Hai, Takaiters!

Buat kamu yang suka main atau berkunjung ke museum, cocok banget buat ke Museum Tanah. Obyek wisata yang masih menampilkan bangunan era kolonial ini terletak di Jalan Juanda No.98, Bogor.  Museum ini buka dari pukul 09.00-16.00.

Saat kamu datang ke sini, kamu akan terkesan dengan megahnya bangunan classy yang berpilar dan berjendela besar, tipikal bangunan zaman Belanda banget.

Museum Tanah Bogor

Lokasi Museum Tanah Bogor
Foto: kelanaku.com

Museum Tanah Bogor berada di bawah naungan Balai Penelitian Tanah (Balittanah), Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Departemen Pertanian. Keberadaan museum ini dimaksudkan untuk membantu para pelajar, mahasiswa, peneliti, dan masyarakat pada umumnya mengenali jenis-jenis tanah dan praktek-praktek pengelolaannya di Indonesia.

Di bagian teras terdapat satu meja pendaftaran dan mesin pendingin minuman untuk melepas dahaga kita setelah berkeliling museum. Selain itu, ada pula bangku dan meja yang terbuat dari fosil kayu, unik! Saat masuk, pengunjung akan disambut oleh batu hasil proses alami dari pasir dan tanah yang membeku berwarna oranye menyala dan terdapat lubang di bagian tengahnya.

Di sisi kanan dan kiri terpampamg foto dan data diri pemimpin museum serta tokoh-tokoh yang berpengaruh terhadap perkembangan ilmu tanah di Indonesia, terutama di Bogor.

Terdapat Poster Proses Pembentukan Tanah

museum bawah tanah bogor
Foto: kelanaku.com

Memasuki lorong sebelah kiri, pengunjung akan disuguhi poster penjelasan mengenai proses pembentukan tanah, ordo tanah dan diorama tentang tanah di bagian dinding sebelah kiri. Beberapa ordo tanah yaitu gelisol, entisols, vertisols, inceptisols, andisols, aridisols, mollisols, spodosols, alfisols, ultisols, oxisols, histosols.

Ordo ini terbagi karena sifat-sifat tanah yang merupakan hasil proses pembentukkan tanah yang dominan dan menentukan tingkat perkembangan tanah yang bersangkutan. Ordo tanah dibedakan menurut ada tidaknya serta jenis horizon penciri (diagnostic horizon) atau sifat-sifat tanah lain yang merupakan hasil dari proses pembentukkan tanah.

Sedangkan sisi kanan menampilkan pajangan potongan tanah secara membujur dan disimpan dalam kotak kaca. Tidak hanya itu, di tempat yang relatif tidak terlalu luas ini, menampilkan juga faktor pembentuk tanah serta batuan dilengkapi potongan tanah dan jenis batu yang terbentuk. Karena faktor-faktor pembentuknya seperti faktor pembentuk tanah iklim, pembentuk relief, hingga pembentuk tanah organisma.

Proses Pembuatan Arang

museum bawah tanah bogor
Foto: kelanaku.com

Di dalam museum ini juga terdapat proses pembuatan arang dari tongkol jagung dan sekam padi menjadi biochar (arang hayati). Apa kegunaannya? Biochar atau arang hayati digunakan sebagai bahan tambahan untuk kelembaban dan kesuburan tanah pertanian.

Pemberian biochar dapat memperbaiki dan meningkatkan produksi pertanian pada lahan yang kurang subur. Bahan pembuatan biochar biasanya dari residu tanaman pertanian dan kehutanan. Bahan tersebut juga berguna memperkaya karbon organik pada tanah.

Di bagian seberang tampilan biochar terdapat peta Indonesia dan di bagian depannya adalah etalase berisi laporan atau teks peta tanah beberapa wilayah. Salah satunya laporan dan peta tanah Jepara-Rembang Gunung Muria oleh F.A Wenholt. Survey pemetaan ini dilakukan pada tahun 1937-1938 dan laporannya selesai pada Desember 1938.

Di dalam ruangan Museum Tanah Bogor. Bersebelahan dengan contoh-contoh inceptisol, juga terlihat ada sebuah rak pendek dengan deretan wadah-wadah plastik yang menjadi tempat penyimpanan contoh pupuk anorganik tunggal dan majemuk. Kondisi tanah yang berbeda memerlukan jenis pupuk dan cara pengolahan berbeda pula agar tanaman tumbuh subur.

Terdapat Ruangan Penyimpanan Alat Pengukur pH Tanah

Foto: kelanaku.com (sampel tanah)

Beberapa alat yang berkaitan dengan tanah pun ditampilkan di dalam museum ini. Misalnya alat pengukur pH tanah. Mengapa pH tanah harus diukur? Agar mengetahui tingkat keasaman tanah sehingga bisa menentukan kualitas tanah.

Apakah tanah bisa optimal dalam produksi dan berkesinambungan. Alat untuk mengukur pH tanah disebut soil pH meter.  Berbentuk kotak berwarna hitam lalu terdapat skala ukur atau angka pH.

Terdapat juga bagian museum yang ‘berbicara’ tentang lahan gambut. Tanah yang sebagian besar terdiri dari bahan- bahan organik yang telah membusuk disebut sebagai ciri- ciri tanah gambut. Lebih tepatnya lagi tanah gambut merupakan tanah yang terbentuk dari penumpukan sisa dari tumbuhan yang setengah membusuk atau mengalami dekomposisi yang tidak sempurna.

Tanah gambut memiliki kandungan bahan organik yang tinggi karena bahan bakunya tersebut adalah sisa- sisa dari tumbuhan, seperti lumut dan pepohonan serta sisa- sisa dari binatang yang telah mati.

Beberapa tanaman yang dapat tumbuh di lahan gambut adalah bira-bira, pasir-pasir, simpur, ramin, shoreapinata, dan tanaman gambut lainnya.

Bagaimana, Takaiters? Tertarik juga untuk mengunjungi Museum Tanah Bogor, kah?