Hi, Takaiters!

Ketika mengamati orang-orang yang ada di sekeliling kita, entah itu cuma teman sekadar lewat, teman akrab, pacar, keluarga, saudara, bahkan musuh bebuyutan. Bila kita bisa lebih peka terhadap sifat dan karakternya, maka akan terlihat satu di antara sekian puluh watak manusia paling menyedihkan. Suka mencari perhatian orang lain.

Rasanya bertemu atau malah terjebak dalam pergaulan bersama orang yang suka mencari perhatian, pasti merasa terganggu yang berujung pada kebosanan, atau malah mengasihani dirinya. Sudah pasti begitu karena dia tidak jarang akan merepotkan demi mencari perhatian.

Orang yang suka begitu biasanya dikarenakan tidak atau jarang mendapatkan perhatian yang diinginkannya, sehingga memilih berbuat sesuatu dengan menyulut sensasi agar menjadi pusat perhatian.

Seperti apa kehidupan dan watak paling kentara yang menunjukkan betapa dirinya begitu? Ini fakta para pencari perhatian, Takaiters!

1. Mereka sangat haus pujian.

Perilaku histrionik
Foto: today.line.me

Biasanya segala sesuatu yang dirasa bakal membuatnya dilirik atau diperhatikan pasti akan diperlihatkan langsung. Dibilang haus pujian mereka akan mengelak, lalu berargumentasi panjang lebar mencoba menyakinkan bahwa dirinya memang pantas dipuji.

Pencari perhatian lebih sering tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya sejak awal sudah menarik, namun semenarik apa pun tentu tidak harus diperbincangkan terus. Itulah letak dimana pencari perhatian tidak menerima bahkan lupa bahwa tidak selamanya lampu akan bersinar terang sepanjang hari.

2. Sangat aktif bersosial media.

Cara menghadapi fakta para pencari perhatian
Foto: dokter.id

Setiap detik, menit, jam, Hingga seharian penuh, yang dilakukan hanya berselancar di dunia maya. Memang tidak semua orang yang sangat aktif di dunia maya termasuk para pencari perhatian.

Namun memang benar adanya perihal pencari perhatian cenderung memilih sosial media untuk memamerkan barang pribadinya. Seperti pergi ke suatu tempat dipamerkan ke khalayak, berpasangan dengan siapa diperlihatkan ke banyak orang seolah paling bahagia sendiri. Menunjukkan paras cantik atau gantengnya agar banyak kenalan dan disukai oleh warganet.

3. Biang permasalahan yang tidak menyukai sepi.

Foto: merdeka.com

Mereka memang begitu. Biang permasalahan. Bila suasana terasa sangat damai, maka mereka pasti akan melakukan sesuatu. Sesuatu yang nantinya akan menjadi perbincangan.

Begitulah para pencari perhatian sangat suka menciptakan masalah demi mendapatkan respons dari banyak orang. Saking suka bikin masalah, mereka jadi lupa betapa memalukan sifat seperti itu.

4. Sering menjelek-jelekan orang lain.

Foto: makassar.tribunnews.com

Ini paling buruk dari sekian sisi negatif mereka. Biasanya yang akan dilakukan pertama kali pasti mengobrolkan sesuatu, setelah itu keluar topik membicarakan orang lain. Seolah orang-orang di sekitarnya tidak lebih baik dari dirinya.

Biasanya akan mengeluhkan sikap seseorang yang tidak disukai, menjelek-jelekan nama orang itu, lalu berbicara panjang lebar dengan memperlihatkan dirinya bahwa di dunia ini hanya dia yang sangat baik dan pantas diperhatikan.

Sekiranya dari sifat buruk yang telah dipaparkan dengan penjelasan singkat, kita dapat menjadi manusia yang lebih baik lagi. Perlu diingat pula, bahwa kita tidak punya hak menghakimi para pencari perhatian.

Pertanyaannya, sudahkah kita terhindar dari karakter tersebut? Andaipun terhindar, ada baiknya untuk selalu intropeksi diri. Tidak ada kesempurnaan bagi manusia.

Itulah beberapa fakta para pencari perhatian. Mari kita berkoreksi diri, Takaiters!