Asuransi kesehatan gak hanya dibutuhkan para orang tua. Generasi milenial juga perlu mendapat perlindungan dari asuransi kesehatan.

Apalagi anak milenial yang masih sering baper dan para sad boi yang kalau patah hati sedihnya berminggu-minggu gak hilang-hilang. Padahal patah hati cuma karena gebetan jadian sama orang lain, bukan karena putus pacaran.

Tahu gak, patah hati juga berpengaruh pada kondisi psikis lho. Bila kondisi psikis terganggu, bisa muncul beragam penyakit seperti tekanan darah tinggi dan kolesterol.

Tingginya tekanan darah dan kolesterol pun bisa mengundang penyakit yang lebih berbahaya. Misalnya penyakit jantung. Sudah sakit hati, ditambah sakit jantung, plus sakit dompet karena pengobatan jantung butuh biaya tak sedikit.

Nah, risiko kayak gini bisa diantisipasi lewat asuransi. Salah satu manfaat asuransi kesehatan adalah melindungi pesertanya dari ancaman bangkrut akibat biaya pengobatan selangit.

Pada dasarnya, semua orang butuh asuransi kesehatan. Dari balita sampai para orang tua. Sebab, gak ada yang bisa nebak kapan penyakit datang menghantam.

Sebenarnya bisa sih mendeteksi orang yang sangat berisiko kena penyakit. Umpamanya pola hidupnya gak sehat. Suka begadang main game, duduk berjam-jam tiap hari di depan komputer, hobi makan fast food, mudah patah hati. Eh, itu semua kayaknya menjurus ke satu kelompok: generasi milenial.

Untungnya sudah ada layanan asuransi kesehatan yang cocok buat para milenial. Layanan ini ada yang sengaja diciptakan buat kalangan milenial, ada pula yang umum.

Sekarang kira-kira apa kriteria asuransi kesehatan terbaik untuk milenial? Berikut ini penjabarannya.

1. Premi terjangkau

Foto: moneycontrol.com

Sebagian besar generasi milenial saat ini sedang dalam tahap menyusun hidup. Ada yang baru mulai kerja. Ada yang baru nikah. Ada juga yang baru promosi kerja di level awal.

Maka premi yang terjangkau menjadi kriteria asuransi kesehatan terbaik buat milenial. Saat ini asuransi dengan premi Rp 100-200 ribuan sudah banyak. Tentu terjangkau dong premi asuransi segitu.

Hanya dengan menyisihkan duit Rp 4.000 per hari sudah mendapat proteksi bernilai ratusan juta hingga miliaran rupiah. Coba kurangi tu jajan kopi atau boba tea. Duitnya bisa buat nimbun proteksi alih-alih kalori.

2. Mudah dan nyaman

Foto: verywellhealth.com

Generasi milenial dikenal suka protes bila melihat sesuatu yang dianggap gak sesuai dengan pemikirannya. Di tengah era digital yang serba gampang buat ngelakuin apa pun seperti saat ini, urusan asuransi juga seharusnya begitu.

Jadi kriteria asuransi kesehatan terbaik buat milenial kedua adalah segala urusan seputar asuransi harus mudah dan nyaman. Misalnya bisa apply polis via online. Klaim pun bisa online.

Kalau datang ke kantor asuransi, pelayanannya ramah dan sigap. Asuransi kesehatan yang begini ini yang jadi idaman kaum milenial.

3. Cashless > reimburse

https://media.npr.org/assets/img/2018/08/01/health-insurance_custom-fde5414058932aba5b347494a4681b60face141b-s800-c85.jpg
Foto: media.npr.org

Orang-orang milenial juga biasanya suka apa-apa yang praktis. Dalam asuransi, ada sistem pembayaran uang pertanggungan yang praktis, yakni cashless.

Peserta cukup menunjukkan kartu asuransi ke rumah sakit untuk mendapat perawatan tanpa biaya. Tapi…ada tapinya. Hanya rumah sakit mitra asuransi yang bisa menerima kartu asuransi itu.

Solusinya gampang, yakni cari asuransi kesehatan sistem cashless dengan jaringan kerja sama rumah sakit yang luas. Sistem klaim asuransi kesehatan lain adalah reimburse. Sistem ini lebih ribet karena peserta kudu ngumpulin berkas satu per satu untuk mengajukan klaim.

Jadi ketika di rumah sakit peserta membayar dulu biaya perawatan. Seusai perawatan dan keluar dari rumah sakit, barulah peserta meminta klaim dengan menyertakan segepok berkas, dari hasil diagnosis, rekam medis, sampai kuitansi dan resep obat.

4. Gak Sekadar Memberi Proteksi

https://images.theconversation.com/files/266060/original/file-20190327-139377-12fjpz7.jpg?ixlib=rb-1.1.0&q=45&auto=format&w=496&fit=clip
Foto: theconversation.com

Selain menjadi payung pelindung, asuransi kesehatan dapat menjadi sarana investasi dan mengatur keuangan. Coba bila di kemudian hari jatuh sakit dan butuh biaya gak sedikit, sementara asuransi kesehatan tak ada.

Mau ngerepotin orang tua lagi? “Gak, kan, ada BPJS Kesehatan,” kata si Fulan.

Maksud dan tujuan BPJS Kesehatan memang bagus. Tapi asuransi program pemerintah ini berbeda dengan asuransi kesehatan swasta. Lingkup manfaat dan pelayanan asuransi swasta umumnya lebih oke.

Meski begitu, akan lebih baik bila punya BPJS Kesehatan sekaligus asuransi kesehatan swasta. Sebab, manfaat keduanya bisa disatukan. Misalnya dirawat gratis dengan BPJS, kuitansi bisa dimintakan klaim ke asuransi swasta sehingga ada klaim dobel.

Sekarang tinggal berburu asuransi kesehatan sesuai dengan kriteria yang disarankan di atas. Bandingkan satu per satu tawaran dan program untuk mendapatkan asuransi kesehatan terbaik buat milenial.