Hai, Takaiters!

Belum banyak yang tahu, nih, kalau Liga Sepak Bola Indonesia itu enggak cuma diselenggarakan untuk skala nasional saja lo! Liga di tingkat antar desa se-Indonesia juga sudah ada.

Liga Desa Nusantara adalah tajuk yang diusung untuk mengumpulkan tim sepak bola dari desa yang ada di seluruh penjuru Nusantara. Walaupun tidak se-prestis Liga 1 yang merupakan kejuaraan kasta tertinggi, liga yang satu ini tidak kalah serunya juga lo, Takaiters!

Alasan pertama yang membuat turnamen ini menarik adalah penyelenggaraannya yang digarap serius. Hal itu bisa dibuktikan lewat banyaknya tim desa dari Sabang sampai Merauke yang ikut serta di dalamnya.

Tidak untuk Dianggap Sebelah Mata

Kemendes PDTT gelar Liga Desa Nusantara
Inisiasi dari Kemendes PDTT. Foto: Spirit News

Sebagai salah satu kompetisi resmi, liga ini sendiri dikategorikan dalam kompetisi sepak bola amatir. Tidak tanggung-tanggung, Liga Desa Nusantara yang dinisiasi oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) ini juga bukan sekadar tajuk tanpa isi.

Salah satu tujuan dari penyelanggaraannya adalah mencari potensi pemain-pemain berbakat dari setiap tim. Senada dengan itu, Indra Sjafri, pelatih timnas Indonesia U-19 berpendapat bahwa ajang tersebut bisa menjadi tempat para pemuda untuk unjuk kebolehannya di lapangan hijau.

Tidak heran mendengar ungkapan itu terlontar dari pelatih yang akrab disapa Coach Indra ini. Pasalnya, sebagai sosok yang berkecimpung di dunia sepak bola tanah air, beliau memang dikenal sebagai pelatih yang gemar blusukan demi mencari pemain ke berbagai pelosok nusantara.

Bukan Baru, tetapi Sudah Sampai Tiga Edisi

Liga Desa Nusantara 2019
Upacara pembukaan Liga Desa Nusantara edisi 2019

Tapi, sebentar, deh. Kenapa kompetisi ini layak untuk Takaiters lirik? Ya, kejuaraan olahraga ini bukan cuma besarnya doang. Pasalnya, nih, Liga Desa Nusantara sendiri bukanlah sesuatu yang baru-baru amat. FYI, penyelanggaraan ini liga sudah sampai edisi yang ketiga.

Tahun 2019 menjadi tahun ketiga ajang ini dihelat. Perhelatannya sudah berjalan sejak tahun 2017 lalu. Terus nih, edisi-edisi lanjutan rencananya bakal terus bergulir setiap tahunnya. Jadi, liga yang diikuti oleh tim-tim dari desa ini bukan kaleng-kaleng lagi, Takaiters!

Di balik tajuknya yang keren, Liga Desa Nusantara sendiri juga punya misi lain. Tidak berhenti pada keterkaitannya dengan peningkatan prestasi dunia sepak bola saja, tetapi juga untuk memperlihatkan usaha dalam menghidupkan roda ekonomi yang ada di desa-desa.

Demi Roda Perekonomian Desa

Stadion untuk liga sepakbola antar desa
Stadion Purnawarman. Foto: Portal Jabar

Pendistribusian lokasi perhelatannya juga disebar ke beberapa kabupaten. Opsi ini diklaim bisa mendorong tiap tuan rumah untuk mengambil inisiatif. Aroma kompetisi olahraga juga diharapkan mampu untuk memuluskan niat tersebut.

Nah, edisi 2019 kali ini tercatat sudah ada 16 provinsi yang kecipratan jatah sebagai lokasi penyelenggaraannya. Bayangin aja, ada berapa tempat yang ‘mau tidak mau’ harus memberikan suguhan demi kesuksesan penyelenggaraannya.

Dari situlah aktivitas transaksi perekonomian bergerak. Apalagi jika berhubungan dengan event olahraga yang menjadi primadona bagi masyarakat di negeri ini. Yup, apa lagi kalau bukan Sepak bola?

Jadwal yang Makan Waktu Panjang

Tim Juara Liga Desa Nusantara di tingkat kabupaten. Foto: RRI

Liga Desa Nusantara juga bukan liga yang bakal selesai dalam hitungan hari. Tim-tim yang terlibat harus menjalani pertandingan demi pertandingan dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten, provinsi dulu sebelum akhirnya bermain di tingkat nasional.

Prosesnya bisa memakan waktu dua sampai tiga bulan lamanya. Jadi makin kelihatan kan, kalau liga ini bergengsi? Dan, dari tiga seri yang sudah sukses dihelat itu telah mempersembahkan tiga tim juara.

Mari kita mundur sejenak ke Liga Desa Nusantara seri perdana. Di akhir Desember 2017 lalu, Stadion Purnawarman, Purwakarta jadi saksi bagaimana Desa Sukarame asal Tasikmalaya, Jawa Barat, mencatatkan sejarah baru setelah menang tipis 1-0 atas Desa Pangulan Selatan Karawang di partai puncak.

Sudah Telurkan Tiga Tim Juara

Liga Desa Nusantara
Salah satu tim juara. Foto: Detik Sport

Sejarah perdana itu pun berlanjut di edisi kedua. Giliran tim yang mewakili Sulawesi Selatan, yaitu Desa Rappang yang menyabet gelar juara. Tahun ketiga liga, Desa Banumas asal Sumatera Selatan sukses mengakhiri perjuangannya dengan status juara.

Bukan sesuatu yang mustahil tentunya untuk tim-tim lainnya menyusul di tahun-tahun edisi selanjutnya. Siapa yang tahu kalau-kalau, nih, tim dari desa kita bisa menyabet gelar serupa? Atau, ketiga tim itu yang justru melanjutkan dominasinya?

Eitss, tunggu dulu. Enggak cuma tim saja yang kebagian torehan nih. Penghargaan individu, seperti pemain terbaik sampai top-scorer juga disediakan tempat, lo! Wah, yang macam gini nih yang bikin Liga Desa Nusantara juga punya daya tarik.

Alhasil, bukan suatu yang mustahil juga bagi pemain-pemain jebolan Liga Desa Nusantara bisa mendapatkan kesempatan berlaga bersama klub-klub profesional di Liga Indonesia. Asik, kan?