Hi, Takaiters!

Setiap tahun hutan di Indonesia mengalami penurunan tutupan luasannya. Bahkan menurut catatan Forest Watch Indonesia, hutan Indonesia hilang sebanyak 1,4 juta hektar setiap tahunnya.

Entah karena pemanenan kayu berlebih, penambangan, kebakaran hutan atau buka lahan baru!

Ini menjadi tantangan tersendiri bagi para aktivis lingkungan dan penggiat di bidang kehutanan dan pertanian. Apakah hutan dimanfaatkan kayunya atau dipertahankan bentuk alaminya? Bagaimana pengelolaan hutan yang ideal untuk dipraktikkan kedepannya, mengingat banyaknya konversi lahan dilakukan?

Dikutip dari mongabay.co.id, dalam menjawab tantangan tersebut World Agroforestry Center (ICRAF), sebuah lembaga internasional dalam bidang kehutanan, memiliki solusinya yaitu agroforestry atau dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai wanatani. Serta Agroforestry tantangan budidaya pertanian.

  • Sebenarnya apa sih sistem Agroforestry itu?

agroforestry adalah tantangan budidaya pertanian
Foto: agrotek.id

Agroforestry adalah sebuah konsep yang menggabungkan antara kehutanan dan pertanian, dimana menanam komiditas pertanian di bawah tegakan.

Para peneliti mengungkapkan, budaya pertanian di bawah tegakan (tree cultured) ternyata patut untuk dikembangkan, maka lahirlah sistem agroforestry atau wanatani yang dikenal sampai sekarang.

Guys, perlu kamu ketahui, pengetahuan agroforestry sebenarnya sudah ada sejak dulu lho, beredar sebagai pengetahuan umum di kalangan masyarakat lokal dan masyarakat adat di berbagai daerah di Indonesia. Namun, kenyataannya pengembangan ilmu pengetahuan agroforestry masih jauh tertinggal.

Agroforestry menurut Sudjapraja (1981) didefinisikan sebagai suatu metode penggunaan lahan secara optimal yang mengkombinasikan sistem-sistem produksi biologis yang berotasi pendek dan panjang (suatu produksi kehutanan dan produksi biologis lainnya) dengan suatu cara berdasarkan asas kelestarian secara bersamaan atau berurutan, dalam kawasan hutan atau di luarnya, dengan tujuan untuk mencapai kesejahteraan rakyat.

  • Bentuk-Bentuk Agroforestry

agroforestry indonesia tantangan budidaya pertanian
Foto: rimbakita.com

Perlu kamu ketahui, agroforestry memiliki banyak konsep atau ruang lingkup, mencakup pertanian, kehutanan bahkan peternakan. Simak penjelasan berikut ini ya!

Agrisilvikultur merupakan kombinasi antara komponen kehutanan dan pertanian, dan Agropastura merupakan kombinasi antara komponen pertanian dan peternakan.

Sedangkan Silvopastura merupakan kombinasi antara komponen kehutanan dan peternakan, serta Agrosilvopastura merupakan kombinasi antara komponen pertanian, kehutanan, dan peternakan.

  • Kelebihan Agroforestry

agroforestry pdf
Foto: dictio.id

Guys, agroforestry ternyata memiliki banyak manfaat atau kelebihan lho, apa saja itu? Simak ulasan berikut ini ya

• Mengoptimalkan pemanfaatan lahan sehingga mampu memenuhi kebutuhan hidup masyarakat,

• Menjamin dan memperbaiki kebutuhan pangan, sehingga dapat mencapai ketahanan pangan lokal masyarakat kita,

• Memperbaiki penyediaan energi lokal terutama produksi kayu bakar,

• Memelihara dan memperbaiki kemampuan dan kelestariaan lingkungan setempat, terutama sebagai pencegah terjadinya longsor, erosi, dan degradasi lingkungan,

Agroforestry menciptakan lapangan pekerjaan terutama di daerah pedesaan,

• Meningkatkan ketersediaan pangan tiap musim, sehingga petani dapat tambahan penghasil untuk kebutuhan sehari-hari,

• Meningkatkan dan memperbaiki produksi bahan mentah hasil kehutanan maupun pertanian.

Wah ternyata banyak banget ya kelebihan dari sistem agroforestry, bagaimana kamu menjadi semakin tahu kan?

  • Contoh Penerapan Agroforestry di Masyarakat

agroforestry perhutani.co.id
Foto: Rimbakita.com

Tahukah kamu? Tumpangsari merupakan istilah agroforestry sederhana di Pulau Jawa, dahulu masyarakat suku Jawa banyak menanam komoditas pertanian di bawah tegakan Pohon Jati (Tectona grandis).

Sekarang, sudah banyak dikembangkan oleh Perhutani dalam pelaksanaan program perhutanan sosial di tanah Jawa.

Di daerah Sumatera, banyak lho petani padi yang memadukan dengan menanam kelapa karena lokasinya berada di daerah rawa di pantai Sumatera. Di Sumenep, Madura, petani banyak menanam siwalan atau kelapa dengan tembakau.

Saat ini di Indonesia sudah banyak mengembangkan sistem agroforestry terutama dengan memadukan tanaman yang akan ditanam dan kondisi tanah. Serta Agroforestry tantangan budidaya pertanian bagi Indonesia.

Aku yakin kedepannya, Indonesia akan mencapai ketahanan pangan mandiri jika memaksimalkan pemanfaatan lahan sebaik mungkin melalui sistem pertanian di bawah tegakan (agroforestry). Bagaimana guys, apakah kamu setuju dengan pendapatku?

Selamat Hari Tani (24 September 2020)!