Hai, Takaiters!

Kamu yang bekerja pasti setiap hari menggunakan kertas untuk melaksanakan semua pekerjaan, ya. Setiap bagian mungkin menghabiskan satu rim atau 500 lembar kertas per minggu jika tidak sedang mengerjakan sebuah proyek. Jika sedang mengerjakan proyek tertentu, bisa jadi empat sampai lima rim kertas habis dalam satu minggu. Padahal, untuk menghasilkan satu rim kertas, dibutuhkan satu batang pohon usia lima tahun. Wow! Artinya kita harus menunggu setiap lima tahun untuk menghasilkan satu rim kertas. Itu baru kertas yang digunakan untuk keperluan kantor, bagaimana dengan kertas untuk keperluan lainnya? Maka, sudah saatnya kita concern pada hal ini, Guys. Jadilah generasi yang berprinsip paperless. Bagaimana caranya?

E-office di Kantor

Foto: pexels.com

Dunia maya saat ini menjadi ajang komunikasi yang efektif bagi banyak orang sehingga harus dapat dimanfaatkan dunia usaha dan dunia kerja. Berkomunikasi menggunakan surat-menyurat untuk kepentingan antar bagian atau antar cabang perusahaan tidak lagi efektif jika menggunakan dokumen fisik, karena selalu ada delay dalam penyiapan dan pengiriman.

E-office memungkinkan adanya efisiensi waktu, manajemen dokumentasi lebih baik, kenyamanan kerja yang lebih baik, mendukung pengambilan keputusan lebih baik, manajemen lebih terkendali, dan membaiknya citra organisasi.  E-office memungkinkan setiap institusi meminimalkan penggunaan kertas. Jika informasi dapat dibaca dan ditindaklanjuti tanpa harus mencetak dokumen, kenapa harus menggunakan kertas, Guys?

Email untuk Komunikasi dengan Klien

Foto: pexels.com

Klien adalah pihak di luar institusi yang harus dilayani dengan maksimal sehingga sebuah institusi akan berusaha memberikan layanan terbaik. Saat ini, surat menyurat dan dokumen yang diperlukan cukup dikirim melalui email dan tanggapan pun diterima dalam bentuk email.

Email memungkinkan pengiriman surat dan dokumen dengan mudah, cepat, dan murah. Email juga memungkinkan pengiriman sekaligus ke banyak penerima pesan, mampu mengirim dokumen dalam jumlah banyak, dan dapat menjadi media untuk berlangganan informasi tertentu. Meski hanya dapat mengirim teks dan gambar, email dipandang cukup efisien karena tidak diperlukan lemari untuk penyimpanan dokumen beserta biaya opersional perawatannya. Jadi mulai saat ini beralihlah ke email untuk surat menyurat atau pengiriman dokumen, Guys.

Promosi dengan Media Elektronik

Foto: pexels.com

Setiap generasi saat ini sudah melek informasi, dari anak-anak hingga nenek-nenek. Setiap orang memiliki akun media sosial, suka surfing untuk menemukan informasi yang diinginkan dan berkomunikasi efektif menggunakan gawai. Jadi, manfaatkan hal ini dengan sebaik-baiknya, Guys. Daripada mencetak brosur untuk promosi yang harganya lumayan mahal dan berakhir di tempat sampah, gunakan media elektronik. Media sosial, marketplace, dan platform lainnya dapat menjadi media promosi yang efektif asal kamu kreatif.

Pembiayaan  pembuatan brosur jauh lebih tinggi dibandingkan dengan promosi digital. Selain memanfaatkan dunia maya, promosi melalui radio dan televisi patut dicoba, Guys, karena efek audio visual yang ditangkap target market jauh lebih mudah terekam di otak mereka.

Manfaatkan Kertas Bekas

Foto: pexels.com

Meski sistem administrasi paperless sudah diterapkan, ternyata masih terdapat dokumen yang harus dicetak. Indonesia adalah salah satu negara yang dipandang tidak efektif dalam penggunaan kertas. Banyak dokumen yang dicetak hanya pada satu sisi, sementara satu sisi lainnya masih bisa dipergunakan.

Mulai sekarang, cetaklah dokumen bolak-balik ,Guys, supaya lebih hemat. Selain itu, jika menemukan kertas  yang dicetak pada satu sisi dan sudah tidak dipakai, kamu dapat memanfaatkkannya untuk hal lain seperti kerajinan, scrapbooking, membuat kertas catatan atau memo, ornamen, pembersih kaca, media menggambar, dan corat-coret anak-anak atau dijual untuk didaur ulang. Jika kamu memerlukan bungkus kado, coba gunakan kertas bekas atau media lainnya yang masih bisa dimanfaatkan. Selain unik, kamu sudah menyumbang pelestarian alam Indonesia, lo.

 Daur Ulang Kertas

Foto: pexels.com

Kertas yang bisa didaur ulang sangat beragam, Guys, namun dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu kertas buangan pabrik kertas, kertas limbah sebelum digunakan oleh konsumen, dan kertas yang telah digunakan oleh konsumen. Daur ulang kertas sendiri dapat dilakuan melalui dua cara. Cara pertama  yaitu bentuk menjadi bentuk lain dengan melipat, meremas atau menggunting yang bisanya dilakukan untuk kerajinan atau dekorasi. Cara kedua adalah cara fisika kimia yaitu membuatnya menjadi bubur kertas (pulp) baik dengan atau tanpa penambahan bahan lain.

Kertas yang sudah benar-benar tidak dapat dimanfaatkan, sebaiknya kamu jual, Guys. Selain menambah tabungan, tentunya kertas itu tidak menjadi sia-sia karena akan diproduksi lagi dalam bentuk kertas kemasan atau kertas untuk industri, kertas cetak, dan kertas tulis, tisu dan cetakan untuk media massa. Dalam jumlah terbatas, kertas daur ulang juga dapat digunakan sebagai media tanaman isolasi, box, dan produk kertas cetak seperti wadah telur, karton, baki makanan atau pot tanaman.

Nah, Takaiters, sudah tahu kan bagaimana menjadi generasi paperless? Mari kita selamatkan sumber daya alam kita yang semakin menipis dengan memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada. Jika tanpa kertas kita bisa menjalani hidup dengan lebih efisien, kenapa tidak?