Hai, Takaiters!

 Kamu pernah berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng? Selain panorama yang indah, situs purbakala yang mengagumkan, ternyata ada kuliner khas yang bisa kamu dapatkan di sana, yang tidak akan kamu dapatkan di tempat lainnya yaitu olahan carica. Carica Candamarcencis  atau yang lebih terkenal sebagai carica adalah buah mirip pepaya yang berasal dari Pegunungan Andes Amerika Selatan.

Menurut sejarah, Pemerintah Kolonial Belanda yang membawa buah ini ke Indonesia pada saat pecah Perang Dunia II. Ada yang perlu kamu tahu tentang buah unik ini, Guys, simak, yuk.

Buah Khas Dataran Tinggi Dieng

Foto: bobo.grid.id

 

Carica adalah buah khas Dataran Tinggi Dieng karena buah ini hanya dapat tumbuh sempurna di dua dataran tinggi di Indonesia, yaitu di Dieng disebut carica (karika) dan di  Bali disebut gedang memedi. Carica termasuk kerabat pepaya tetapi bentuknya lebih kecil sehingga sering disebut pepaya mini. Tumbuh pada ketinggian tinggi 1500 sampai 3000 m di atas permukaan laut. Saat masih muda warnanya hijau tua dan setelah matang menjadi kekuningan.

Diolah Menjadi Berbagai Jenis Makanan

Foto: indonesiakaya.com

 

Saat ini buah carica dibudidayakan oleh masyarakat di Dataran Tinggi Dieng yang berada di wilayah Kabupaten Banjarnegara dan Kabupaten Wonosobo. Carica kemudian diolah menjadi sirup, jus, manisan, dodol, keripik dan selai. Pemanfaatan selain makanan belum lazim dilakukan mengingat keterbatasan ilmu pengetahuan penduduk setempat. Produk yang saat ini menjadi andalan adalah manisan carica (carica in syrup), yang dikemas dalam botol kaca, kaleng atau gelas plastik. Manisan carica ini menjadi oleh-oleh khas di Banjarnegara dan Wonosobo.

Kaya Manfaat

Foto: ksmtour.com

 Carica yang  terkenal sebagai oleh-oleh ini ternyata memiliki banyak manfaat bagi kesehatan, Guys, karena mengandung kalsium, gula, zat agrinin, vitamin A, C dan E serta minyak atsiri. Di Amerika, buah yang masih mentah dikeringkan dan dijadikan serbuk untuk bahan pembuatan obat penyakit kulit dan obat.

Serat dan vitamin C yang terkandung didalamnya dapat  melancarkan pencernaan, membersihkan usus dari bakteri jahat.  Kandungan Vitamin A yang  ada berguna untuk kesehatan mata dan zat agrinin dapat menghambat pertumbuhan sel kanker pada manusia.

Buah Unik  dan Khas

foto : ekonomi.kompas.com

Meskipun berkerabat dengan pepaya yang sudah biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia pada umumnya, carica memiliki keunikan yang berbeda dengan pepaya. Getahnya cukup merepotkan karena  dapat melukai kulit, sehingga harus menggunakan sarung tangan tebal saat mengupas dan mengolahnya.

Berbeda dengan pepaya yang biasanya dapat tumbuh di mana pun, carica dapat tumbuh dengan maksimal di dataran tinggi Dieng dan Bali. Meskipun buahnya mirip pepaya ternyata ada perbedaan nyata pada pohonnya yang memiliki lebih banyak cabang dan buahnya lebih kecil.

Takaiters, jangan lupa untuk mencicipi olahan carica saat berkunjung ke Banjarnegara dan Wonosobo, ya. Dijamin kamu akan ketagihan dengan manisan carica yang menyegarkan saat cuaca panas seperti saat ini.