Hai, Takaiters!

Buat kamu yang mrngaku para milenial, udah tahu belum aplikasi Riliv? Aplikasi ini cocok banget buat kamu yang sering galau dan curhat di media sosial.

Mengapa? Karena Riliv merupakan aplikasi konsultasi psikologi online yang menghubungkan orang-orang dengan berbagai macam persoalan dengan psikolog. Artinya aplikasi ini dapat diakses oleh semua orang. Dengan catatan terkoneksi dengan internet, ya, Guys.

Wah, seru, ya! Apalagi kalau kita lihat saat ini, kebanyakan timeline di media sosial diisi dengan keluhan. Niatnya, sih, biar lebih lega, bisa dapat tanggapan positif. Namun sayang, alih-alih mendapat jalan keluar, si pembuat status malah dirundung oleh netizen.

Makanya, buat kamu yang suka galau aplikasi Riliv ini perlu banget dipertimbangkan untuk dipakai. Masih bingung? Yuk, kenali dulu aplikasi Riliv ini.

1. Aplikasi Riliv dan Pendirinya

Aplikasi Riliv
Foto: Industribisnis.com

Riliv berdiri pada Agustus 2015. Kata Riliv diadopsi dari bahasa Inggris, relief. Artinya bantuan. Pendirinya berharap bahwa Riliv dapat menjadi solusi bagi orang-orang yang membutuhkan bantuan para psikolog professional.

Aplikasi Riliv didirikan oleh Audrey Maximillian Herli. Dia adalah alumni jurusan Sistem Informasi Universitas Airlangga (UNAIR). Ketika mendirikan Riliv, Audrey didukung oleh 2 orang temannya, yaitu Audy Christopher (alumni Teknik Industri UNAIR), dan Fachrian Anugerah (alumni Sistem Informasi UNAIR).

2. Latar belakang didirikannya Aplikasi Riliv

Aplikasi Riliv
Foto: Tirto.id

Di tingkat akhir perkuliahannya, Audrey melihat bahwa banyak sekali orang yang curhat di media online. Namun, feedback yang diharapkan tidak sesuai yang diharapkan. Kebanyakan keluhan ini menjadi bahan untuk membully si pencurhat.

Keadaan miris ini mengetuk pintu hati Audrey dan teman-temannya untuk mendirikan suatu wadah di mana setiap penggunanya dapat dengan nyaman mengutarakan masalah mereka dan mendapat solusi dari para psikolog.

Mereka meyakini bahwa kesehatan mental itu penting. Kesehatan mental bisa berpengaruh besar pada kehidupan pribadi seseorang. Namun sayangnya, kebanyakan orang kurang memperhatikan hal ini. Atas dasar inilah akhirnya Riliv didirikan.

Selain itu, mereka juga ingin menghilangkan stigma negatif bahwa orang yang berkonsultasi dengan psikolog adalah orang yang memiliki gangguan jiwa. Padahal, tak sepenuhnya benar, ya, Guys.

3. Layanan yang diberikan Riliv

Foto: twipu.com

Riliv melayani konsultasi gratis untuk permasalahan cinta, karir, pendidikan, keluarga, sosial hingga gangguan psikologi.

Bila kamu malu atau merasa rakut, kamu bisa, lo, curhat dengan menggunakan nama samaran, Guys. Kamu bisa pilih psikolog mana yang mau kamu ajak konsultasi. Dan, respons dari pihak psikolog juga cepat. Kurang dari 24 jam, curhatanmu pasti akan dibalas.

Dan, bagi yang ingin curhat lebih banyak, kamu bisa membeli koin ekstra, ya, atau, bisa juga pihak Riliv menjembatani pertemuanmu dengan psikolog professional.

Oya, kamu jangan khawatir akan data pribadimu, karena semuanya aman. Pihak Riliv tidak menyimpan data pribadimu, selain email. Bukan hanya itu, setiap transaksi data yang terjadi selalu melalui proses verifikasi terlebih dahulu. Jadi dapat dipastikan aman, ya.

4. Siapa aja yang Terlibat di Riliv

Aplikasi Riliv
Foto: Alodokter.com

Di Riliv, sudah bergabung sebanyak 40 psikolog berlisensi dari kota-kota besar di indonesia. Dan saat ini, sebanyak lebih dari 50.000 permasalahan telah ditangani di mana masalah yang banyak ditangani adalah tentang percintaan, keluarga, dan karir.

Jadi Riliv menghubungkan antara psikolog dan orang-orang yang membutuhkan jasanya.

Lalu, bagaimana dengan kamu, Guys. Masih inginkah curhat di media sosial atau sebaliknya curhat di media yang tepat seperti Riliv?