Hai, Takaiters!

Seiring perkembangan teknologi,  transaksi nontunai atau cashless dalam setiap transaksi pembayaran akan menjadi sebuah keniscayaan. Indonesia pun tak luput dari tren cashless society tersebut.

Didukung dengan pertumbuhan pengguna smartphones yang super cepat, transaksi non-tunai masih punya banyak ruang untuk bertumbuh. Menurut riset eMarketer, jumlah pengguna aktif smartphone di Indonesia diprediksi bisa mencapai lebih dari 100 juta orang pada 2020. Dengan jumlah sebanyak itu, Indonesia menjadi negara dengan pengguna aktif smartphone terbesar keempat di dunia setelah China, India, dan Amerika.

Selain itu, dari survei yang sudah dilakukan oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII), pengguna internet di Indonesia meningkat menjadi 143,26 juta pengguna. Jumlah pengguna internet tersebut mewakili 54,7 persen dari total populasi penduduk.  Kondisi ini membuat penyedia layanan keuangan digital (financial technology/fintech) memiliki pasar yang cukup besar untuk ditargetkan.

Dengan fakta-fakta tersebut, aplikasi yang memungkinkan transaksi pembayaran non-tunai menjadi makin menjamur di Indonesia. OVO, GoPay, Dana, Doku, Midtrans dan LinkAja, adalah nama-nama aplikasi pembayaran non-tunai yang populer di Indonesia.

Secara umum, aplikasi pembayaran online yang juga sering disebut sebagai layanan dompet digital atau digital wallet bertujuan untuk menyimpan uang di aplikasi, kemudian memanfaatkannya untuk transaksi pembayaran di merchant offline maupun online. Tapi, bukan berarti penggunanya bisa abai terhadap pengelolaan keuangan. Kita tidak boleh terlena. Solusinya kamu bisa melakukan top up saldo digital wallet-mu sesuai dengan kebutuhan saja.

Selain itu, akan lebih baik kalau kamu tidak mudah tergiur dengan iming-iming pengembalian uang atau cashback. Berlawanan dengan namanya, cashback seringkali malah membuatmu menghabiskan uang lebih banyak dari yang seharusnya.

Salah satu dompet digital yang paling banyak digunakan adalah OVO. Aplikasi ini bahkan berani menawarkan cashback hingga 60 persen untuk beberapa transaksi di merchant saat tanggal penerimaan gaji. Di luar tanggal penerimaan gaji pun OVO juga tetap rutin membagikan cashback kepada penggunanya.

Makanya, ada baiknya kalau kamu tidak membiarkan saldo OVO-mu kosong. Namun, kalau sudah terlanjur kosong dan kamu ingin melakukan top-up OVO, kamu bisa menggunakan fitur bayar beli di aplikasi digibank by DBS.

Untuk top up OVO, caranya adalah sebagai berikut.

  1. Login ke aplikasi digibank by DBS
  2. Pilih Bayar & Beli lalu klik Uang Elektronik
  3. Pilih OVO dan masukkan detail top up seperti nomor ponsel dan nama account
  4. Konfirmasi transaksi lalu masukkan password digibank
  5. Tunggu konfirmasi top-up berhasil

Selain untuk melakukan top up OVO, lewat fitur bayar beli di aplikasi digibank by DBS, kamu juga bisa melakukan top up saldo e-wallet lain seperti Go-Pay, LinkAja, eMoney, M-tix dan membeli voucher iTunes serta isi ulang pulsa telepon.

Kamu juga bisa melakukan pembayaran tagihan bulanan seperti tagihan PLN, Kartu Kredit dan bahkan bayar BPJS. Malahan, kalau kamu kebetulan suka main game, kamu juga bisa beli voucher games dari Steam, Gemscool, MOGPlay, Garena dll untuk membeli item-item favoritmu. Gimana? Sangat memudahkan sekali, kan?

Walaupun OVO dan banyak aplikasi dompet digital lain selalu menawarkan kemudahan dan cashback, namun itu tidak berarti kalau kamu boleh terus menerus melakukan transaksi karena berpikir kalau harga yang kamu bayar itu lebih murah. Malahan, yang terjadi bisa sebaliknya. Alih-alih membantu pengguna makin efisien dalam mengelola uang, iming-iming cashback tersebut justru membuat penggunanya makin konsumtif. Oleh sebab itu, kamu harus tetap harus mengontrol pengeluaranmu dan hanya bertransaksi sesuai kebutuhan, ya.