Halo, Takaiters!

Orang tua mana yang tidak bahagia jika buah hati kesayangan lahap makan sayur. Sayur kaya akan serat, vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan anak. Jika tidak dibiasakan dari kecil, sulit rasanya ketika dewasa anak akan suka makan sayur. Banyak anak yang menolak makan sayur, sehingga Gerakan Tutup Mulut alias GTM pun dilancarkan. Inilah yang kadang menjadi tantangan bagi orang tua di rumah.

Takaiters, memang tidak mudah membuat anak jatuh cinta pada sayur dan lahap memakannya seperti makan permen, coklat, ciki-ciki. Namun, bukan berarti tidak bisa dan sesuatu hal yang tidak mungkin. Bukankah tidak ada yang tidak bisa jika dilakukan dengan penuh cinta.

Berikut ini 5 tips agar anak suka makan sayur.

1. Ajak Anak untuk Mempersiapkan Makanan

Foto: epicurious.com

Jika selama ini ibu hanya belanja sayur sendirian, sesekali ajak si kecil. Bisa belanja di pasar tradisional, di pasar modern atau di tukang sayur. Dengan mengajak anak belanja sayur secara tidak langsung sedang mengenalkan berbagai jenis sayur kepada anak.

Biarkan anak memilih jenis sayur yang diinginkannya. Biarkan juga anak mengenali bentuk, warna, dan nama sayur tersebut. Buat suasana menjadi hangat dan nyaman sehingga anak tertarik untuk mengenal sayur lebih jauh.

Setelah itu, libatkan juga anak untuk membantu memasaknya, misal mencuci atau memotong sayur. Setelah sayur dimasak, ajak anak untuk menyicipinya, “Ini hasil masakan adik tadi. Wow, tampaknya lezat sekali”. Dengan melibatkan anak mempersiapkan makanan, anak akan lebih bersemangat untuk makan sayur. Nilai positif lainnya, anak bisa belajar sambil bermain.

2. Sediakan Menu Sayur Setiap Akan Makan

Foto: the conversation.com

Untuk dapat mengenalkan anak dengan sayur dan membuat anak familier dengan sayur, harus memulainya dengan selalu menyediakan menu sayur setiap anak akan makan. Tawarkan anak menu makanan yang terdiri dari sayur. Ibu bisa mengkreasikan dan membuat bentuknya seunik mungkin. Misal, sop dengan aneka sayur warna-warni, daging teriyaki plus brokoli, dan perkedel dengan irisan sayur di dalamnya.

Tips lainnya, usahakan memberikan saat anak lapar, dengan begitu anak akan lahap memakannya. Oya, ketika berniat mengenalkan sayur kepada anak, bisa dimulai dengan porsi kecil. Jangan memberikan anak satu piring penuh sayur. Tentu ini akan membuat anak merasa tidak nyaman.

3. Jangan Pernah Menyerah Jika Anak Menolaknya

Foto: mommiesdaily.com

Jika anak tidak suka sayur pada saat pertama kali memberikan, sebaiknya jangan dipaksa, apalagi memarahinya hingga membuat anak menangis. Ini bisa membuat anak menjadi trauma dan semakin tidak suka sayur.

Takaiters bisa mencobanya di lain waktu dengan tampilan yang berbeda. Memang membuat anak suka sayur tidaklah mudah. Jangankan anak-anak, orang dewasa saja banyak yang tidak menjadikan makan sayur sebagai kebiasaan baik. Kuncinya adalah coba lagi dan lagi.

4. Orang Tua Adalah Role Model bagi Anak

Foto: romper.com

Jangan bermimpi anak akan lahap makan sayur jika orang tuanya tidak menyukai dan tidak mau makan sayur. Pernah dengar children see children do? Yup, anak akan melakukan apa yang dilihatnya. Begitu juga dengan makan sayur. Sulit rasanya jika meminta anak makan sayur sedangkan orang tuanya tidak menyukainya.

Jadi, sebelum menyuruh anak, ada baiknya orang tua terlebih dahulu yang mencontohkan makan sayur. Ini biasa dilakukan saat makan malam bersama, pada setiap piring anggota keluarga ada sayur. Dengan begitu, anak akan lebih tertarik untuk mencobanya

5. Jangan Sembunyikan Sayur

Foto: kumparan.com

Terkadang, untuk mengakali agar anak makan sayur, salah satu hal yang dilakukan adalah dengan menyembunyikan sayur di dalam makanan. Padahal, ini akan semakin memberikan kesan negatif tentang sayur pada anak. Sebaiknya hindari trik ini.

Pilihan lain adalah dengan menyampurkan sayur ke dalam sosis, bakso, nugget, atau mungkin mi. Dengan melakukan kombinasi seperti ini anak-anak tentu akan suka dan beranggapan bahwa sayur itu enak.

Takaiters, walaupun butuh usaha dan perjuangan, mari kita biasakan anak makan sayur sedini mungkin. Jadikan makan sayur sebagai makanan sehat utama di rumah.

Selamat mencoba dan selamat menjadi ahli nutrisi di rumah sendiri!