Hai Takaiters!

Beberapa hari ke depan, kita sudah merayakan Hari Raya Lebaran, ya. Yuk, kita kenali filosofi ketupat, salah satu hidangan khas Lebaran di Indonesia!

Ketupat atau kupat adalah hidangan khas di Asia Tenggara yang berupa anyaman daun kelapa yang masih muda (janur) diisi dengan beras secukupnya, kemudian direbus.

Filosofi Ketupat

Foto: bawangputih.my

Ketupat mempunyai filosofi sebagai berikut: Anyaman daun janur yang rumit mencerminkan beragam kesalahan manusia. Setelah manusia memohon maaf atas segala kesalahan sehingga menjadi sempurna di hari kemenangan (bentuk sempurna ketupat), maka hatinya akan menjadi suci bersih seputih nasi.

Arti Kata Ketupat

Foto: irfa-latifah-1314.blogspot.com

Ketupat atau kupat awalnya dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga saat menyebarkan syiar Islam di tanah Jawa. Arti kata ketupat atau kupat adalah ngaku lepat (mengakui kesalahan) dan laku papat (empat tindakan). Ngaku lepat dilakukan dengan sungkem kepada orang yang lebih tua di hari Lebaran untuk memohon maaf atas semua kesalahan, sedangkan makna laku papat di hari lebaran adalah sebagai berikut:

Lebaran, bermakna usai, menandai waktu berpuasa Ramadan telah usai. Luberan
Bermakna rezeki yang melimpah/meluber. Saatnya berbagi rezeki kepada fakir miskin dengan berzakat. Leburan, bermakna lebur atau habis, saatnya umat Islam melebur semua kesalahan dengan saling memaafkan. Laburan, dalam bahasa Jawa melabur artinya mengecat dinding dengan warna putih. Bermakna menjaga kesucian hati supaya tetap putih.

Hidangan Khas Lebaran

Foto: bisniswisata.co.id

Di daerah Jawa, ketupat merupakan hidangan khas saat lebaran. Hampir di setiap rumah akan kita jumpai hidangan unik ini. Ketupat atau kupat juga menjadi pelengkap kuliner khas beberapa daerah di Indonesia. Seperti di Sunda, Bali, Makassar, dan lain-lain. Akan tetapi, selain di Indonesia ternyata ketupat juga bisa dijumpai di Malaysia, Singapura, Brunei, dan Philipina.

Pada umumnya, lama memasak ketupat agar terasa enak dan tahan lama adalah dimasak di atas bara minimal selama empat jam. Namun[,] di masa sekarang telah ditemukan cara yang lebih praktis, hemat waktu, dan bahan bakar untuk memasak ketupat, yaitu memasak menggunakan panci presto. Dengan cara ini hanya dibutuhkan waktu satu jam untuk memasak ketupat hingga matang.

Takaiters, ternyata cerita di balik hidangan ketupat sangat menarik dan bermakna dalam, bukan? Oleh karena itu, jangan lupa hadirkan ketupat sebagai hidangan tak terlupakan pada hari Lebaranmu, ya!