Hai, Takaiters!

Kuliner tanah Melayu patut untuk dicicipi keunikan dan kelezatannya, karena Riau menyimpan banyak keunikan kulinernya. Sebut saja Bolu Berendam, konon ceritanya kue ini merupakan panganan favorit raja-raja di Kerajaan Indragiri kala itu. Sekarang panganan ini hanya bisa dijumpai pada perayaan hari besar agama Islam seperti hari Raya Idulfitri, Iduladha, upacara adat, ataupun pesta pernikahan suku Melayu Indragiri.

Berbeda dengan bolu pada umumnya, Bolu Berendam memiliki bentuk dan cara penyajian yang sangat unik. Jika Takaiters biasa membuat bolu dengan tulban atau loyang dengan ukuran yang lumayan besar, namun tidak demikian halnya dengan Bolu Berendam. Kue ini dimasak dengan cetakan yang kecil sepadan dengan sepotong kue. Namun dalam penyajiannya, kue jadul nan unik ini disajikan beberapa buah dalam satu porsinya.

Selain dibuat dengan cetakan kecil, panganan ini juga tidak kering seperti kebanyakan bolu lainnya. Jadi kue ini basah bahkan berair karena memang selalu disertai dengan kuah pada setiap penyajiannya.

Pilihan Editor



Selain bentuk dan cara penyajiannya yang unik, kue ini juga memiliki keunikan pada komposisi bahan bolu dan kuahnya. Kudapan yang bercita rasa manis ini lebih didominasi oleh gula pasir dan telor daripada tepung terigu, namun komposisi ini tak membuat kue lembek.

Kuah atau saosnya sendiri dibuat dari campuran beberapa rempah seperti cengkeh, kayu manis, dan adas. Takaiters akan merasakan sensasi yang berbeda saat menikmati olahan tradisonal khas negeri Melayu ini, bolu manis nan lembut plus kuah berempahnya.

Sementara itu proses pengolahannya terkesan mistis karena tidak bisa dikerjakan dengan bantuan alat-alat listrik. Jika pada umumnya Takaiters mengocok telor menggunakan mikser, maka Bolu Berendam ini harus dikerjakan secara manual. Dibutuhkan kesabaran dan kesungguhan untuk menyajikan bolu bernilai sejarah bagi masyarakat Melayu ini. Karenanya menjadi kebahagian tersendiri bagi masyarakat Melayu jika mampu membuat dan menyajikan panganan para raja ini.

Tahun lalu, panganan ini menjadi kue tradisonal terpopuler tingkat nasional pada acara Anugerah Pesona Indonesia (API). Tertarik ingin menikmatinya, Takaiters bisa berkunjung ke Kabupaten Indragiri Hulu.