Hallo, Takaiters!

Siapa yang saat ini tidak mengenal Razan al Najjar? Seorang sukarelawan medis cantik yang tewas tertembak saat menolong pria tua di Jalur Gaza dan beritanya menjadi viral.

Razan al Najjar, seorang sukarelawan paramedis cantik Palestina berusia 21 tahun ditembak oleh snipper Israel pada hari Jumat, tanggal 1 Juni 2018 lalu, karena aksi kemanusiaannya. Saat insiden itu, Razan berlari mendekati pagar perbatasan Gaza dengan memakai jas putih medisnya. Razan sedang membantu warga sipil yang sedang terluka akibat dipukuli kepalanya di antara gas air mata.

Setelah warga sipil tersebut dibawa ambulans tiba-tiba terdengar suara tembakan, dan Razan terlihat tersungkur ke tanah dengan dada bersimbah darah. Meskipun Razan telah melambaikan tangan sebagai tanda sebagai petugas medis tetapi tentara Israel tetap menembakkan pelurunya dan menembus dada Razan. Razan segera dibawa ke rumah sakit tetapi sayang nyawanya tidak tertolong.

Berikut 8 fakta tentang Razan al Najjar yang harus kamu ketahui, Guys!

1. Sosok Pemberani dari Kecil

Foto: 972mag.com

Saudara Razan, Daila al Najjar, mengenang masa kecil Razan yang pemberani, kuat, dan menyenangkan sebagai teman bermain. Razan yang merupakan sulung dari 6 bersaudara menjadi pelindung bagi adik-adiknya.

2. Selama 13 Jam dalam Sehari Bertugas Sebagai Relawan Medis

Foto: jatim.tribunnews.com

Sejak tergabung sebagai relawan pada tanggal 30 Maret 2018, Razan rela bertugas selama 12 hingga 13 jam dalam sehari. Sekitar 70 orang sipil yang terluka dirawat oleh Razan setiap hari.

3. Sempat Diwawancarai Sebelum Meninggal

Foto: tribunnews.com

Sebelum insiden yang merenggut nyawanya, Razan sempat diwawancarai oleh majalah Times di bulan Mei. Ia dengan tegas mengatakan bahwa perempuan tidak selayaknya dipandang sebelah mata karena perempuan mempunyai kekuatan yang lebih dan perempuan dapat mempunyai peran untuk masyarakat Palestina khususnya di Jalur Gaza.

Pilihan Editor


4. Selalu Pulang dengan Jas Putih Penuh Darah

Foto: grid.id

Setiap pulang ke rumah Razan selalu membawa jas putih yang berubah menjadi merah dari darah para korban luka. Sabreen, ibunya bercerita bahwa Razan sering berada di perbatasan menunggu hingga demonstran pulang. Dan kali ini Razan mengantarkan jas putih dengan merah darahnya sendiri.

5. Sebelum Meninggal Ia Mengatakan Sesuatu kepada Ayahnya.

Foto: islamidia.com

Razan yang tinggal di desa perbatasan dengan Israel yaitu Khuza mengatakan kepada ayahnya bahwa ia mempunyai tujuan menyelamatkan nyawa. Ia juga mengatakan bahwa tanpa senjata dapat melakukan apa saja. Dan hal ini dilakukan oleh Razan sebagai sukarelawan medis di Jalur Gaza. Sungguh mulia banget ya, Guys!

6. Meninggal di Hari Jumat dan Menjadi Orang Palestina ke-119

Foto: dunia.tempo.co

Razan meninggal di hari Jumat dan satu-satunya yang terdaftar meninggal di hari itu. Razan terhitung menjadi orang Palestina ke-119 yang meninggal sejak insiden Great Return March.

7. Ribuan Orang Mengantarkan Razan ke Peristirahatan Terakhir

Foto: islamtimes.org

Razan dimakamkan pada hari Sabtu, sehari setelah insiden yang mengakibatkan kematiannya dan dihadiri oleh ribuan orang. Rekan relawan medis, keluarga, kerabat, dan warga sipil turut mengantarkan Razan ke peristirahatan terakhir.

8. Tuduhan Snipper yang Menembak Razan pada Seorang Wanita Tidak Benar

Foto: style.tribunnews.com

Setelah kematian Razan, tuduhan identitas penembak yang meluncurkan peluru dan mengenai dada Razan hingga meninggal bernama Rebecca menjadi viral. Tetapi berita ini ternyata tidak benar, karena Rebecca sudah tidak aktif sebagai IDF dalam dua tahun terakhir dan tidak pernah menjadi sipper saat aktif di IDF. Bahkan sekarang ini Rebecca menjadi pengajar Bahasa Inggris bagi pencari suaka Afrika.

Tewasnya Razan al Najjar menjadi pukulan berat bagi dunia. Ribuan orang yang hadir di pemakamanya tidak kuasa menahan air mata. Dan yang paling mengharukan adalah ayah Razan mengantarkan jenasah putrinya sambil membawa jas medis putrinya yang bersimbah darah.

Semoga Razan al Najjar tenang dalam peristirahatan terakhirnya dan diterima di sisi Allah sebagai syuhada.