Shisha merupakan merokok melalui pipa panjang yang melewati air. Shisha itu ternyata sama dengan merokok biasa, menghisap shisha juga meningkatkan risiko seseorang terkena kanker lo guys. Asap yang dikeluarkan dari pipa shisha diketahui mengandung logam berat yang berbahaya bagi kesehatan seperti timbal dan uranium.

Rokok Arab yang mulanya populer di negara Timur Tengah ini, kini dapat dijumpai di sejumlah kafe di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Shisha disebut-sebut sebagai cara yang aman untuk menikmati tembakau karena sudah dicampur dengan air sebagai filter, bahkan tidak jarang dicampur dengan wine.

Tapi pendapat diatas telah dipatahkan dari beberapa penelitian, karena terbukti kandungan tar dalam shisha jauh lebih tinggi daripada rokok.


Sebelumnya yuk kita intip, apa-apa saja sih bahan dari rokok khas Timur Tengah ini

bahaya shisha
Foto : hellodoktor.com

Sama halnya seperti rokok, sisa juga mengandung bahan tembakau dan beberapa zat beracun lainnya seperti nikotin, tar, dan timah. Walaupun kandungannya sama, ternyata asap shisha lebih beracun daripada rokok tembakau loh.

Berdasarkan penelitian, ternyata kandungan tar pada asap shisha 36 kali lebih tinggi daripada rokok. Disisi lain, merokok dengan shisha biasanya memakan waktu yang lebih lama dibandingkan merokok biasa, sehingga menyebakan kandungan nikotin dan unsur penyebab kanker yang masuk ke dalam paru-paru pun lebih tinggi.

Tau nggak sih? Satu jam menghisap Shisha, itu setara dengan menghirup asap 50-100 batang rokok loh!

bahaya shisha
Foto : nmtv.tv

Menurut peneliti, asap yang melewati air sebelum dihirup tetap membawa racun dari logam berat. Paparan logam berat dalam jangka panjang ini dapat meningkatkan risiko kanker.

Para peneliti dari Universitas Yordania Jerman dan The Royal Scientific Society Amman-Jordan, menganalisis empat merek shisha tembakau yang cukup populer. Logam berat pada masing-masing shisha diuji, seperti tembaga, besi, kromium, timah, dan uranium.

Menurutnya, penelitian ini juga untuk mematahkan klaim bahwa shisha lebih aman dari rokok. Sebab, asap yang melewati air ternyata tidak sepenuhnya menyaring logam berat. Berdasarkan penelitian juga, 3 persen logam berat berada dalam air, sementara itu 57 persen logam berat  terbawa dalam asap dan 40 persen ada pada sisa abu.

Namun, para peneliti menegaskan bahwa jumlah dan jenis logam berat pada tembakau bervariasi tergantung dimana penanaman tembakau tersebut berada.

“Saat ini, industri tembakau shisha beroperasi tanpa regulasi. Dampak label peringatan kesehatan untuk penggunaan shisha juga belum pernah diteliti. Oleh karena itu, penting regulator dan pembuat kebijakan memprioritaskan pelabelan yang benar untuk produk shisha, memastikan pengguna mendapat informasi mengenai bahaya shisha,” terang peneliti.

Beberapa penyakit yang disebabkan karena kebiasaan menghisap Shisha

bahaya shisha
Foto : metrouk2.fwordpress.com

Ingat ya guys, semakin sering kamu menikmati Shisha, maka semakin banyak juga racun yang mengendap dalam tubuh. Zat-zat semacam karbon monoksida, logam, dan bahan-bahan kimia penyebab kanker paru-paru, kanker mulut dan kanker kandung kemih, penyakit jantung.

Bagi wanita hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat badan rendah. Terdapatnya penyakit pada gusi karena nikotin dan cotinine semakin meningkat dalam darah dan air liur perokok shisha yang memengaruhi jaringan gusi.

Kesuburan pria yang sering menggunakan Shisha juga berkurang, zat berbahaya dalam air mani dapat berdampak buruk pada kuantitas dan kualitas sperma. Apapun bentuknya, kandungan nikotin dalam tembakau tetap berbahaya guys.

Itulah Takaiters, bahaya dari menggunakan shisha, rokok khas ala Timur Tengah ini ternyata lebih berbahaya daripada merokok biasa. Untuk itu, lebih baik mulai sekarang kamu kurangi mengkonsumsi segala sesuatu yang berbau nikotin ya, Jadilah pemuda Indonesia yang selalu berfikir positif demi kemajuan bangsa!