Hai, Takaiters!

Kamu tentu sering mendengar istilah move on, bukan? Istilah ini sangat popular di kalangan generasi muda. Move on artinya bangkit dari keterpurukan masa lalu dan menatap masa depan yang lebih baik. Istilah ini sering dikaitkan dengan orang yang baru saja putus cinta atau patah hati dan sedang berusaha melupakan kenangann yang pernah dialami di masa lalu.

Ketika mencintai seseorang, terkadang kita hanya memikirkan sisi menyenangkan saja dan melupakan konsekuensi buruk yang akan diterimanya. Misalnya ketika mengalami kegagalan dalam menjalin cinta karena sesuatu hal yang tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Meskipun hal itu sudah berlangsung di masa lampau, belum tentu kita bisa melupakan sakitnya patah hati dan menjadi susah move on.

Lalu hal apa saja yang membuat kita susah move on dan terjebak dalam nostalgia?

Terlalu Lama Pacaran

Foto: pexel.com

Menjalin hubungan cinta dengan lawan jenis dalam waktu yang cukup lama, sudah pasti akan meninggalkan banyak kenangan bersamanya. Butuh waktu yang tidak singkat untuk kita bisa melupakannya. Tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Tapi hidup harus terus berjalan maju. Ingatlah masih banyak cinta di luar sana yang menantimu.

Menyimpan Barang Pemberian dari Dia

Foto: pexel.com

Selama menjalani hubungan dengan pasangan, ada kalanya kamu memberi atau juga menerima hadiah dari si dia. Biasanya pada momen spesial, misalnya ulang tahun, hari raya, anniversary, tahun baru dan lain sebagainya.

Tidak salah kamu menerima dan menyimpan barang pemberian dari orang yang spesial. Tetapi, jika hal tersebut hanya menambah luka dan membuatmu susah move on, apa tidak sebaiknya benda-benda itu kita jauhkan dari pandangan? Atau kamu bisa berikan kepada orang yang lebih membutuhkan.

Sering Membicarakannya

Foto: pexel.com

Ketika kamu baru saja mengakhiri hubungan dengan seseorang, biasanya ada saja teman atau keluarga yang bertanya alasannya. Entah karena terlanjur cinta atau terlanjur sakit hati pada mantan pasangan, tanpa sadar kamu menjadi semangat untuk membicarakannya. Berharap simpati dan dukungan dari orang-orang di sekitarmu. Tapi kalau kamu sudah ikhlas akan keputusan ini, buat apa lagi kamu membahasnya?

Stalking

Foto: hisndustantimes.com

Bermain sosial media sudah menjadi kebiasaan dan kebutuhan di masa sekarang. Namun, kalau hanya untuk stalking kepada mantan pasangan tentu tidak baik. Stalking artinya menguntit, memantau, atau memata-matai akun sosial media orang lain tanpa sepengetahuannya.

Kamu mungkin tidak sadar bahwa hal ini akan menyakiti perasaanmu sendiri. Apalagi jika kamu melihat mantan sudah bahagia, sementara kamu masih menangisi kegagalan masa lalumu bersamanya. Move on itu butuh hati yang happy, Guys, so jangan menyakiti diri dengan stalking.

Berada dalam Satu Komunitas

Foto: pexel.com

Menjalin hubungan dengan teman satu komunitas memang seru, ya, Takaiters? Kamu bisa terus berdekatan dan menghabiskan waktu bersamanya. Namun, bagaimana jika cinta ternyata tidak lagi sejalan dan kandas? Salah satu langkah yang paling efektif untuk move on adalah stop kontak dengan mantan. Bagaiaman jika ternyata tidak semudah itu memutuskan kontak dengan sang mantan?

Jika kamu dan mantan berada dalam satu kantor, satu kampus dan satu perkumpulan misalnya. Tentu ini akan membuatmu lebih susah move on, kecuali jika mentalmu sekuat baja. Bila mantanmu adalah teman sekantor, tidak ada salahnya kamu pindah kerja lalu mencoba pengalaman baru di luar sana dan menemukan cinta yang baru.

So, Takaiters, bagaimana pun sulitnya kamu untuk move on, ingatlah bahwa hidup harus terus berjalan. Karena kita hidup di masa kini dan masa depan, maka janganlah terjebak dalam masa lalu. Temukan kembali cinta sejatimu dan raihlah kebahagiaan bersamanya.