Hi, Takaiters!

Baru-baru ini, Indonesia kembali berduka dengan adanya insiden jatuhnya pesawat Sriwijaya rute Jakarta ke Pontianak. Deteksi awal diketahui hilangnya kontak radar saat pesawat ini meninggalkan Bandara Soekarno-Hatta selang beberapa menit setelah pemberangkatan.

Berikut fakta mengenai jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Takaiters!

Apa yang terjadi dengan pesawatnya?

Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
Foto: cnnindonesia.com

Pesawat penumpang Sriwijaya Air berangkat dari bandara Jakarta pukul 14:36 waktu setempat (07:36 GMT) pada hari Sabtu.

Beberapa menit kemudian, pukul 14:40, kontak terakhir dengan pesawat itu tercatat, dengan call sign SJY182, menurut kementerian transportasi.

Waktu penerbangan biasa ke Pontianak, di provinsi Kalimantan Barat di sebelah barat pulau Kalimantan, adalah 90 menit.

Pesawat tidak mengirimkan sinyal marabahaya, menurut Kepala Badan Pencarian dan Pertolongan Nasional Marsekal Bagus Puruhito.

Diperkirakan telah turun lebih dari 3.000 m (10.000 kaki) dalam waktu kurang dari satu menit, menurut situs web pelacakan penerbangan Flightradar24.com.

Saksi mata mengatakan mereka telah melihat dan mendengar setidaknya satu ledakan.

Siapa yang berada di pesawat itu?

Diperkirakan ada 50 penumpang – termasuk tujuh anak-anak dan tiga bayi – dan 12 awak pesawat, meskipun pesawat itu berkapasitas 130. Semua penumpang adalah warga negara Indonesia, kata para pejabat.

Kerabat penumpang telah menunggu dengan cemas untuk berita di bandara di Pontianak, serta di Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta.

Putra Afrida yang berusia 29 tahun, Angga Fernanda Afrion, sedang dalam penerbangan.

Angga, seorang pedagang pelaut, disuruh pergi ke Pontianak karena kapalnya rusak, katanya. Seminggu yang lalu dia telah menjadi seorang ayah.

“Jika dia pergi, yang saya inginkan adalah bisa membawanya pulang dan menguburkannya dengan benar,” katanya kepada BBC Indonesia.

Sementara itu, kerabat kapten pesawat, Afwan, mantan pilot angkatan udara, yang seperti kebanyakan orang Indonesia, menyebut dia sebagai seorang Muslim yang taat dan “orang yang sangat baik”.

“Dia adalah tokoh terkemuka di lingkungannya dan terkenal karena kebaikannya,” kata keponakannya Ferza Mahardhika.

“Aku hancur dan tidak percaya ini terjadi. Tolong doakan paman dan keluarga kami.”

Apa yang kita ketahui tentang pesawat itu?

Evakuasi jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182
Foto: tribunnews.com

Menurut rincian pendaftaran, pesawat itu adalah Boeing 737-500 berusia 26 tahun.

Itu dalam kondisi baik, kata kepala eksekutif Sriwijaya Air Jefferson Irwin Jauwena kepada wartawan. Take-off sempat tertunda selama 30 menit karena hujan lebat, katanya.

Sriwijaya Air, didirikan pada tahun 2003, adalah maskapai penerbangan hemat lokal yang terbang ke Indonesia dan tujuan Asia Tenggara lainnya.

Pesawat itu hilang sekitar 20 km (12 mil) di utara ibu kota Jakarta, tidak jauh dari tempat penerbangan lain jatuh pada Oktober 2018.

Sebanyak 189 orang tewas ketika sebuah penerbangan Lion Air Indonesia jatuh ke laut sekitar 12 menit setelah lepas landas dari kota tersebut.

Bencana itu disebabkan oleh serangkaian kegagalan dalam desain pesawat, tetapi juga kesalahan maskapai dan pilot.

Itu adalah salah satu dari dua kecelakaan yang menyebabkan regulator menarik Boeing 737 Max dari layanan. Model tersebut melanjutkan penerbangan penumpang pada bulan Desember setelah perombakan sistem.

Wartawan BBC Jerome Wirawan di Jakarta mengatakan kejadian-kejadian terbaru akan menimbulkan pertanyaan dan emosi yang sulit di Indonesia, yang industri penerbangannya telah menghadapi pengawasan ketat sejak kecelakaan Lion Air.

Itulah fakta mengenai jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ-182, Takaiters! Mari kita kirimkan doa semoga proses evakuasinya bisa berjalan lancar dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran.