Halo, Takaiters!

Pasti pernah kan mengalami, baju kesayangan terkena noda tanpa sengaja? Ketika sedang asyik makan buah, terkena kuah soto yang kita nikmati, sedang memasak ikan, dan sebagainya.
Kita yang sudah berhati-hati saja tidak luput dari terkena noda, apalagi anak-anak yang sedang aktif bergerak dengan segudang aktivitasnya.

Nah, sebagai seorang ibu sudah pasti menjadi tugas kita untuk membersihkan noda-noda yang mengotori pakaian anggota keluarga tercinta.Langkah pertama untuk membersihkan noda tersebut adalah kenali dulu penyebabnya. Setelah itu, barulah noda bisa dibersihkan berdasar asal nodanya.

Berikut cara membersihkan noda berdasarkan asal nodanya:

1. Noda Minyak

Foto: liputan6.com

Siapkan air secukupnya dan campurkan dengan cairan pencuci piring.
Celupkan sikat gigi bekas pada campuran, gunakan untuk menggosok noda minyak yang menempel pada pakaian. Lakukan hingga noda menghilang, lalu cuci pakaian seperti biasa.

2. Noda Oli

Foto: merdeka.com

Bubuhkan deterjen cair, sampo, atau cairan pencuci piring pada noda oli. Gunakan sikat gigi bekas untuk menyikat bagian tersebut hingga berbusa. Lakukan langkah yang sama pada sisi balik kain yang bernoda. Bilas dan periksa apakah noda masih terlihat. Setelah noda bersih, cuci pakaian seperti biasa.

3. Noda Buah

Foto: liputan6.com

Basahi pakaian yang terkena noda buah pada air mengalir, hingga noda yang melekat hilang.
Siapkan jeruk lemon dan air secukupnya untuk merendam pakaian. Rendam pakaian selama kurang lebih 30 menit. kemudian angkat pakaian dari rendaman dan bilas dengan air mengalir. Lalu, cuci pakaian seperti biasa.

4. Noda Saus

Foto: new.lewatmana.com

Basahi pakaian yang terkena noda saus secara perlahan dengan cairan pencuci piring. Sisihkan.
Siapkan air secukupnya untuk merendam kain lain dan tambahkan sedikit cairan cuka.
Gunakan kain lain yang telah direndam dalam cuka untuk menggosok noda saus. Setelah bersih cuci seperti biasa.

5. Noda Cokelat

Foto: liputan6.com

Oleskan susu berlemak pada noda pakaian. Gunakan sikat gigi bekas untuk menggosok perlahan noda cokelat hingga noda hilang. Lanjutkan dengan mencuci seperti biasa.

6. Noda Tinta

Foto: cnnindonesia.com

Tekan-tekan area pakaian yang terkena noda secara perlahan dengan tisu dapur yang telah dibasahi air untuk menyerap sisa tinta. Bersihkan noda tinta dengan sikat gigi bekas yang telah dicelupkan ke dalam larutan Deterjen Cair Anti Noda. Gosok perlahan. Jika masih terdapat sisa noda, ulangi langkah di atas sebelum pakaian dicuci seperti biasa.

7. Noda Kopi

Foto: erabaru.net

Bilas pakaian yang terkena kopi dari bagian belakang kain dengan air mengalir hingga noda kopi hilang terbawa air. Perhatikan, jangan dikucek! Setelah noda hilang, oleskan detergen, diamkan selama kurang lebih 5 menit. Lalu cuci bersih seperti biasa.

8. Noda Keringat

Foto: style.tribunnews.com

Campurkan baking soda, hydrogen peroxide, dan sedikit air. Oleskan larutan menggunakan sikat gigi pada noda bekas keringat. Setelah noda hilang, cuci seperti biasa.

9. Noda Karena Stiker

Foto: sipendik.com

Oleskan selai kacang pada bagian label stiker yang menempel di pakaian. Diamkan selama 5 menit sampai minyak dalam kandungan selai diserap oleh kain untuk mengurangi stiker yang melekat. Bersihkan noda stiker perlahan, lalu bilas dan cuci pakaian seperti biasa.

10. Noda Lipstick

Foto: 99.co

Siapkan alkohol, kain, tisue atau kertas yang bisa menyerap cairan. Gunakan tisu atau kertas sebagai alas pakaian yang terkena noda. Celupkan kain ke dalam alkohol dan gunakan untuk menekan pakaian yang terkena noda lipstick. Perhatikan, bukan digosok, tetapi ditekan-tekan hingga noda hilang. Ganti alas kertas atau tisue jika sudah basah oleh alkohol. Setelah noda bersih, cuci pakaian seperti biasa.

Nah, Takaiters, dengan langkah-langkah sederhana di atas, menghilangkan noda-noda di baju bukanlah masalah sulit, bukan? Kita hanya perlu sedikit lebih repot dari biasanya. Tak perlu melarang berkotor-kotor saat anak-anak ingin mengeksplorasi dunianya. Jangan sampai, ketakutan kita terhadap noda malah menghambat atau mematikan kreativitas anak-anak kita.