Konnichiwa, Takaiters!

Bila ditanya kegiatan apa, sih, yang paling umum untuk dilakukan di hutan? Dari mulai berwisata alam, sampai  camping adalah jawaban yang paling umum diberikan. Namun, bila hutan dikenal sebagai situs bunuh diri yang populer, tentu adalah hal luar biasa dan di luar kelaziman bukan?  Guys, tahukah kamu, bila di Gunung Fuji yang terletak sekitar 100 km dari kota Tokyo, tepatnya di Prefektur Yamanashi, Jepang, terdapat sebuah hutan yang justru terkenal karena ketidaklazimannya tersebut. Hutan yang memang sarat dengan misteri ini, merupakan tempat paling populer bagi orang-orang yang berputus asa sebagai tempat peristirahatan terakhir mereka. Ya, hutan tersebut adalah Hutan Aokigahara.

Guys, ada yang ingat dengan film bergenre horor yang berjudul The Forest? Film hollywood hasil kolaborasi antara Amerika Serikat dengan Jepang ini, ternyata terinspirasi dari kemisteriusan hutan yang memiliki luas sekitar 53 kilometer persegi tersebut. Wah, seseram apa sih, hingga Hollywood saja tertarik untuk membuat filmnya? Simak bareng yuk, 9 fakta menyeramkan dari Hutan Aokigahara ini.

1. Merupakan Situs Bunuh Diri Paling populer di Jepang

Foto: cnn.com

Takaiters, mungkin kamu pernah dengar berita mengenai kecaman terhadap Logan Paul, seorang youtuber Amerika terkenal dengan pengikut 18 juta subcriber? Awal tahun 2018, Logan, dengan santai mengunggah sebuah video, yang menampilkan orang yang meninggal di Hutan Aokigahara tersebut. Semenjak unggahan yang menuai kecaman banyak orang itu, hutan yang memang sudah terkenal ini menjadi lebih ramai diperbincangkan orang.

Hutan dengan lautan pohon yang sebenarnya sangat indah, serta cocok untuk dijadikan sebagai lokasi trekking dan hiking ini, memang memiliki reputasi yang sayangnya nggak banget, lo, Guys. Bagaimana tidak, ternyata hutan ini menjadi tempat “favorit” bagi orang-orang yang berputus asa untuk mengakhiri hidupnya.

Menurut data, kasus bunuh diri di Jepang paling banyak dilakukan di hutan ini. Tercatat sejak tahun 1950 hingga kini, sudah lebih dari 500 kasus bunuh diri di Hutan Aokigahara, yang artinya sekitar 30 kasus pertahun. Kasus bunuh diri terbanyak, tercatat pada tahun 2003 yaitu sebanyak 103 kasus dan cara terpopuler yang banyak dilakukan untuk mengakhiri hidup mereka adalah dengan cara gantung diri!

 2. Ada 2 Novel Populer yang Menjadi Daya Pikat Orang, untuk Melakukan Bunuh Diri di Sana

Foto: pixabay.com

Walaupun Hutan Aokigahara sudah populer sebagai situs bunuh diri sejak lama, namun beberapa literatur dipercaya memberikan “sumbangsih” yang membuat hutan ini menjadi tempat favorit bagi orang-orang yang ingin segera mengakhiri hidupnya.

Pada tahun 1960, sebuah novel yang berjudul Kuroi Jukai, karya seorang penulis yang bernama Seicho Matsumoto, mengisahkan tentang kisah sepasang kekasih yang berakhir tragis, karena keduanya memutuskan untuk mengakhiri hidup mereka bersama di Hutan Aokigahara.

Selain Kuroi Jukai, ternyata ada sebuah novel kontroversial yang dirilis pada tahun 1993 karya Wataru Tsurumui yang berjudul The Complete Manual of Suicide, di mana di  dalamnya menceritakan bahwa Hutan Aokigahara adalah tempat yang paling sempurna untuk mengakhiri hidup. Maka tak heran bila buku ini sering ditemukan bersama jasad yang meninggal karena bunuh diri di hutan ini.

