yang tidak suka makan kentang? Kentang adalah bahan pangan yang sangat umum dikonsumsi, meskipun hanya dapat ditanam di daerah berhawa sejuk seperti pegunungan. Kentang sebagai pangan pokok memiliki kandungan karbohidrat kompleks, kaya akan vitamin K, dan juga vitamin C.

Kentang sebaiknya dikonsumsi dengan cara direbus dan dikukus sehingga tidak mengandung minyak, lemak, dan kalori yang jahat. Kentang menjadi makanan tidak sehat kalau digoreng, diberi bumbu-bumbu yang mengandung kalori jahat dan diolah menjadi junk food seperti french fries, potato nugget dan lain-lain.

Ternyata, kentang di Indonesia bukan cuma dikonsumsi sebagai makanan pokok, Guys, tetapi juga diolah menjadi lauk seperti balado kentang, perkedel, dan lain-lain.

Talas

 

Foto: liputan6.com

Talas adalah tanaman pangan yang sangat familier di Indonesia bagian barat terutama di Jawa. Tanaman ini merupakan sumber karbohidrat yang kaya akan nutrisi dan memiliki sifat yang mudah dicerna.

Kamu dapat mengkonsumsi talas layaknya panganan pokok seperti nasi dengan hanya merebusnya tanpa tambahan apa pun. Lezat dan tentu saja, bebas dari kolesterol, Guys! Talas juga dikenal sebagai bahan pembuat kudapan yang tak kalah lezat seperti kolak, talas goreng, dan kue jenis lainnya.

Selain dikonsumsi sebagai bahan makanan pokok dan aneka kudapan, talas saat ini juga diolah menjadi tepung talas yang juga digunakan sebagai bahan dasar pembuatan aneka kue.

Sagu

foto: indonesiakaya.com

Sagu sudah menjadi makanan pokok Indonesia di beberapa provinsi, terutama di Maluku dan Papua. Biasanya, batang sagu yang dipanen sudah berusia antara 3—5 tahun. Sagu yang ditebang kemudian diperas untuk mendapatkan sari patinya hingga terbentuk tepung sagu. Tepung sagu inilah diolah menjadi papeda yang bentuknya seperti lem.

Selain dibuat papeda, tepung sagu juga dibentuk menjadi kue sagu kering yang rasanya tak kalah nikmat, Guys. Sagu sangat cocok dikonsumsi oleh orang yang menderita diabetes karena memiliki indeks glikemik rendah. Dengan kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, sagu memiliki kandungan vitamin yang rendah sehingga harus dimakan dengan sayuran dan lauk-pauk lainnya.

Jewawut

foto : goodnewsfromindonesia.com

Jewawut mungkin makanan pokok pengganti nasi yang jarang dikenal. Jewawut merupakan sejenis serealia berbiji kecil yang dulunya pernah menjadi makanan pokok Indonesia sebelum dikenalnya nasi.

Bentuknya agak mirip seperti gandum. Tidak hanya di Indonesia, bahkan jewawut dulu pernah menjadi makanan pokok di Asia Timur dan Asia Tenggara. Daerah yang menjadikan jewawut sebagai makanan pokok Indonesia dulunya adalah Enrekang, Sulawesi Selatan, Pulau Sumba, Pulau Rote, dan beberapa daerah lainnya.

Di Biak Numfor, jewawut sudah menjadi makanan pokok yang diolah menjadi semacam bubur. Selain itu, bubur jewawut ini juga masih dikonsumsi oleh orang-orang di Bengkulu dan beberapa tempat di pulau Jawa.

Gembili

foto : pinterest.com

Suku Kanum di Merauke yang mendiami Taman Nasional Wasur mengonsumsi gembili sebagai makanan pokok secara turun temurun. Sistem budi daya gembili sudah menyatu dengan kehidupan masyarakat suku Kanum karena mempunyai nilai budaya yang tinggi, yaitu sebagai mas kawin serta pelengkap pada upacara adat.

Konon, tanpa gembili,  suku Kanum tidak dapat melaksanakan pernikahan sehingga budi daya gembili bagi suku Kanum menjadi suatu keharusan. Suku Kanum mengkonsumsi gembili dengan cara yang sederhana, hanya direbus atau dibakar. Di daerah tersebut hasil panen gembili disimpan dalam sebuah rumah kecil terbuat dari bambu dan beratap kulit kayu yang diberi nama kater meng. Fungsinya agar gembili terhindar dari sinar matahari langsung.

Nah, Takaiters, mengenal dan mengonsumsi makanan pokok selain nasi akan membuat kita terbiasa mengonsumsi sumber karbohidrat yang beragam jenisnya. Yang penting saat makan makanan pokok tersebut kita tetap menambahnya dengan sayuran, lauk-pauk, dan buah-buahan sehingga asupan nutrisi seimbang senantiasa terjaga.

Oh, ya, kalau kamu doyan makanan selain nasi, tentunya tidak ada lagi istilah “serasa belum makan besar kalau belum makan nasi”, ya.