Hi, Takaiters!

Hingga saat ini pandemi masih belum berakhir. Bahkan untuk tingkat penyebarannya pun meningkat. Lalu bagaimana jika salah satu tetangga kamu positif Covid-19, perlukah khawatir? Jawabannya adalah tidak

Kenapa?

  1. Virus tidak bisa gentayangan dari rumah tetangga ke rumah kamu. Ingat, jarak 1,5 meter saja sudah cukup untuk menjauhkan kamu dari virus.
  2. Virus tidak bisa terbang di udara. Ia berada di udara kalau ada orang terinfeksi yang bersin. Itu pun tidak lama. Partikel-partikel air (lendir) yang mengandung virus tadi akan turun, mengendap di permukaan benda-benda mati, tidak akan menyebar ke rumah Anda.
  3. Virus juga tidak bisa berjalan.

Apa yang harus kamu lakukan?

Foto: kumparan.com

Bagaimana cara menghadapi tetangga positif covid-19?

Jangan masuk ke rumah tetangga Covid (+) tanpa perlindungan memadai (masker). Selama kamu tidak masuk, kamu tidak akan tertular.

Kalau terpaksa masuk untuk memberi bantuan, pakailah masker, ditambah perlindungan lain yang bisa kamu dapatkan. Maka segeralah ganti baju, mandi dengan sabun (keramas pakai sampo), lalu cuci baju kamu tadi dengan sabun. Sabun akan membunuh virus yang menempel di tubuh kamu.

Tidak ada alasan untuk takut pada tetangga yang tertular Covid19. Berbuatlah sebisa kamu untuk membantu mereka.

Apa yang bisa dilakukan untuk membantu?

  1. Sediakan makanan.
  2. Bersihkan rumahnya dengan sabun atau disinfektan.
  3. Jaga agar jangan ada orang masuk tanpa kepentingan dan tanpa pelindung.
  4. Arahkan anggota keluarganya untuk melaksanakan tata cara isolasi pasien agar anggota keluarga lain tidak tertular.
  5. Orang yang tertular virus tidak ingin dirinya tertular. Mereka butuh cinta, perhatian, dan bantuan kita untuk sembuh.
  6. Jangan musuhi dan kucilkan mereka.

Cara Warga Jepang Menghadapi Covid-19

Foto: news.detik.com

Jepang telah memutuskan untuk hidup berdampingan dengan virus korona baru! Mengumumkan “model kehidupan baru” yang menyerukan orang-orang untuk bersiap mengikuti model ini untuk jangka waktu yang lama dan belajar untuk hidup dan bekerja dengan virus yang mengintai di tikungan.

Melihat lebih dekat pada model kehidupan baru ini, terlihat bahwa pemerintah Jepang menetapkan serangkaian SOP yang sangat praktis ini dengan menggunakan prinsip rasionalitas, sains, dan penilaian risiko.

Mungkin ini terkait dengan pemahaman orang Jepang bahwa hal-hal yang “buruk” tidak bisa ditinggalkan selamanya. Dengan menggunakan model penilaian risiko pada prinsipnya, manusia dapat terus hidup dengan baik, membacanya satu per satu, ada tiga poin dasar:

  1. Jaga jarak antar orang.
  2. Kenakan masker
  3. Sering mencuci tangan

Persyaratan khusus Yang Diterapkan:

  • Orang menjaga jarak dua meter.
  • Bermainlah sebanyak mungkin di luar
    ruangan
  • Cobalah untuk menghindari bertatap
    muka langsung saat berbicara dengan
    orang lain
  • Segera pulang dan cuci muka serta
    pakaianmu
  • Cuci segera setelah kamu menyentuh
    tangan seseorang
  • Cobalah belanja online dan
    penyelesaian elektronik
  • Belanja supermarket paling baik
    untuk 1 orang, untuk memilih waktu
    ada lebih sedikit orang
  • Cobalah untuk tidak menyentuh sampel
    komoditas
  • Jangan berbicara di transportasi
    umum
  • Pergi bekerja dengan sepeda atau
    berjalan kaki. Cara terbaik adalah menggunakan kartu nama elektronik
  • Cobalah menggunakan konferensi
    video saat rapat
  • Untuk mengontrol jumlah orang dalam
    rapat, kenakan masker dan buka
    jendela sebagai ventilasi.
  • Bekerja di rumah atau dalam
    perjalanan di luar jam sibuk
  • Jangan pergi ke negara atau tempat
    di mana virus itu endemik
  • Cobalah untuk tidak mengunjungi
    kerabat dan bepergian yg kurang
    perlu dan mengontrol perjalanan
    bisnis.
  • Bila kamu mengalami gejala, ingat
    ke mana kamu pergi dan siapa yang kamu temui
  • Makan makanan dengan orang lain tidak bertatap muka, sebaiknya berdampingan
  • Jangan menggunakan mangkuk besar dan panci besar untuk berbagi makanan, terapkan sistem porsi individu terbagi
  • Kurangi mengobrol saat makan, makan lebih banyak sayur
  • Cobalah untuk tidak membuat terlalu banyak orang berkumpul saat maka bersama
  • Hindari “ruang tertutup, arus kerumunan padat, kontak dekat
  • Menguji suhu tubuh setiap pagi untuk memperkuat manajemen kesehatan
  • Tutupi penutupnya saat menyiram toilet
  • Jangan tinggal terlalu lama di tempat yang sempit
  • Saat berjalan dan berlari, jumlah orang harus sedikit, saat bertemu sesuaikan jarak.

Lalu, Bagaimana Dengan Vaksin Covid-19?

Shigeru Oo, ketua komite pemerintah Jepang, mengatakan bahwa dibutuhkan setidaknya satu setengah tahun agar vaksin tersebut dapat dikembangkan sepenuhnya dan secara resmi digunakan.

Karena musuh tidak dapat sepenuhnya dimusnahkan, maka perlu untuk belajar hidup berdampingan dengan virus.
Hanya dengan mengikuti aturan hidup baru kita bisa hidup damai dengan virus korona untuk waktu yang lama.

Faktanya, sebagian besar metode di atas telah diterapkan di Tiongkok.

Semua orang mengerti bahwa ini adalah perang jangka panjang, tetapi setiap item tidak terdaftar secara rinci.

Orang Jepang adalah bangsa yang sangat disiplin dan mereka melakukan banyak hal dan mengikuti instruksi dengan cermat.

Indonesia sendiri perlahan sudah menerapkan metode yang sama. Kita butuh untuk tetap disiplin agar dapat mengurangi penyebaran virus ini.

Dengan ulasan diatas, semoga Takaiters sudah dapat cara menghadapi tetangga positif Covid-19.