3. Papan Peringatan Larangan Bunuh Diri yang Tak Dipedulikan

Foto: voyapon.com

Takaiters, sama seperti hutan pada umumnya, Hutan Aokigahara pun memiliki jalur-jalur hiking. Namun berbeda dengan jalur hiking pada umumnya, jalur di hutan ini memiliki banyak papan peringatan yang intinya mengingatkan akan kehidupan, bahwa hidup ini terlalu berharga untuk diakhiri begitu saja dan ada keluarga yang harus dipikirkan. Namun, walau papan peringatan semacam itu tersebar di kawasan tersebut, tetap saja masih ditemukan jasad-jasad yang meninggal karena bunuh diri di sana.

4. Terdapat Jalur yang Sangat Terlarang untuk Dilewati

Foto: tripadvisor.com

Guys, di luar reputasi negatifnya, Hutan Aokigahara memiliki keindahan alam yang luar biasa. Maka, tak sedikit orang yang tertarik untuk menjelajah hutan tersebut.

Begitu banyaknya kelompok orang yang memiliki tujuan wisata di sana, pemerintah setempat merasa perlu untuk membuat jalur-jalur khusus yang boleh dilewati oleh para wisatawan, serta memberikan beberapa tanda berupa larangan untuk melewati jalur-jalur tertentu. Karena, bila wisatawan salah mengambil jalur yang disarankan, alih-alih mendapatkan tempat wisata yang menjadi tujuan justru benda-benda peninggalan bahkan sisa-sisa jasad pelaku bunuh diri yang akan ditemui!

5. Kelebatan Hutannya Bisa Membuat Kamu Tersesat

Foto: id. pinterest.com

Guys, begitu rapat serta seragamnya pohon yang tumbuh di sana membuat semua tempat di hutan tersebut tampak sama. Maka bila salah melangkah atau keluar jalur maka potensi untuk tersesat akan sangat besar.

Bukan pemandangan yang aneh bila terlihat banyak pita yang saling sambung dari satu pohon kepohon yang lain. Pita-pita tersebut dipasang sebagai penanda agar para pelancong mudah untuk menemukan jalan pulang. Selain itu, bagi orang yang memiliki pikiran untuk bunuh diri, pita tersebut dapat membantu mereka untuk keluar dari hutan bila dalam perjalanannya mereka merenung dan urung melakukan perbuatan tersebut. Sebaliknya, bila niatan mereka tetap dilaksanakan, maka pita-pita tersebut dapat memberi petunjuk bagi petugas patroli agar mudah menemukan jasad mereka.

6. Legenda Roh Yurei

Foto: id. pinterest.com

Ada kepercayaan kuno yang berkembang di masyarakat Jepang, terdapat roh yang bergentayangan di Hutan Aokigahara. Roh tersebut digambarkan sebagai sosok wanita berwajah pucat dan berbaju putih serta memiliki rambut hitam dan panjang. Konon, sosok Yurei ini pulalah yang menghasut serta menguatkan pikiran orang yang masih ragu sehingga mantap untuk melakukan tindakan bunuh diri. Wah, seram!

7. Tradisi Kuno Ubasute

Foto: Twitter.com

Takaiters, Ubasute adalah sebuah tradisi kuno yang dilakukan masyarakat Jepang di masa lampau. Sebuah kebiasaan, untuk membawa lalu meninggalkan orang tua begitu saja di hutan hingga meninggal karena sakit dan kelaparan. Hal tersebut konon dilakukan karena orang tua dianggap sebagai beban bagi hidup anak-anaknya yang sangat sulit kala itu. Duh, tega amat, ya? Nah, hutan yang dimaksud itu adalah Hutan Aokigahara ini, Guys. Kabarnya pula, roh Yurei yang bergentayangan di sana adalah roh orang tua yang ditinggalkan dan marah mengingat nasib mereka yang disia-siakan anak-anak mereka sendiri.

Wah, informasi yang cukup membuat bulu kuduk merinding, ya, Takaiters. Namun, ada moral yang bisa dipetik dari informasi di atas. Banyak bersyukur atas segala nikmat yang Tuhan berikan, niscaya hidupmu akan terasa lebih nikmat dan berarti, lo, Guys. So, jangan pernah berputus asa, yaa!