Hai Takaiters!

Setiap media sosial pasti memiliki algoritma tersendiri untuk menyajikan informasi kepada penggunanya. Begitupun dengan Instagram. Meskipun tidak berubah secara signifikan dari waktu ke waktu, namun selalu saja ada yang perubahan karena sistem algoritma sendiri berfungsi untuk mengawasi segala hal yang disukai serta mengevaluasi apa saja yang telah dibagikan dan dikomentari oleh pengguna.

Instagram juga membagi dua algoritma yaitu algoritma untuk feeds dan stories. Untuk lebih jelasnya, berikut adalah ulasanya.

Algoritma Instagram tahun 2020 untuk feeds

algoritma instagram juni 2020
Foto: tek.id

Terdapat beberapa fakta mengenai algoritma Instagram yang perlu kalian ketahui yaitu, setiap comment, like, share, dan view akan mempengaruhi posisi postinganmu dalam feeds Instagram.

Setiap foto dan video memiliki posisi yang setara dalam artian bahwa tidak ada format apapun yang diutamakan. Dalam algoritma Instagram 2020 juga, panjangnya komentar dari pengguna lain akan memberi pengaruh besar terhadap engagement .

Lebih lanjut, algoritma terbaru ini akan menjadikan setiap akun baik personal atau bisnis akan dinilai setara dan tidak ada pengutamaan diantara salah satunya, juga 30 menit pertama sejak membuat postingan tidak akan mempengaruhi posisi feeds serta Interaksi dengan bot tidak akan dihitung.

Selain fakta di atas, ada pula lima faktor utama yang akan mempengaruhi kerja algoritma Instagram 2020 untuk setiap feeds diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Minat

Instagram memprioritaskan tipe postingan yang memiliki banyak like, comment, atau save oleh banyak pengguna. Jika seseorang menyukai banyak foto traveling atau fashion, maka konten tersebut lah yang akan muncul lebih dulu di feeds.

2. Hubungan

Melalui interaksi dari likes, tagged photos, dan DM, Instagram berusaha memunculkan post dari orang-orang terdekat si pengguna, bahkan orang yang dikenal di dunia nyata.

3. Waktu

Instagram selalu ingin menyajikan konten terbaru dan paling menarik untuk penggunanya, sehingga yang menjadi pertimbangan adalah telah berapa lama sebuah konten di posting.

4. Frekuensi penggunaan

Instagram mengikuti frekuensi pengguna saat mengakses aplikasinya. Jika pengguna jarang membuka Instagram, maka feeds hanya menyajikan highlight atau postingan menarik yang ingin dilihat oleh pengguna.

Jika pengguna sering membuka Instagram, maka konten yang disajikan akan lebih kronologis karena Instagram berupaya menampilkan konten terbaru.

5. Following.

Jumlah following pengguna mempengaruhi jumlah post yang dilihat. Semakin banyak akun yang di-follow, Instagram memiliki semakin banyak opsi dan mengkurasi konten yang bisa disajikan untuk pengguna.

Algoritma Instagram tahun 2020 untuk stories

belajar algoritma instagram 2020
Foto: ichi.pro

Satu lagi algoritma Instagram yang harus kalian pahami adalah pada bagian story. 

Algoritma Instagram 2020 untuk stories bekerja dengan cara mendekatkan stories yang paling dekat di layar Home. Selain itu juga, algoritma ini akan menampilkan akun yang paling sering engage dengan pengguna baik di feeds, story atau DM.

Hubungan pengguna dengan pengguna lain yang dibangun di Instagram melalui engagement lah yang menjadi pertimbangan algoritma stories ini. Selain itu, Instagram juga memunculkan stories dari akun yang rajin ditonton oleh pengguna hingga selesai.

Itulah algoritma Instagram tahun 2020, meskipun banyak memberi keuntungan pada kita, terkadang dengan penggunaan inipun akan memberi kerugian karena media sosial memiliki segala informasi setiap penggunanya tanpa terkecuali bahkan sampai mengetahui hal yang sangat pribadi sekalipun.

Maka tunggu apalagi, buruan coba Takaiters. Tapi jangan lupa ya, tetap bermedia sosial dengan bijak, Takaiters.