Es Krim Aice, memang menjadi favorit siapa saja, dari anak-anak hingga orang tua, karena selain rasanya yang enak, harganya juga lebih murah dibandingkan dengan es krim merek lain. Hanya berkisar antara Rp.2000 hingga Rp.8000 ribu saja.

Namun siap sangka kalau ternyata, dibalik murahnya Es Krim Aice, ada derita para buruh di sana. Hemm, jadi penasaran ingin tau sebenarnya apasih yang terjadi di sana. Yuk kita intip sedikit, kira-kira apasih yang membuat buruh Es Krim Aice ini menderita sehingga melakukan mogok kerja.

PT. Alpen food Industry merekrut buruh untuk memproduksi Es Krim Aice melalui jasa penyedia tenaga kerja atau biasa dikenal dengan outsourcing. Alhasil para buruh terus mengalami perpanjangan kontrak hingga berkali-kali dan jarang yang diangkat menjadi karyawan tetap.

Agar bisa bekerja di pabrik Aice tersebut, mereka harus membayar uang sebesar 2-3,5 juta rupiah.

Setelah berhasil masuk dan bekerja, mereka akan di bayar sesuai dengan jumlah yang fantastis. Jika buruh Aice ini tidak masuk walau alasan sakit sekalipun, maka upah pokok mereka sebesar 3,5 juta rupiah akan dipotong. Buruh juga diminta untuk menyerahkan Ijazah asli sebagai jaminan untuk mendapatkan loker di pabrik Aice tersebut.

Pilihan Editor

Sudah menjadi keharusan bahwa setiap pekerja berhak mendapat jaminan kesehatan dan beberapa fasilitas lain, sebab ini sudah diatur dalam peraturan ketenagakerjaan di Indonesia. Namun buruh yang berjasa memproduksi Es Krim Aice ini, tidak mendapatkan fasilitas tersebut, baik itu BPJS kesehatan, tunjangan transportasi, tunjangan makan hingga cuti sekalipun.

Di dalam surat perjanjian kerja, buruh Aice ini, akan menanggung biaya sendiri apabila terjadi kecelakaan kerja. Aneh ya? Padahal resiko buruh cukup tinggi untuk terpapar amoniak yang berasal dari ruang pendingin dan juga soda api pembersih cetakan yang bisa menyebabkan gangguan pernafasan dan gatal-gatal pada kulit.

Karena itulah para buruh melakukan mogok kerja, yang sebelumnya sudah melakukan negoisasi terkait keluhan para buruh dengan pihak perusahaan. Namun upaya itu tidak membuahkan hasil.

Pada awal November 2017, akhirnya buruh Es Krim Aice, melakukan mogok kerja selama 15 hari. Mereka menuntut agar PT. Alpen Food Industry, mau mengangkat karyawan kontrak menjadi karyawan tetap, serta lebih menjamin dan memperhatikan kesehatan para pekerja.

Kita doakan saja ya Takaiters, semoga mereka menemukan jalan keluar yang terbaik untuk kedua belah pihak. Agar tidak ada yang merasa dirugikan dan juga bisa sama-sama meresakan manfaat dari laris nya penjualan Es Krim Aice dipasaran ini.