Hai, Takaiters!

Indonesia terkenal sebagai negara dengan wilayah kepulauan yang mempunyai banyak sekali pantai. Nelayan merupakan salah satu mata pencaharaian yang banyak dilakukan oleh penduduk di sepanjang wilayah pantai. Hasil melaut yang tidak pasti dan harga jual ikan yang naik turun membuat wilayah pantai identik dengan garis kemiskinan.

Namun hal ini berbeda dengan Desa Bendar, Pati. Penduduk desa ini terkenal kaya raya, bahkan desa Bendar merupakan desa nelayan terkaya di Indonesia. Banyak rumah mewah bertingkat lengkap dengan kolam renang di desa ini.

Berikut fakta tentang desa Bendar. Kita simak yuk, Takaiters!

  1. Letak Desa Bendar

fakta tentang desa Bendar
Foto: hipwee.com

Desa Bendar merupakan desa yang terletak di pinggir laut utara pulau Jawa dan jalan Pos atau jalan De Grote Postweg yang di pinggir sungai Juwana. Secara administrasi desa ini masuk kecamatan Juwana Kabupaten Pati.

Kecamatan Juwana merupakan salah satu kecamatan yang terkenal dengan hasil laut berupa ikan bandeng dan ikan pindang. 95% penduduk Bendar bekerja sebagai nelayan.

  1. Selain sebagai nelayan, kebanyak penduduk Bendar merupakan pemilik kapal ikan

sejarah desa bendar juwana
Foto: liputan6.cm

Selama ini penduduk kaya di wilayah pantai identik dengan pemilik kapal untuk menangkap ikan. Hal ini juga terjadi di desa Bendar. Uniknya, tidak hanya satu atau dua tetapi sebagian besar penduduk mempunyai kapal penangkap ikan atau mempunyai saham dalam kepemilikan kapal penangkap ikan.

Ini yang membuat pendapatan mereka jauh lebih tinggi dibanding nelayan biasa. Satu kapal dalam sebulan dapat memberikan pendapatan antara 80-100 juta. Tidak heran jika penduduk Bendar mampu membuat rumah mewah bahkan dilengkapi dengan kolam renang dengan mengandalkan hasil tangkapan dan jual beli ikan laut.

  1. Kunci sukses Desa Bendar dapat menjadi desa nelayan terkaya

fakta desa Bendar
Foto: jateng.tribunnews.com

Penduduk Bendar mulai menjalani pekerjaan sebagai nelayan pada tahun 1950 an. Awalnya mereka tidak sesejahtera seperti sekarang. Penduduk Bendar hidup dalam garis kemiskinan dan Bendar merupakan desa yang kumuh.

Setelah pengerukan sungai Juwana pada tahun 1980, jalur perdagangan di wilayah Juwana, termasuk Bendar kembali ramai, terutama industri perdagangan hasil laut.

Nelayan Bendar terkenal rajin bekerja, berhemat dan pantang berfoya-foya. Mereka lebih memilih menyisihkan penghasilannya untuk dikumpulkan guna membeli kapal sendiri.

Penduduk Bendar juga terkenal dengan sifat jujur dalam bekerja dan sistem bagi hasil antara pemilik kapal, pemilik saham dan anak buah kapal (ABK) yang jelas dan adil.

Para wanita Bendar juga turut andil dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Kebanyakan mereka berdagang dan usaha mengolahan hasil laut.

Takaiters, banyak pelajaran yang dapat dipetik dari fakta tentang Desa Bendar, desa nelayan terkaya di Indonesia. Bekerja keras, berhemat dan menginvestasikan sebagaian pendapatan merupakan hal yang membuat penduduk Bendar dapat meningkatkan taraf hidupnya. Hal ini cukup pantas untuk kita tiru bukan?