Kabar menggemparkan datang dari industri hiburan tanah air. Sinetron ‘Malaikat Pelindung’ yang diperankan oleh beberapa artis muda tanah air pasalnya sedang menjadi sorotan para penggemar K-POP. Bagaimana tidak? Sinetron yang masih dalam tahap produksi ini diduga memiliki kesamaan alur dan cerita dengan drama terkenal asal negeri ginseng, ‘Goblin’. Fans K-POP pun dibuat geram dan memberikan berbagai saran juga kritikan pedas mereka agar sinetron dalam negeri dapat maju dan mampu terkenal layaknya drama Korea.

Lebih baik adopsi cerita dari wattpad

Fans K-POP Berikan Saran Ini Pada Tim Produksi Sinetron Indonesia
Foto : pexels.com

Kenapa sih harus Wattpad? Karena di sanalah gudangnya cerita atau buku online dari para penulis berbakat tanah air. Wattpad merupakan tempat berbagi cerita, menulis novelet online, dan sejenisnya yang selalu menjadi topik perbincangan hangat di antara pecinta literasi. Sudah banyak penulis-penulis muda Indonesia menelurkan tulisannya ke penerbit indie dan menjuarai berbagai kompetisi menulis melalui wattpad. Bahkan genre apa pun yang kamu suka tersedia di sana mulai dari non fiksi, fantasi, petualangan, horor, dan masih banyak lagi.

Pilihan Editor

Akibat berita mengenai kemiripan salah satu sinetron Indonesia dengan Goblin, fans K-POP sangat gencar memberikan masukan pada tim produksi sinetron Indonesia agar tidak malu atau pun minder untuk mengambil cerita dari aplikasi oranye tersebut. Selain sebagai ajang untuk mengapresiasi karya anak bangsa, fans juga berharap nama Indonesia tetap harum di mata internasional.

Gunakan tokoh yang sepadan

Foto : korea.iyaa.com

Dalam sebuah wawancara yang dirilis resmi, salah seorang pemain dari ‘Malaikat Pelindung’ membeberkan bahwa dirinya mengakui ada plot yang sama dan berbeda. Ia juga tidak menyangkal bahwa karakter yang ia mainkan memang persis dengan Ji Eun Tak (karakter utama wanita di drama Goblin yang diperankan oleh Kim Go Eun).

Fakta ini kian membuat fans K-POP melayangkan pernyataan agar tim produksi sinetron Indonesia tidak asal dalam memilih pemain jika ingin remake drama dari luar negeri. Mereka juga mengimbau agar tokoh pemeran diambil dari mereka yang sudah berpengalaman dalam dunia akting serta memiliki visual bak Gong Yoo dan Lee Dong Wook, seperti misalnya Herjunot Ali dan Reza Rahardian.

 Tidak setengah-setengah dalam mengeluarkan biaya produksi

Foto : dramabeans

Tidak hanya Goblin, hampir seluruh drama korea dan drama lainnya di luar negeri dilakukan secara totalitas. Bukan hanya dari segi pemain, tetapi juga dana produksi. Goblin sendiri sempat melakukan pengambilan adegan di beberapa tempat terkenal di Korea hingga wilayah tersebut booming dan menjadi destinasi wisata yang paling diburu baik wisatawan lokal atau pun turis mancanegara.

Hal ini menandakan bahwa tim produksi tidak segan-segan menghabiskan dana demi mendapatkan background tempat yang  berkualitas agar karya mereka kian berkualitas. Berbeda dengan di dalam negeri, terkadang tim produksi hanya fokus pada pemain sehingga melupakan berbagai poin penting pada aspek tayangan. Oleh karena itu, akan lebih baik tim produksi sinetron Indonesia tidak setengah-setengah jika ingin menggarap sebuah sinetron.

Hapuskan sistim ratusan episode

Foto : pexels.com

Para fans K-POP tanah air tahu betul bahwa sinetron Indonesia belum mampu lepas dari ratusan episode dalam satu judul sinetron. Sedangkan drama korea hanya bertahan mulai dari belasan hingga puluhan episode. Hal ini dianggap lebih baik karena sebuah jalan cerita memang harus memiliki akhir dan tidak lari dari kisah awal yang disuguhkan. Mereka juga mengklaim bahwa untuk menyukai sinetron dalam negeri, setidaknya para tim produksi harus mampu menyuguhkan cerita yang apik lagi berkualitas dan jauh dari konsep tiruan.