Hai, Takaiters!

Tahukah kalian Kabupaten Sumedang? Sudah tentu kalian mengetahuinya. Ya, Sumedang adalah sebuah kabupaten di Propinsi Jawa Barat yang Gubernurnya Ridwan Kamil, dan terkenal dengan tahunya yang renyah, gurih dan wow banget rasanya.

Tapi, jangan salah, lho. Sumedang itu tidak hanya terkenal dengan tahunya saja ya. Sumedang juga sejatinya terkenal dengan obyek wisatanya yang indah-indah, selain terkenal dengan seni budaya, juga pendidikannya.

Salah satu contoh obyek wisata di Sumedang, adalah Kampung Wisata Bangbayang, di Kecamatan Situraja, yang lokasinya cukup dekat dengan Waduk Jatigede.

Sobat Takaiters, Bangbayang sebenarnya sebuah desa. Namun desa ini beda dari desa lainnya di Sumedang, karena memiliki potensi wisata yang mempesona. Karena potensi wisatanya demikian besar, desa ini kemudian mendapat sebutan Kampung Wisata Bangbayang.

Menuju ke tempat ini tidak sulit, lho. Jika dari Jakarta dan naik kendaraan umum, kalian bisa naik bus dari Kampung Rambutan tujuan Wado, Sumedang, dan berhenti di persimpangan Jalan Loji, Bangbayang. Jadi, cukup naik kendaraan satu kali dari Jakarta.

Sampai di persimpangan Loji, kalian bisa menggunakan jasa ojeg ke TKP yang jaraknya sekitar 10 km. Ongkos ojeknya sekitar Rp 15.000. Namun bila pemilik ojeknya sedang baik hati, ongkosnya bisa hanya Rp 10.000.

Apa saja yang bisa dinikmati selama berada di Kampung Wisata Bangbayang?

Air Terjun Cikidang

Wisata Bangbayang
Foto: instagram.com/ayepnurfadillah

Setelah berada di kampung wisata ini, kalian bisa menikmati indahnya air terjun (warga Sumedang menyebutnya curug) Cikidang di hutan yang ada di desa. Di sini, kalian bisa menikmati udara super segar di sekitar air terjun. Dan kalian bisa juga sekalian mandi.

Sebelum sampai ke air terjun, kalian harus berjalan sekitar empat kilometer melalui jalan setapak berbatu yang kadang basah, dari pemukiman penduduk. Selain itu, menyeberangi sungai berbatu yang airnya jernih, bersih. Penduduk setempat, sering memanfaatkan sungai ini untuk berenang atau mandi.

Kebun Kopi

Kebun kopi Wisata Bangbayang sumedang
Foto: limawaktu.id

Bosan menikmati air terjun, Takaiters bisa berkeliling atau istilah orang Sunda aprak-aprakan ke kebun kopi di hutan desa, salah satu potensi ekonomi andalan warga setempat.

Kopi ini, menurut keterangan, membuat warga Bangbayang tak terpengaruh oleh pandemi Covid-19. Oh, ya, sejak dulu kala, di hutan ini tumbuh kopi unggulan yang belakangan bisa merambah luar negeri dengan brand Kopi Samidahyang.

Dalam sepuluh tahun terakhir, setelah melihat besarnya potensi kopi untuk menunjang perokonomian, warga setempat banyak yang menanam kopi, sehingga hutannya, berubah menjadi hutan kopi.

Dan di Kebun Kopi ini kamu juga bisa melakukan camping, loh, Takaiters! Menarik, bukan?

Melihat proses membuat kopi

Foto: food.detik.com

Setelah aprak-aprakan di kebun kopi yang terbilang luas, ada beberapa kegiatan yang bisa dilakukan di kampung wisata ini. Semuanya sangat menarik dan pasti, sukar dilupakan.

Di antaranya, mengunjungi Pondok Kopi untuk mengikuti workshop kopi. Di sini kalian bisa belajar cara memetik, menjemur, dan nyangray (memanaskan kopi dalam ketel besar), serta menumbuk kopinya sekalian.

Penasaran dengan rasa kopinya? Usai ditumbuk, kopi itu bisa langsung diseduh sendiri. Hem, jangan sangsikan sensasinya ya…

Bermalam di hutan kopi

Satu hal lagi yang bisa dilakukan di Kampung Wisata Bangbayang, adalah bermalam di hutan kopi. Di hutan ini, belakangan tersedia tempat camping yang menawan di atas ketinggian dan bisa digunakan melihat sunrise di pagi hari.
Menurut catatan pihak desa, sejak dua tahun lalu, sudah banyak yang camping di Kampung Wisata, dan komentar semuanya, wow, luar biasa!

“Sekarang sejumlah titik kawasan sudah dikelola oleh sejumlah kelompok. Bahkan kalau akhir pekan, sekarang menjadi area camping,” ujar Umar, Kades Bangbayang.

Oh ya, untuk melengkapi desanya sebagai kawasan wisata, Pemerintahan Desa Bangbayang baru-baru ini telah membangun sebuah pendopo. Nama pendoponya lumaya keren, Dewi Candra Wulan, disesuaikan dengan nama tokoh yang disemayamkan di Bangbayang. Konon, Dewi Candra Wulan adalah ibu dari Sunan Ampel.

Penasaran akan jalan-jalan di Kampung Wisata Bangbayang, Sumedang? Silakan Takaiters ke TKP saja, jangan pakai lama!