Loha, Takaiters!

Setelah resmi mengantongi gelar sarjana, selanjutnya mencari pekerjaan adalah agenda utama. Semakin tinggi jumlah pencari kerja membuat persaingan akan lebih ketat. Bukan hanya modal prestasi akademi saja, banyak faktor lain yang menentukan kesuksesan seseorang saat melamar kerjaan, di antaranya keberuntungan.

Jadi sebagai fresh graduate, bagaimana sikap yang sebaiknya kita tunjukkan saat melamar kerja? Apakah bisa langsung menawar gaji tinggi? Karena untuk lulus membutuhkan perjuangan jadi layak, dong, diganjar dengan penghasilan besar dan pekerjaan yang mapan? Nah, Takaiters, artikel ini akan membahas tentang attitude yang sebaiknya dimiliki fresh graduate saat melamar pekerja. So, keep reading, Guys!

1. Wajib Proaktif Mencari Alternatif Lowongan Pekerjaan

Foto: magazine Job

Biasanya, seorang sarjana akan mengutamakan lowongan kerja yang sesuai dengan kompetensi lulusannya. Apalagi keberadaan situs info lowongan pekerjaan saat ini menawarkan fasilitas penyaringan. Lowongan kerja ini dikelompokkan dalam beberapa kategori, seperti besar gaji, lokasi perusahaan, dan bidang keilmuan.

Nah, Guys, selain kita fokus pada pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan. Kamu juga harus menyiapkan alternatif lain. Jangan lupa untuk menandai lowongan kerja yang cocok untuk minat dan bakat kamu dan lebih baik lagi jika kamu sudah memiliki portfolio yang bisa dilampirkan saat melamar. Kamu juga harus proaktif memantau perkembangan lamaran kerja, jika tidak kunjung mendapat kabar segera beralih ke lowongan lain yang dirasa potensial.

2. Etika Berkirim Email yang Baik dan Benar

Foto: starpurnama.net

Hal ini penting untuk diperhatikan. Saat mengirim berkas lamaran kerja via email, pastikan kamu paham etika mengirim email resmi dengan baik dan benar. Tulis subjek dengan jelas dan sampaikan pengantar tentang tujuan kamu mengirim pesan di bagian badan email. Faktanya, banyak fresh graduate yang menyepelekan etika mengirim email resmi yang baik dan benar. Perlu kita catat, Guys, banyak perusahaan yang menjadikan tata cara berkirim email menjadi satu parameter penilaian.

3. Berpakaian Sopan dan Rapi Saat Menghadiri Tes Wawancara

Foto: Dunia karyawan

Bagi fresh graduate mendapat kabar undangan wawancara kerja adalah hal yang sangat dinantikan. Rasanya seperti selangkah lebih dekat dengan dunia kerja. Padahal sejatinya, tahap wawancara ini termasuk bagian krusial. Perusahaan akan menilai secara langsung sebelum memutuskan untuk menerima kamu atau tidak. Pastikan kamu untuk mengenakan pakaian yang rapi dan sopan. Ciptakan first impression yang berkesan baik bagi pihak pewawancara.

4. Paham Aturan Upah Minimum yang Ditetapkan Pemerintah

Foto: aa.com.tr

Hal terpenting lainnya yang sering disepelekan fresh graduate ketika melamar pekerjaan. Sampai saat ini belum ada undang-undang dari pemerintah secara resmi yang mengatur besar gaji berdasarkan jenjang pendidikan dan almamater. Apalagi ubah perusahaan swasta, sistem pengajian termasuk dalam urusan perdata atau berdasarkan kesepakatan antara perusahaan dengan pekerja. Namun, dengan catatan, gaji yang diberikan perusahaan tidak boleh lebih rendah dari UMP (Upah Minimum Pekerja) yang sudah diatur pemerintah.

Merujuk pada Pasal 88 UU No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap buruh/pekerja berhak menerima upah/penghasilan sesuai dengan kebijakan upah minimum proporsional yang ditetapkan oleh pemerintah. Untuk besarnya upah minimum atau UMP ini berbeda-beda di tiap daerah.

Lebih lanjut lagi, Permenakertrans No. 13 Tahun 2012 tentang Komponen dan Pelaksanaan Tahapan Pencapaian Kebutuhan Hidup Layak, dijadikan pedoman dalam menentukan besarnya UMP di tiap daerah. Besarnya KHL (Kebutuhan Hidup Layak)dihitung berdasarkan rata-rata kebutuhan hidup bulanan seorang buruh atau pekerja lajang. Hal ini yang membuat perusahaan dianjurkan memberi tunjangan kesejahteraan jika pekerja atau buruh sudah berstatus menikah atau berkeluarga.

So, jangan gampang mengartikan bahwa seorang fresh graduate tidak berhak menerima gaji besar. Namun, perlu disesuaikan dengan ketetapan UMP di wilayah perusahaan. Selama besar gaji tidak berada di bawah UMP, maka pemerintah sudah menjalankan aturan pemerintah dengan benar.

5. Menjawab Pertanyaan Wawancara Kerja dengan Santun dan Cerdik

Foto: wallstreetmojo.com

Banyak pelamar kerja mengeluhkan tentang pertanyaan wawancara yang tricky dan menjebak. Memang beberapa pertanyaan sengaja dibuat untuk menguji kecakapan mental calon pekerja, salah satunya ketika diminta menyebutkan kelebihan dan kekurangan kamu.

Di sini kamu harus menghindari sikap menyombongkan diri, terutama membanggakan nilai IPK, dan nama besar universitas. Ada baiknya bisa menyertakan bukti saat menjelaskan keunggulan dan skill yang kamu kuasai.

6. Optimis Pasang Target, Asal Tetap Masuk Akal

Foto: Jobstreet.com

Semua orang pasti ingin mendapatkan pekerjaan mapan dengan penghasilan yang cukup. Apalagi bagi fresh graduate yang batu saja menyelesaikan perjuangannya meraih gelar sarjana. Rasanya ingin memasang target tinggi karena mendambakan kehidupan yang mapan dan terjamin setelah mendapat pekerjaan. Namun, faktanya tidak semudah itu, berpikir optimis memang baik, asal jangan lupa untuk tetap masuk akal. Amati dan analisis bagaimana persaingan dunia kerja saat ini karena seorang fresh graduate harus lebih melek terhadap perkembangan zaman dan kondisi di sekitarnya.

Tidak harus diterima di perusahaan besar untuk memiliki karir cemerlang. Kamu bisa merintis pelan-pelan dari bawah dengan memaksimalkan kemampuan yang kamu miliki sambil tetap percaya bahwa tidak ada hasil yang mengkhianati usaha.

Nah, itulah 6 attitude yang wajib dimiliki fresh graduate. Jangan patah semangat karena peluang kerja terbuka di mana-mana bahkan kamu juga bisa menciptakan sendiri.