Hai, Takaiters!

Siapa yang tidak mengenal kolak? Yup, kolak adalah makanan sederhana asli dari Indonesia yang paling identik dengan bulan puasa. Memang kolak bisa dibikin kapan saja, tetapi tetap akan terasa nikmat jika disantap saat berbuka puasa. Kenapa demikian? Kolak yang terbuat dari rebusan santan dan gula aren dengan isian pisang kepok atau ubi sangat nikmat rasanya untuk dijadikan takjil saat berbuka puasa.

Kolak bisa disantap saat masih hangat ataupun sudah dingin. Banyak juga yang suka menyantap kolak setelah dimasukkan ke lemari pendingin atau di beri es batu. Semua tergantung selera karena kolak hangat ataupun dingin tetap terasa nikmat rasanya.

Filosofi Kolak

Foto: idntimes.com

Takaiters,  meskipun kolak merupakan makanan yang sangat sederhana, ternyata kolak memiliki filosofi yang dalam, lo. Di pulau Jawa, kolak digunakan sebagai salah satu media penyebaran agama Islam oleh Wali Songo. Dipilihnya kolak karena bahan-bahan yang digunakan mudah didapatkan dan juga memiliki filosofi tersendiri.

Pisang yang digunakan untuk kolak yang paling pas adalah pisang kepok. Kepok atau kapok dalam bahasa Jawa artinya jera atau menyesal di mana manusia hendaknya jera atau menyesal akan perbuatan dosa yang dilakukannya dan selalu ingat untuk tidak mengulanginya.

Selain pisang ada juga ubi. Ubi oleh masyarakat jawa dikenal dengan telo pendem. Makna yang diambil adalah manusia hendaknya mengubur kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat dengan berjanji tidak akan mengulanginya lagi agar bisa melanjutkan hidup dengan mencari rida Allah Swt.

Santan adalah bahan yang paling penting karena yang membuat kolak terasa nikmat. Santan di sini memiliki filosofi sebagai pelebur di mana manusia diajarkan untuk bisa memberi dan meminta maaf akan semua kesalahan.

Macam-Macam Kolak

Foto: racikanbumbu.com

Jika awalnya isian kolak hanya pisang dan ubi, seiring berkembangnya zaman, kolak banyak memiliki varian isi seperti kolak labu, kolak durian, kolak biji salak, kolak ketan kelapa muda, kolak bola pelangi, kolak kolang kaling, dan masih banyak lagi. Semua varian kolak tetap menggunakan santan dan gula aren sebagai bahan dasarnya. Kesemuanya juga memiliki cita rasa tersendiri.

Dari Makanan Biasa Hingga Jadi Makanan Berkelas

Foto: review.bukalapak.com

Kolak yang dulu penampilannya sangat sederhana kini sudah semakin cantik dan mewah. Bahkan, di jamuan-jamuan formal ataupun di restoran-restoran kolak kerap dijadikan hidangan pembuka puasa saat Ramadan. Sajiannya yang apik dengan varian isi yang beragam makin menambah penasaran untuk menikmatinya.

Modifikasi Kolak Makin Heboh

Foto: sajiansedap.grid.id

Di era milenial, modifikasi kolak semakin heboh. Jika kamu berkunjung ke Malang, selain kolak durian ada juga pie kolak pisang yang akan kamu jumpai, bahkan di Gresik kolak dimodifikasi menjadi lauk pauk, yaitu kolak ayam sanggring.

Bahan dasarnya sama hanya isiannya yang diganti dengan daging ayam jago. Kolak ayam sanggring ini sangat nikmat disantap dengan nasi hangat. Yang tadinya hanya sebagai makanan tradisional, kolak juga mulai mendunia. Seperti yang dilansir oleh CNN, modifikasi kolak dengan cokelat dan potongan kacang oleh Petty Elliot sukses nampang di Buku Frankfurt tahun 2015.

Nah, Takaiters, itulah fakta unik tentang kolak. Ngomong-ngomong sore ini mau bikin takjil apa? Bikin kolak aja, yuk!