Hai, Takaiters!

Saat ini Indonesia sedang galak membangun di bidang perhubungan. Prioritasnya adalah pembangunan jalan agar hubungan dari satu tempat ke tempat yang lain lancar dan tidak mengalami kemacetan. Macet merupakan suatu problem yang hingga saat ini belum terpecahkan. Salah satu usaha pemerintah agar dapat mengurai kemacetan adalah dengan membangun Light Rail Transit (LRT) Jabodebek. Tahukah Takaiters, perancang jalur Light Rail Transit tersebut adalah seorang wanita. Dia adalah ibu Arvilla Delitriana. Untuk lebih jelas yuk berkenalan dengan beliau dan hasil karyanya.

  • Seorang Insinyur Wanita Perancang Berbagai Jembatan di Indonesia

light rail transit adalah
Foto: line.today

Arvilla Delitriana lahir tanggal 23 April 1970 di Tebing Tinggi Deli Serdang. Pada tahun 1991, Ibu Dina panggilan akrab dari Arvilla Delitriana menyelesaikan S1 di Institut Teknologi Bandung (ITB) kemudian ia melanjutkan S2 ditempat yang sama mengambil Jurusan Geoteknik. Awal mula bekerja Bu Dina bekerja di bidang desain gedung.

  • Jembatan-jembatan Hasil Rancangan Arvilla Delitriana

Perancang light rail transit adalah
Foto: Liputan6.com (jembatan Kali Kuto Semarang)

Lima tahun menekuni desain gedung, Bu Dina beralih mendesain jembatan setelah ia pindah ke Bandung. Jembatan rancangannya di antaranya adalah, jembatan Padamaran 1 dan 2 di Riau, jembatan kereta api Cirebon-Kriya, jembatan Perawang ini di Riau, jembatan Kali Kuto di Semarang, dan jembatan layang khusus busway ruas Adam Malik. Dikutip dari harian Pikiran Rakyat, Arvilla Delitriana merupakan Insinyur yang profesinya terbilang langka.

  • Mendapat Kepercayaan Mendesain Rancangan Jembatan Bentang Panjang LRT Kuningan dan Bersaing dengan Insinyur dari Luar Negeri

Pencetus light rail transit LRT
Foto: line.today

Setelah berhasil merancang beberapa jembatan di Indonesia, akhirnya Arvilla Delitriana mendapat kepercayaan untuk merancang jembatan bentang panjang atau Longspan Kuningan Light Rain Transit (LRT) Jabodebek. Struktur konstruksinya membentang melayang di atas flyover tol dalam kota yang berada disamping Kuningan, Jakarta Selatan. Panjang jembatan 148 meter dan radius lengkung
115 meter dengan desain melengkung tanpa kolom di tengah.

Saat merancang jembatan ini Arvilla Delitriana harus bersaing dengan Insinyur dari luar negeri yaitu konsultan dari Perancis. Akhirnya pilihan jatuh pada rancangan Arvilla kerena lebih memungkinkan dan efisien.

  • Dua Rekor dari Muri karena kehebatan Rancangannya

Perancang LRT
Foto: beritasatu.com

Kehebatan dari jembatan rancangan Arvilla ini adalah menggunakan material beton seberat 9688,8 ton setara dengan tiga berat patung Garuda Wisnu Kencana di Bali. Besi yang digunakan seberat 2929,7 ton atau setara dengan lebih lima kali berat pesawat Airbus A-380. Maka tidak mengherankan jika rancangan jembatan ini menyabet dua rekor dari Musium Rekor Indonesia (MURI).

  • Mendapat Apresiasi dan Sanjungan dari RI1 dan Para Menteri

Pembangunan LRT light rail transit
Foto: dream.co.id

Setelah tersambung bagian yang tersulit dari jembatan ini RI1 langsung memberikan pujian dan apresiasi kepada Arvilla. “Begitu rumitnya pekerjaan bentang panjang LRT Jabodebek yang melayang di atas flyover Kuningan. Untung sang Insinyur, Ibu Arvilla Delitriana, lulusan Institut Teknologi Bandung, berhasil merancang jembatan menakjubkan itu dan tersambung secara presisi (11 November2019).”

Demikian pujian RI1 terhadap Arvilla Delitriana. Dalam laman Instagram milik Joko Widodo. Selain mendapat pujian dari RI1 Arvilla juga banyak mendapatkan pujian dari para menteri.

Kita acungkan jempol untuk Ibu Arvilla Delitriana, sebagai perancang Light Rail Transit. Karena selama ini wanita masih dianggap aneh bila bekerja di bidang konstruksi. Namun Bu Dina membuktikan bahwa wanita dapat sejajar dengan pria dan mampu menjadi sosok dalam kontribusi di bidang pembangunan. Semoga dapat Menjadi Inspirasi untuk Takaiters.